Umroh.com – Bacaan qunut nazilah menjadi amalan yang disarankan MUI atau Majelis Ulama Indonesia untuk menjauhkan diri dari wabah. Doa qunut diharapkan agar Allah meridhoi usaha pencegahan dan pengobatan yang dilakukan menghadapi pandemik.
Bacaan Qunut Nazilah
Bacaan Qunut Nazilah merupakan salah satu amalan atau doa yang dianjurkan untuk dilakukan umat Islam saat ditimpa musibah. Sebenarnya, qunut nazilah ini tidak berbeda dengan bacaan doa qunut subuh. Namun pada qunut nazilah, dapat ditambahkan sesuai kepentingan yang berkaitan dengan musibah yang terjadi.
1. Bacaan Doa Qunut
Allaahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Innahu laa yadzillu maw waalaiit.
Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummuyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin.
Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan.
Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”
2. Doa qunut nazilah riwayat Umar bin Khattab
Lafal doa qunut nazilah ini tercantum dalam beberapa hadist Nabi Muhammad SAW.
Bacaan doa qunut nazilah:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ
اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ
اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ
Arab latin:
Allâhummaghfir lilmuminina wal muminât, wal muslimina wal muslimât, wa allif bayna qulübihim, wa aslih dhâta baynihim, wansurhum alâ aduwwika wa ala aduwwihim
Allâhummal an kafarata ahlil kitâbil-ladhina yukadh-dhibüna rusulak, wa yuqâtiluna awliyâ-ak
Allâhumma khâlif bayna kalimati-him, wazaizil aqdãmahum wa anzil bihim basakal ladhi lâ tarudduhu anil qawmil mujrimin
Bismillahirrahmannirrahiim
Allâhumma innâ nasta’înuka
Artinya:
“Ya Allah Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuhMu dan musuh mereka
Ya Allah Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasulMu, dan memerangi wali-waliMu
Ya Allah Cerai ceraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat
Dengan namaMu Ya Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Tuhan kami, kami memohon bantuanMu.”
Hukum membaca doa qunut nazilah
Membaca doa qunut nazilah tidak disyariatkan untuk selamanya. Pengikut mahzab Syafii berpendapat, doa qunut nazilah hanya dibaca ketika kaum muslim mendapatkan musibah atau bencana.
Ketika sudah terjadi bencana, maka kaum muslim mutlak membaca doa qunut nazilah sesuai mahzab Hanafi, Syafii, dan Hambali. Rasulullah SAW sendiri dikisahkan hanya membaca doa qunut nazilah saat kaum muslim mendapat musibah.
Cara membaca qunut nazilah
Doa qunut nazilah dibaca pada tiap sholat fardhu lima kali sehari dengan bacaan yang keras. Padahal bacaan saat sholat fardhu ada yang dikeraskan (jahr) untuk subuh, isya, dan maghrib serta serta pelan (sirr) untuk dzuhur dan ashar.
Terkait kondisi ini, ulama pengikut mahzab hanafi berpendapat doa qunut nazilah hanya dibaca pada sholat yang bacaannya dikeraskan. Sedangkan tiga mahzab lain berpendapat, doa tetap dibaca pada tiap sholat fardhu dengan suara keras. Doa qunut nazilah tidak perlu dibaca saat Sholat Jumat karena sudah cukup dengan adanya khotbah.
Itulah bacaan qunut nazilah. Semoga Indonesia bisa terbebas dari segala marabahaya ya. Aamiin yaa Rabbal ‘alamin.

