Umroh.com – Bulan Muharram menjadi bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain mengawali tahun Hijriyah, Bulan Muharram juga merupakan salah satu dari empat bulan Haram. Melihat bagaimana kedudukannya, kita perlu memperhatikan larangan di bulan Muharram yang telah ditetapkan Allah. Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan dalam Islam. Keempat bulan Haram itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan haram, 3 bulan secara berurutan adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajabnya Mudhar yang berada di antara Jumada dan Sya’ban.” (HR.Bukhari). Selain hadis dari Abu Bakrah tersebut, ada juga hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dimana Rasulullah bersabda, “Waktu berputar sebagaimana keadaannya semula ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan suci. Tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dan satu bulan lagi adalah Rajab yang terletak…
Umroh.com – Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengenal batagor. Kata ‘batagor’ sebenarnya merupakan singkatan dari “bakso-tahu goreng”. Selain mengetahui kelezatan rasanya, banyak orang meyakini Batagor berasal dari kota Bandung. Namun dari sisi sejarah Batagor, apakah kamu tahu bahwa Batagor tercipta akibat ketidaksengajaan? Berikut ini ceritanya. Seorang Perantau dari Purwokerto Sejarah Batagor bermula dari makanan hasil karya seorang perantauan bernama Isan. Dari kota Purwokerto, Isan merantau ke Bandung untuk mencari pekerjaan dan mengadu nasib di sekitar tahun 1970-an atau 1980-an. Ia tinggal di sebuah kontrakan di Gang Situ Saeur, Bandung. Namun mencari pekerjaan di kota Bandung saat itu tidak mudah. Isan bahkan sempat menganggur selama beberapa bulan karena tidak ada orang yang mau mempekerjakannya. Isan saat itu memang hanya seorang pemuda tanpa keterampilan atau pengetahuan yang cukup. Sejarah Batagor Berawal dari Usaha Bakso Keliling Akhirnya, Isan mencoba untuk menjual bakso. Ia berkeliling dari kampung ke kampung. Saat menjual bakso, tak jarang makanan…
Umroh.com – Bulan Rajab, bulan mulia. Waktu dimana kita bisa mempersiapkan bulan Ramadhan dengan baik. Para ulama menyebutkan, kita bisa mempersiapkan diri dengan banyak beramal sholeh di bulan Rajab. Sehingga kita bisa memanen banyak pahala di bulan Ramadhan. Rasulullah pun menjelaskan beberapa hal tentang bulan Rajab kepada kita. Berikut adalah hadis tentang bulan Rajab yang perlu kita ketahui. Hadis tentang Bulan Rajab Sebagai Bulan Haram Umroh.com merangkum, bulan Rajab merupakan salah satu bulan Haram. Bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rasulullah bersabda, ”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR.Bukhari dan Muslim). Ini serupa dengan firman Allah di dalam Al Quran. ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan…
Umroh.com – Biasanya kita disajikan beragam kue kering, opor, rendang, atau sambal goreng saat hari Idul Fitri tiba. Berbicara tentang menu makanan berat saat Lebaran, kita pasti akan teringat dengan ketupat. Bagaimanakah sejarah ketupat hingga biasa dinikmati saat Idul Fitri? Simak jawabannya di bawah ini. Apa itu Ketupat? Ketupat adalah makanan berbahan beras yang dibungkus dalam anyaman janur. Cara membuatnya dimulai dengan menganyam janur sedemikian rupa hingga membentuk segi empat yang menyisakan rongga di bagian tengahnya. Rongga itu diisi beras yang telah dicuci sebanyak tiga perempatnya, lalu diberi air. Kemudian anyaman janur ditutup, agar isi di dalamnya tidak keluar. Kantung dari janur itu selanjutnya dimasukkan ke dalam panci berisi air mendidih. Setelah direbus beberapa jam, akhirnya ketupat siap dinikmati. Sunan Kalijaga Mengawali Sejarah Ketupat Asal-usul ketupat tidak lepas dari penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Konon, ketupat dikukuhkan oleh Sunan Kalijaga sebagai makanan dengan filosofi dan nilai-nilai keislaman. Menurut seorang…
Umroh.com – Iklim Indonesia yang tropis memungkinkan berbagai buah-buahan tumbuh di sini. Misalnya nanas, nangka, pisang, belimbing, mangga, dan sebagainya. Banyaknya jenis buah-buahan di Indonesia membuat bangsa kita asik berkreasi dengan berbagai macam hidangan berbahan dasar buah. Salah satunya, sop buah. Hidangan ini menjadi favorit masyarakat kita di saat cuaca sedang terik dan panas. Jika hidangan sop identik dengan makanan yang hangat dan gurih, lain halnya dengan sop buah. Hidangan ini memiliki cita rasa manis dan segar. Karena itu, sangat cocok dinikmati ketika kita sedang haus. Apalagi dihidangkan sebagai menu buka puasa. Baca juga: Kolak Biji Salak, Menu Buka Puasa yang Bersejarah Asal Mula Sop Buah Umroh.com merangkum, banyak dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia, siapa sangka sop buah mulanya berasal dari kota Bandung. Banyak pakar kuliner meyakini bahwa sop buah mulanya dikreasikan oleh seorang pedagang es yang biasa berdagang di Gedung Sate, Bandung. Pedagang itu biasa menjajakan dagangannya di belakang…
Umroh.com – Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender hijriyah. Bulan yang juga disebut Jumadil Ula ini memiliki kisah tersendiri dalam sejarah Islam. Dan jika ditelusuri lebih lanjut, terdapat larangan di bulan Jumadil Awal yang perlu kita hindari. Asal Nama Jumadil Awal Asal mula nama Jumadil Awal berkaitan dengan musim yang biasa terjadi di bulan tersebut. “Jumada” berarti ‘beku atau kering’. Dahulu biasa terjadi musim dingin hingga air mengering atau membeku kala itu. Di masa jahiliyah, Jumadil Awal disebut dengan Al Hanin, Syaiban, Rubba, dan Kanun Al Awwal. Sedangkan bulan Jumadil Akhir, dulu disebut Milhan dan Kanun Al Akhir. Kedua nama itu berkaitan, karena ‘Syaiban’ berasal dari kata ‘Syaib’ yang artinya ‘Uban, dan ‘Milhan’ berasal dari kata ‘Milh’ yang artinya ‘garam’. Kedua kata ini melukiskan kondisi salju yang turun di musim dingin. Putih seperti uban atau garam. Baca juga: Jangan Pernah Lewatkan 15 Keutamaan Bulan Safar Ini! Tanah Arab memang…
Umroh.com – Hingga saat ini, sebagian orang masih meyakini bulan Safar lekat dengan kesialan atau penyakit. Mereka pun memilih untuk tidak melaksanakan acara penting di bulan Safar. Sedangkan menurut ajaran islam tidak demikian. Keutamaan bulan Safar termasuk yang dianjurkan untuk kita renungi dan kejar nilai ibadahnya. Rasulullah Mematahkan Kesialan Bulan Safar Keyakinan bulan Safar lekat dengan kesialan rupanya sudah ada sejak zaman Jahiliyah. Dahulu, masyarakat Arab Jahiliyah menganggap bulan Safar sebagai bulan ‘Sial’. Mereka meyakini bulan Safar sebagai waktunya Allah menurunkan hukuman dan azab ke dunia. Karena itu banyak musibah dan bencana diyakini akan terjadi di bulan Safar. Mitos itu kemudian dipatahkan oleh Rasulullah. Dituturkan Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar”(HR.Bukhari dan Muslim). Baca juga: Wajib Tahu! Ini Sejarah Bulan Ramadhan Keutamaan Bulan Safar 1. Bulan Safar sebagai Bulan untuk Memperkuat…
Umroh.com – Bulan Ramadhan menjadi saat paling dinanti bagi seluruh umat muslim. Di bulan tersebut, ada ibadah istimewa. Ibadah puasa Ramadhan. Bukan hanya suasana berpuasa Ramadhan yang banyak dirindukan, tetapi juga keutamaan dari amalan-amalan yang menggugurkan banyak dosa. Melihat makna mendalam bagi umat muslim, sebaiknya kita mengenal sejarah bulan Ramadhan. Asal Usul Nama Ramadhan Umroh.com merangkum, menurut Ibnu Katsir, kata ‘Ramadhan’ berasal dari ‘Ar Ramdha’ yang artinya ‘panas’. Sedangkan ulama lain berpendapat, nama ‘Ramadhan’ berasal dari kata ‘Ar Ramdu’. Artinya, batu yang menjadi panas akibat terik matahari. Ada juga pendapat bahwa ‘Ramadhan’ berasal dari lata ‘Ar Ramiidh’. Artinya, hujan yang turun setelah musim panas sebagai tanda telah masuk musim gugur. Sehingga pada saat itu semua panas luntur. Baca juga: Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan dalam Islam Dari beberapa penjelasan itu, muncullah makna ‘Ramadhan’ sebagai waktu dimana dosa-dosa manusia luntur atau berguguran. Bulan Ramadhan memang menjadi saat dihapuskannya dosa-dosa manusia dengan…
Umroh.com – Seorang Wali Songo yang terkenal dengan kepiawaiannya berdakwah melalui seni adalah Sunan Kalijaga. Beliau dianggap berjasa menyebarkan Islam, dan dimakamkan di kota Demak, Jawa Tengah. Kita bisa mengunjungi makam Sunan Kalijaga di Demak untuk merenungi kisah beliau dan mengetahui sejarah yang terjadi. Baca juga : Sebelum Sholat, Pahami Yuk Bunyi Doa Setelah Adzan Siapakah Sunan Kalijaga? Sunan Kalijaga adalah putra Bupati Tuban, Tumenggung Wilatikta. Nama kecil Sunan Kalijaga adalah Raden Sahid, dan beliau lahir sekitar tahun 1450 M. Di usia remaja, Raden Sahid tumbuh menjadi pemuda yang piawai dalam ilmu silat. Tetapi ia sempat menjadi pemuda yang menyalahgunakan kemampuannya. Raden Sahid muda gemar melakukan tindak kekerasan, bertarung, bahkan merampok. Perangainya itu membuat Raden Sahid diusir oleh keluarganya. Ia kemudian tinggal di Hutan Jatisari, dan masih memiliki kebiasaan merampok para ningrat yang lewat daerah tersebut. Hasil rampokannya kemudian dibagikan kepada rakyat miskin. Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga?…
Umroh.com – Doa menjadi tanda penghambaan seorang manusia kepada Rabb-nya. Melalui doa yang di panjatkan, seorang hamba memohon segala sesuatu. Sebab semuanya berasal dari Allah. Kita sebagai umat muslim diajarkan untuk berdoa sebelum melakukan kegiatan apapun. Termasuk ketika akan memasuki rumah dan keluar rumah. Memang rumah adalah tempat berlindung, namun sebaik-baik pelindung hanya Allah. Berikut ini doa masuk dan keluar rumah yang bisa kita amalkan. Baca juga : Lengkap! Inilah Tata Cara Sholat Muthlaq dan Keutamannya Doa Masuk dan Keluar Rumah Ketika memasuki rumah, kita dianjurkan menyebut nama Allah. Jabir bin Abdillah berujar bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Jika seseorang memasuki rumahnya lantas ia menyebut nama Allah saat memasukinya, begitu pula saat ia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), “Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.” Ketika ia memasuki rumahnya tanpa menyebut nama Allah ketika memasukinya, setan pun mengatakan (pada teman-temannya), “Saat ini kalian…
