Umroh.com – Batagor ialah kuliner khas Bandung yang kini sudah banyak dijual di Indonesia. Cara membuat batagor yang banyak dilakukan penjual adalah mengisikan adonan daging ke dalam tahu, kemudian digoreng di minyak panas. Inilah yang menjadikan batagor memiliki tekstur renyah dan rasa gurih. Lebih nikmat lagi jika batagor disajikan dengan saus kacang yang pedas dan gurih. Cara Membuat Batagor di Rumah 1. Gunakan Daging Ikan atau Ayam Batagor biasanya menggunakan daging sapi. Namun tidak sedikit yang berinovasi menggunakan daging ikan atau ayam. Kita juga bisa menirunya agar batagor buatan kita tidak memakan biaya yang terlalu mahal. Harga daging ikan atau ayam memang tidak semahal daging sapi. Daging ikan yang dipakai untuk membuat batagor adalah ikan tenggiri atau tongkol. Ikan atau ayam untuk membuat batagor bisa kita haluskan dan diberi bumbu-bumbu agar lebih sedap. Bumbu yang biasa dipakai adalah bawang putih yang dihaluskan, bawang merah goreng yang dihaluskan, serta daun bawang.…
Umroh.com – Selain makanan manis, orang Indonesia juga gemar menyantap gorengan di bulan Ramadhan. Cita rasanya yang gurih dan sarat karbohidrat, membuat gorengan terasa nikmat disantap sebagai takjil. Berikut ini 10 macam gorengan untuk buka puasa yang bisa dipraktikan di rumah. 10 Macam Gorengan untuk Buka Puasa 1. Tempe Mendoan Tempe mendoan adalah gorengan khas dari Semarang. Gorengan untuk buka puasa ini terbuat dari tempe berlumur adonan tepung yang digoreng setengah matang atau ‘mendo’. Teksturnya lembut dan rasanya gurih. Namun, ada juga yang membuat mendoan dengan tekstur luar ‘garing’ sementara bagian dalamnya lembut. Jika ingin membuat tempe mendoan yang renyah tapi lembut, ikuti resepnya. Baca juga: 5 Resep Tempe Mendoan untuk Buka Puasa Bahan yang dibutuhkan Tempe yang telah diiris tipis.Tepung terigu.Air (secukupnya).Daun bawang (secukupnya) yang telah diiris tipis.Garam (secukupnya). Cara Membuat Tempe Mendoan Campurkan tepung terigu dengan air secukupnya. Aduk hingga rata sampai adonan menjadi yang tebal dan kental.Celupkan…
Umroh.com – Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Menurut para ulama, bulan Muharram termasuk bulan yang agung dan penuh berkah. Sebab ada banyak kebaikan di dalamnya. Berikut ini keutamaan bulan Muharram yang dijelaskan para ulama. Keutamaan Bulan Muharram 1. Bulan Muharram Termasuk Bulan Haram Keutamaan bulan Muharram yang perlu kita ketahui adalah bulan ini termasuk dalam bulan Haram. Bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan dimana amal sholeh dilipatgandakan pahalanya. Dan perbuatan buruk juga dilipatgandakan dosanya. Ada empat bulan haram dalam Islam, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Allah berfirman, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus…” (QS.At Taubah: 36) Baca juga: Sejarah Bulan Muharram Menjadi Bulan Pertama Bulan Haram sebenarnya adalah bulan-bulan yang dimuliakan oleh masyarakat Arab. Mereka telah memuliakan bulan ini sejak zaman jahiliyah,…
Umroh.com – Tanggal 1 Syawal selalu disambut dengan sukacita. Di hari itu, umat muslim di seluruh dunia merayakan hari raya Idul Fitri. Sebagai salah satu bulan yang istimewa, Rasulullah pun banyak mengajarkan tentang keutamaan bulan Syawal. Berikut adalah hadits tentang bulan Syawal yang perlu kita ketahui. Hadits Tentang Puasa Syawal Usai berpuasa di bulan Ramadhan, kita akan disambut amalan sunnah pertama di bulan Syawal, yaitu berpuasa. Dituturkan Abu Ayyub ra, Rasulullah bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal maka itulah puasa satu tahun.” (HR.Ahmad & Muslim) Hadits tentang bulan Syawal itu berisi anjuran untuk berpuasa sunnah di bulan Syawal sebanyak enam hari. Mengenai tata caranya, ada beberapa pendapat di kalangan ulama. Imam Syafi’i dan Ibnu Mubarok menjelaskan, puasa Syawal dikerjakan secara berturut-turut sejak awal bulan. Namun, cara ini berdasar pada hadits yang lemah. Kemudian tata cara puasa Syawal menurut Imam Waki’ dan Imam Ahmad adalah…
Umroh.com – Salah satu gorengan populer di Indonesia adalah risoles. Gorengan dengan paduan kulit renyah dan isian yang nikmat ini menjadi favorit dari anak muda hingga orang tua. Kita banyak melihat penjual kue tradisional menjajakan risoles sebagai salah satu barang dagangannya. Jika ingin membuat sendiri di rumah, ikuti cara dengan yang sudah dijelaskan dibawah ini. Risoles Isi Sayuran Bahan untuk Membuat kulit Tepung terigu (250 gram) Telur (1 butir)Air (secukupnya)Minyak goreng (3 sendok makan)Garam (secukupnya)Gula (secukupnya) Cara Membuat Kulit Risoles Masukkan tepung terigu ke dalam mangkok, lalu taburkan gula dan garam secukupnya. Aduk rata.Masukkan telur yang telah dikocok di tempat terpisah.Masukkan air sedikit demi sedikit, sambil terus diaduk. Hingga konsistensi adonan kental dan halus.Panaskan teflon yang telah dioles minyak, lalu tuang adonan secukupnya. Sembari menuang, putar teflon dengan tangan kiri agar seluruh permukaannya tertutup adonan tipis.Setelah bagian atas tampak kering, balik sebentar, lalu angkat dan sisihkan. Bahan untuk Membuat Isian…
Umroh.com – Sebagai bulan yang berada tepat sebelum Ramadhan, kita harus menaruh perhatian pada bulan Sya’ban. Terutama tentang larangan di bulan Sya’ban. Aisyah ra menuturkan, “Rasulullah memberi perhatian terhadap hilal bulan Sya’ban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Sya’ban sampai 30 hari.” (HR.Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i) Anjuran Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban Rasulullah bersabda, “Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR.An Nasa’i). Sementara istri beliau, Aisyah ra, menuturkan, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR.Bukhari dan Muslim). Larangan di Bulan Sya’ban…
Umroh.com – Nuzulul Quran ialah peringatan bersejarah yang biasanya diselenggarakan di bulan Ramadhan. Pada Nuzulul Quran, umat Islam memperingati turunnya Al Quran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (di langit dunia). Al Quran juga menyebutkan bahwa dirinya turun ketika bulan Ramadhan. Sebagai umat islam, perlu mengetahui tata cara memperingati malam nuzulul quran. Allah berfirman, “Bulan Ramadhan, bulan yang di padanya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS.Al Baqarah: 185). Baca juga : Puasa Tanpa Mandi Wajib, Sah atau Tidak? Tata Cara Memperingati Nuzulul Quran Jika ada sebagian masyarakat Indonesia terbiasa merayakan Nuzulul Quran dengan berbagai acara, kita juga bisa melihat bagaimana Rasulullah dan para Sahabat melakukan tata cara memperingati Nuzulul Quran. Tentu saja, peringatan turunnya Al Quran atau Nuzulul Quran tidak diperingati dengan berbagai acara meriah. 1. Diisi dengan Memperbanyak Membaca Al Quran Dari riwayat…
Umroh.com – Seorang wanita yang sedang hamil bisa memiliki kondisi yang berbeda. Kondisi fisiknya akan berpengaruh jika seorang wanita hamil dihadapkan pada ibadah puasa wajib. Ada wanita yang tidak menemui masalah untuk tetap berpuasa, namun tak sedikit yang kondisinya mengkhawatirkan jika dipaksa berpuasa. Untuk itu perlu diperhatikan menu buka puasa ibu hamil yang baik seperti apa. Kondisi fisik ibu hamil pada dasarnya membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk bayi yang sedang dikandungnya. Mereka yang tidak mampu berpuasa, boleh berbuka dan bisa mengqadha puasa di kemudian hari, atau membayar fidyah jika tidak mampu mengganti puasanya. Baca juga : Bacaan Niat Sholat Tahiyatul Masjid dan Hal yang Tidak Wajib Menu Buka Puasa Ibu Hamil yang Simple dan Mudah Sebenarnya, ibu hamil yang tidak kuat berpuasa termasuk dalam orang-orang yang mendapat keringanan puasa Ramadhan. Allah berfirman, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankan puasa (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan satu…
Umroh.com – Sunan Muria termasuk salah satu Wali Songo yang dimakamkan di Jepara. Makam beliau terletak di kawasan Gunung Muria, atau biasa disebut Colo. Tepatnya berada di Gunung Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Ini berbeda dengan lokasi makam Sunan Jepara yang berada di daerah perkotaan. Makam Sunan Muria di Jepara selalu dipadati banyak peziarah ketika bulan ramadhan dan juga lebaran. Baca juga : Berikut ini Dalil Tentang Ilmu Pengetahuan dalam Islam Siapakah Sunan Muria? Sunan Muria adalah salah satu wali yang tergabung dalam Wali Songo, yaitu sembilan wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Berdasarkan sejarah, ada beberapa kisah mengenai latar belakang Sunan Muria. Ada yang mengatakan bahwa Sunan Muria merupakan putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh, dan memiliki nama kecil Raden Umar Said. Sunan Muria kemudian menikah dengan Sujinah, anak dari Sunan Ngundung (R.Usman Haji). Cerita lain menyebutkan bahwa Sunan Muria adalah…
Umroh.com – Salah satu simbol toleransi dan akulturasi budaya bisa kita lihat dari Masjid Menara Kudus. Bangunan hasil karya Sunan Kudus ini merupakan perpaduan budaya, yang menjadikannya menarik untuk dikunjungi. Di sana juga ada makam Sunan Kudus, seorang Wali Songo yang berjasa menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Kita bisa mengunjungi makam Sunan Kudus di Kudus untuk merenungi kisah beliau. Baca juga : Hukum Musafir Puasa Ketika Melakukan Perjalanan Siapakah Sunan Kudus? Nama asli Sunan Kudus adalah Ja’far Shaddiq. Ayahnya bernama Raden Usman Hajji (Sunan Ngundung) yang juga seorang panglima Kesultanan Demak Bintoro. Ja’far Shaddiq lahir di Palestina, dan disebutkan bahwa kakeknya merupakan putra dari Sultan di Palestina. Buya Hamka dalam buku Sejarah Umat Islam menyebutkan Sunan Kudus sebagai keturunan Ali bin Abi Thalib. Ja’far Shaddiq muda menuntut ilmu tentang Islam di Al Quds, Palestina. Ia kemudian datang ke tanah Jawa dan berdakwah di sebuah kota bernama Tajug. Di sini,…
