1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Dalam Islam, kita mengenal bulan haram atau bulan yang disucikan. Di bulan haram, kita ditekankan agar tidak bermaksiat atau mendholimi orang lain apalagi berperang. Dzulqa’dah menjadi salah satu bulan tersebut. Adapun keutamaan bulan Dzulqa’dah dijelaskan di sini. Bulan Dzulqa’dah Termasuk Bulan Haram Selain bulan Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, bulan Dzulqa’dah turut menjadi bulan yang dimuliakan.Allah berfirman, ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS.At Taubah: 36) Rasulullah juga bersabda, ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.”…

Umroh.com – Idul Fitri sering menjadi momentum silaturahmi bersama keluarga dan kerabat. Tradisi silaturahmi ini tak bisa lepas dari beragam kue kering sebagai sajian untuk keluarga atau tamu yang berkunjung. Berikut adalah 20 daftar kue lebaran di Indonesia dan berbagai negara lain. Kue Lebaran di Indonesia 1. Semprit Semprit adalah biskuit dengan cita rasa manis yang lembut. Biasanya, semprit berbentuk bunga, dengan hiasan kismis di bagian atasnya. Kue Lebaran ini biasanya tidak pernah ketinggalan menghiasi meja tamu saat Lebaran. 2. Nastar Tidak ada yang bisa menolak kelezatan kue legit dengan isian selai nanas ini. Kue nastar adalah salah satu kue Lebaran favorit yang tidak pernah ketinggalan dipesan saat lebaran. Hadir dengan berbagai macam bentuk, nastar menjadi kue favorit mulai dari anak-anak hingga dewasa. 3. Kastengel Kue Lebaran ini banyak mendapat pengaruh dari Belanda. Biskuit yang terbuat dari tepung dan keju ini memiliki rasa asin gurih yang menggoda. Tidak heran kastengel…

Umroh.com – Hidangan umum sebagai teman makan ketupat adalah sayuran berkuah santan. Perpaduan kuah santan yang gurih, sayuran berbumbu, serta ketupat yang empuk membuat hidangan ketupat sayur menjadi favorit banyak orang. Jika ingin menghidangkan ketupat sayur untuk keluarga, ikuti 5 resep ketupat sayur di bawah ini. Resep Ketupat Sayur Jawa Bahan yang Dibutuhkan: Kacang panjang (1 ikat)Nangka muda (secukupnya)Labu siam yang telah diiris memanjangUdang (250 gram) yang telah dikupas kulitnyaSantan (1,5 liter)Serai (1 batang) yang telah dimemarkanLengkuas (2 ruas) dimemarkanDaun salam (2 lembar)Ketupat yang siap dinikmatiBumbu halus yang terdiri dari:Bawang merah (8 siung)Bawang putih (3 siung)Garam, gula, dan merica (secukupnya)Cabai merah besar (8 buah)Terasi matang (1 sendok teh) Baca juga: 5 Resep Opor Ayam Putih Khas Indonesia Cara membuat: Tumis bumbu halus hingga wangi.Masukkan serai, lengkuas, dan daun salam.Kemudian Masukkan udang. Aduk sebentar hingga warnanya memerah.Masukkan santan, lalu diamkan hingga mendidih.Masukkan sayur-sayuran yang sudah diiris, lalu masak hingga sayuran empuk.Tambahkan…

Umroh.com – Tahun Hijriyah diawali dengan bulan Muharram dalam penanggalan Islam. Selain mengawali tahugn Hijriyah, bulan Muharram juga memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan bulan Muharram tersebut dijelaskan oleh Rasulullah dalam beberapa hadis. Berikut adalah hadis tentang bulan Muharram yang perlu kita ketahui. Bulan Muharram Termasuk dalam Bulan Haram Dituturkan oleh Sahabat Abu Bakrah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR.Bukhari dan Muslim). Allah juga berfirman, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS.At Taubah: 36). Hadis tentang bulan Muharram itu…

Umroh.com – Bulan Muharram menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain mengawali tahun Hijriyah, Bulan Muharram juga merupakan salah satu dari empat bulan Haram. Melihat bagaimana kedudukannya, kita perlu memperhatikan larangan di bulan Muharram yang telah ditetapkan Allah. Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan dalam Islam. Keempat bulan Haram itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan haram, 3 bulan secara berurutan adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajabnya Mudhar yang berada di antara Jumada dan Sya’ban.” (HR.Bukhari). Selain hadis dari Abu Bakrah tersebut, ada juga hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dimana Rasulullah bersabda, “Waktu berputar sebagaimana keadaannya semula ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan suci. Tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dan satu bulan lagi adalah Rajab yang terletak…

Umroh.com – Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal batagor. Kata ‘batagor’ sebenarnya merupakan singkatan dari “bakso-tahu goreng”. Selain mengetahui kelezatan rasanya, banyak orang meyakini Batagor berasal dari kota Bandung. Namun dari sisi sejarah Batagor, apakah kamu tahu bahwa Batagor tercipta akibat ketidaksengajaan? Berikut ini ceritanya. Seorang Perantau dari Purwokerto Sejarah Batagor bermula dari makanan hasil karya seorang perantauan bernama Isan. Dari kota Purwokerto, Isan merantau ke Bandung untuk mencari pekerjaan dan mengadu nasib di sekitar tahun 1970-an atau 1980-an. Ia tinggal di sebuah kontrakan di Gang Situ Saeur, Bandung. Namun mencari pekerjaan di kota Bandung saat itu tidak mudah. Isan bahkan sempat menganggur selama beberapa bulan karena tidak ada orang yang mau mempekerjakannya. Isan saat itu memang hanya seorang pemuda tanpa keterampilan atau pengetahuan yang cukup. Sejarah Batagor Berawal dari Usaha Bakso Keliling Akhirnya, Isan mencoba untuk menjual bakso. Ia berkeliling dari kampung ke kampung. Saat menjual bakso, tak jarang makanan…

Umroh.com – Bulan Rajab, bulan mulia. Waktu dimana kita bisa mempersiapkan bulan Ramadhan dengan baik. Para ulama menyebutkan, kita bisa mempersiapkan diri dengan banyak beramal sholeh di bulan Rajab. Sehingga kita bisa memanen banyak pahala di bulan Ramadhan. Rasulullah pun menjelaskan beberapa hal tentang bulan Rajab kepada kita. Berikut adalah hadis tentang bulan Rajab yang perlu kita ketahui. Hadis tentang Bulan Rajab Sebagai Bulan Haram Umroh.com merangkum, bulan Rajab merupakan salah satu bulan Haram. Bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rasulullah bersabda, ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR.Bukhari dan Muslim). Ini serupa dengan firman Allah di dalam Al Quran. ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan…

Umroh.com – Biasanya kita disajikan beragam kue kering, opor, rendang, atau sambal goreng saat hari Idul Fitri tiba. Berbicara tentang menu makanan berat saat Lebaran, kita pasti akan teringat dengan ketupat. Bagaimanakah sejarah ketupat hingga biasa dinikmati saat Idul Fitri? Simak jawabannya di bawah ini. Apa itu Ketupat? Ketupat adalah makanan berbahan beras yang dibungkus dalam anyaman janur. Cara membuatnya dimulai dengan menganyam janur sedemikian rupa hingga membentuk segi empat yang menyisakan rongga di bagian tengahnya. Rongga itu diisi beras yang telah dicuci sebanyak tiga perempatnya, lalu diberi air. Kemudian anyaman janur ditutup, agar isi di dalamnya tidak keluar. Kantung dari janur itu selanjutnya dimasukkan ke dalam panci berisi air mendidih. Setelah direbus beberapa jam, akhirnya ketupat siap dinikmati. Sunan Kalijaga Mengawali Sejarah Ketupat Asal-usul ketupat tidak lepas dari penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Konon, ketupat dikukuhkan oleh Sunan Kalijaga sebagai makanan dengan filosofi dan nilai-nilai keislaman. Menurut seorang…

Umroh.com – Iklim Indonesia yang tropis memungkinkan berbagai buah-buahan tumbuh di sini. Misalnya nanas, nangka, pisang, belimbing, mangga, dan sebagainya. Banyaknya jenis buah-buahan di Indonesia membuat bangsa kita asik berkreasi dengan berbagai macam hidangan berbahan dasar buah. Salah satunya, sop buah. Hidangan ini menjadi favorit masyarakat kita di saat cuaca sedang terik dan panas. Jika hidangan sop identik dengan makanan yang hangat dan gurih, lain halnya dengan sop buah. Hidangan ini memiliki cita rasa manis dan segar. Karena itu, sangat cocok dinikmati ketika kita sedang haus. Apalagi dihidangkan sebagai menu buka puasa. Baca juga: Kolak Biji Salak, Menu Buka Puasa yang Bersejarah Asal Mula Sop Buah Umroh.com merangkum, banyak dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, siapa sangka sop buah mulanya berasal dari kota Bandung. Banyak pakar kuliner meyakini bahwa sop buah mulanya dikreasikan oleh seorang pedagang es yang biasa berdagang di Gedung Sate, Bandung. Pedagang itu biasa menjajakan dagangannya di belakang…

Umroh.com – Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender hijriyah. Bulan yang juga disebut Jumadil Ula ini memiliki kisah tersendiri dalam sejarah Islam. Dan jika ditelusuri lebih lanjut, terdapat larangan di bulan Jumadil Awal yang perlu kita hindari. Asal Nama Jumadil Awal Asal mula nama Jumadil Awal berkaitan dengan musim yang biasa terjadi di bulan tersebut. “Jumada” berarti ‘beku atau kering’. Dahulu biasa terjadi musim dingin hingga air mengering atau membeku kala itu. Di masa jahiliyah, Jumadil Awal disebut dengan Al Hanin, Syaiban, Rubba, dan Kanun Al Awwal. Sedangkan bulan Jumadil Akhir, dulu disebut Milhan dan Kanun Al Akhir. Kedua nama itu berkaitan, karena ‘Syaiban’ berasal dari kata ‘Syaib’ yang artinya ‘Uban, dan ‘Milhan’ berasal dari kata ‘Milh’ yang artinya ‘garam’. Kedua kata ini melukiskan kondisi salju yang turun di musim dingin. Putih seperti uban atau garam. Baca juga: Jangan Pernah Lewatkan 15 Keutamaan Bulan Safar Ini! Tanah Arab memang…