1
Sejarah Islam

Baiknya Pribadi Rasulullah, Bahkan Musuhnya Mengakuinya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Semasa muda, Rasulullah SAW bukanlah orang yang bergelimang harta. Karena sudah ditinggal ayah dan ibunya sejak kecil, Muhammad SAW tidak memiliki warisan dari orang tuanya. Warisan yang dimaksud adalah harta yang bisa menghidupi dirinya yang yatim piatu. Karena itulah beliau selalu percaya pada kemampuannya sendiri sejak masih muda.

Rasulullah Pernah Menggembala Kambing Saat Kecil

Muhammad SAW saat masih kecil pernah menjadi penggembala kambing. Pekerjaan itu diambilnya karena saat Rasulullah masih kecil dalam asuhan ibu asuhnya, beliau juga pernah menggembalakan kambing dengan saudara-saudara sepersusuannya.

Beranjak dewasa, Muhammad SAW mulai berdagang. Ia pernah berbisnis dengan saudagar kecil yang bernama As Said Ibnu Abis Saib. Kelihaiannya berdagang membuatnya kemudian membawa karavan dagang Khadijah ke negeri Syam.

Terkenal dengan Akhlaq-nya yang Baik

Di kalangan kaum Quraisy, Muhammad saw terkenal karena budi pekertinya yang baik. Rasulullah adalah seseorang yang jujur dan dapat dipercaya, sehingga kemudian masyarakat Quraisy menjulukinya Al Amin. Inilah yang membuatnya mendapat banyak kepercayaan dalam hal perdagangan.

Orang Quraisy mengenalnya sebagai seseorang yang memiliki banyak sifat-sifat baik, bahkan sebelum diutus menjadi Rasul. Muhammad SAW adalah seorang yang dikenal santun, penyabar, pemaaf, adil, tawadhu, dan pandai bersyukur. Beliau juga dikenal sangat menghormati orang tua, dan mengasihi orang lebih muda. Muhammad SAW dikenal dermawan, gagah berani, dan pemalu.

Dikenal Taat Sebelum Menjadi Rasul

Sebelum menjadi Rasul, Muhammad SAW dikenal sebagai seorang yang taat dan tidak pernah berbuat dosa besar. Beliau tidak pernah minum khamr, tidak pernah mau memakan binatang yang disembelih untuk dikurbankan kepada berhala, dan tidak pernah sekalipun mengikuti acara yang digelar untuk memuja berhala. Sejak remaja, Muhammad SAW sudah memiliki kebencian terhadap berhala-berhala yang ada di tanah kelahirannya itu.

Musuhnya Mengakui Kebaikan Akhlaq Rasulullah

Setelah beliau diangkat sebagai Rasul dan mulai menyebarkan Islam, tidak sedikit orang Quraisy yang menjauhi dan membencinya. Namun, di samping kebencian tersebut, mereka masih mengakui bahwa Rasulullah adalah seseorang yang memiliki akhlaq terbaik.

Salah seorang yang dikenal keras menentang Rasulullah adalah an-Nashr ibnu al-Harits. Musuh terbesar Rasulullah itu pun mengakui pribadi baik Rasulullah. An-Nashr pernah berkata, “Semasa ia muda, kamu suka padanya karena ia yang paling jujur, paling lurus perkataannya, paling setia menjaga amanat. Namun, setelah tumbuh uban di kepalanya karena membawa suatu seruan yang berguna untukmu, kamu tuduh ia seorang tukang sihir. Demi Allah, sekali-kali tidaklah ia tukang sihir”.

webinar umroh.com

Saat pemerintahan Emperor Heraclius berkuasa, ia pernah bertanya kepada Abu Sufyan, yang juga merupakan musuh Rasulullah. Kaisar Heraclius bertanya, “Sebelum ia membawa seruan ini, pernahkah kamu mengenalnya sebagai seorang pembohong?”. Abu Sufyan menjawab, “Tidak pernah sekalipun”.

Kaisar Heraclius kemudian berkata, “Kalau orang tidak terbiasa berdusta dalam urusan yang berhubungan dengan manusia, tentu ia lebih tidak berani berdusta dalam urusan yang berhubungan dengan Allah”.

 

Demikianlah pribadi Rasulullah. Karakter dan akhlaq-nya yang mulia membuat siapa saja kagum dan mengakuinya, bahkan termasuk musuhnya.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.