1
Haji

Ini Bagian Penting Ka’bah Wajib Diketahui

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Ka’bah merupakan pusat titik kiblat seluruh umat islam di dunia. Bagi Anda yang sudah pernah menjalankan ibadah haji atau umroh tentunya Anda tidak akan asing lagi jika mendengar penjelasan mengenai bagian ka’bah.        

Ka’bah sendiri merupakan pusat kegiataan para jamaah baik itu yang sedang berhaji atau umroh di tanah suci dengan cara thawaf mengelilingi ka’bah untuk memuliakan Allah SWT. Nah, untuk Anda yang belum tahu , simak uraian mengenai beberapa bagian dari ka’bah.

12 Bagian Ka’bah

1. Hajar Aswad

Dari banyaknya bagian-bagian ka’bah, Hajar Aswad jadi paling menarik. Hajar Aswad mulanya sebongkah batu besar dengan ukuran kurang lebih 30 cm. beberapa peristiwa yang terjadi pada saat itu membuat kini hajar Aswad hanya berbentuk pecahan kecil batu hitam berbentuk bulat lonjong sebesar ukuran biji kurma dengan dilapisi perak di dalamnya. Hajar Aswad terletak di sisi selatan ka’bah dan merupakan batu mulia yang berasal dari jannah.

2. Pintu ka’bah

Pintu ka’bah terletak disebelah timur laut. Ketinggian pintu ka’bah dari atas lantai adalah 2 meter. Pintu yang terbuat dari emas murni sebanyak 280 kilogram  ini menelan biaya lebih dari 13 juta riyal arab Saudi. Pintu ka’bah ini sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi bentuk maupun bahan baku pembuatannya. Untuk pintu saat ini merupakan hadiah dari Khalid bin Abdul Aziz, Raja Saudi.

Temukan ratusan paket umroh dari >30 travel umroh terpercaya izin Kemenag dan tersedia keberangkatan di >50 kota hanya di marketplace Umroh.com. Transaksi Aman, Ibadah Nyaman di Umroh.com.

Baca Juga: Persiapan Sebelum Ibadah Haji

Bagian Ka'bah
Bagian Ka’bah

3. Pancuran emas

Pancuran emas atau yang biasa disebut talang air (mizab) terletak dibagian tembok atas bagian ka’bah tepat berada diatas hijir ismail.

Pancuran emas ini dibuat untuk membuang genangan air dari atas atap jika sewaktu-waktu terjadi hujan atau ka’bah dalam proses pencucian. Mengapa talang air ini disebut pancuran emas, karena talang air ini berbahan tembaga yang dilapisi dengan emas, sehingga disebut lah pancuran emas.

webinar umroh.com

4. Syazarawan

Syazarawan merupakan bagian ka’bah yang berbentuk melengkung mengelilingi bagian bawah ka’bah sepanjang area tawafkecuali Al-hathim.

Syazarawan ini merupakan tembok yang sangat kuat dengan berbahan dasar batu marmer dibuat untuk melindungi ka’bah dari banjir dan demi menjaga keselamatan jamaah dan juga selimut ka’bah dari kerumunan banyak orang.

5. Hijir Ismail

Hijir Ismail adalah sebuah bangunan berbentuk setengah lingkaran yang dibangun oleh Nabi Ismail. Hijir Ismail terletak di sebelah utara bangunan ka’bah dengan tinggi tembok sekitar 3,11 meter.

Amalan mustajab yang bisa dilakukan di hijir Ismail yaitu doa dan menyampaikan hajat kepada Allah SWT serta menjadi muhrim dalam haji tamattu dengan melakukan salat dua rakaat sebelum ihram.

6. Multazam

Multazam terletak diantara hajar aswad dan pintu ka’bah dengan jarak kurang lebih 2 meter. Multazam ini merupakan tempat yang paling mustajab untuk berdoa.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw ialah multazam tempat berdoa mustajab, tidak seorangpun dari hamba Allah yang berdoa ditempat ini tanpa terkabul permintaannya.

Disunnahkan berdoa sambil menempelkan kedua tangan, dada, serta pipi ke multazam. Tentunya yang paling penting ialah niat tulus kita dalam berdoa dan beribadah selama di tanah suci.

Temukan ratusan paket umroh dari >30 travel umroh terpercaya izin Kemenag dan tersedia keberangkatan di >50 kota hanya di marketplace Umroh.com. Transaksi Aman, Ibadah Nyaman di Umroh.com.

Baca Juga: Perbedaan Haji Plus dengan Haji Reguler

Bagian Ka'bah
Bagian Ka’bah

7. Maqam Nabi Ibrahim

Maqam  yang dimaksud disini adalah bukan tempat peristirahatan terakhir Nabi Ibrahim, melainkan memiliki makna tersendiri yaitu “tempat berdiri”.

Maksudnya adalah batu tempat telapak kaki Nabi Ibrahim berpijak saat beliau berdiri untuk membangun ka’bah.bekas kedua telapak kaki Nabi Ibrahim sampai saat ini masih bisa terlihat jelas oleh kita dengan ukuran panjang 27 sentimeter, lebar 14 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter.

8. Rukun hajar aswad

Ka’bah memiliki 4 sudut yang disebut rukun, salah satunya adalah rukun hajar aswad. Dari sudut ini para jamaah haji/umroh memulai tawaf dan disudut ini pula lah jamaah mengakhiri tawaf. Rukun ini bisa disebut paling penting dan dimuliakan oleh Allah SWT.

Maka dari itu tak heran jika banyak jamaah haji atau umroh yang rela berdesakan dan berebut untuk mencium atau sekedar mengusap rukun hajar aswad.

9. Rukun yamani

Sudut ka’bah ini jika ditarik lurus ke selatan akan sampai di negeri Yaman, sebab itulah dinamakan rukun Yamani. Rasulullah ketika sedang tawaf tak pernah lupa untuk selalu menyempatkan diri untuk memegang rukun Yamani.

Sebab kebiasaan rasulullah tersebut lah para ulama menyimpulkan bahwa kegiatan memegang ataupun mengusap rukun Yamani dalam tawaf sebagai salah satu sunnah.

Baca Juga: 7 Tips Menjalani Umroh Lebih Lancar dan Tenang

Bagian Ka'bah
Bagian Ka’bah

10. Rukun syami

Sudut ka’bah yang menghadap ke arah barat laut. Disebut syami karena terletak pada arah negeri syam. Sudut ini tidak memiliki keutamaan khusus dan tidak disunnahkan pula untuk memegang nya saat tawaf. Maka dari itu rukun Iraqi selalu ditutup dengan selimut ka’bah.

11. Rukun Iraqi

Rukun Iraqi terletak di sisi utara jika ditarik lurus akan tiba di negeri Iraq. Rukun Iraqi merupakan salah satu sudut yang pernah bergeser dan mengalami sedikit pengurangan panjang sisi karena terbatasnya dana pada masa Quraisy.

 Sudut ini tidak memiliki keutamaan khusus dan tidak disunnahkan pula untuk memegang nya saat tawaf. Maka dari itu rukun Iraqi selalu ditutup dengan selimut ka’bah.

12. Selimut ka’bah (kiswah)

Kiswah merupakan kain berwarna hitam yang dihiasi tulisan kutipan Al Quran berwarna kuning emas. Merupakan pembungkus ka’bah yang terbuat dari sutra pilihan dan bersulam benang emas murni. Ukuran kiswah adalah 14 meter dengan tinggi 47 meter serta panjang dan beratnya mencapai 650 kilogram.