Umroh.com– Shalat tarawih adalah sholat sunnah yang disyariatkan pada malam bulan Ramadhan. Tarawih memiliki arti “waktu sesaat untuk istirahat.” Disebut demikian karena pada shalat tarawih ada waktu untuk beristirahat sejenak, khususnya setelah dua kali salam (empat rakaat). Masih ingatkah Anda waktu kecil dulu? Kadang kita semagat untuk mengerjakan ibadah sunnah ini, namun tidak jarang juga kita harus di paksa orang tua agar melaksanakan sholat tarawih ke mesjid. Namun yang menjadi catatan jangan sampe kita melaksanakan sholat tarawih tapi tidak melaksanakan puasa, Atau bisa saja melaksanakan puasa namun batal karena tidak tau hal-hal yang membatalkan puasa. Untuk itu mari kita simak tata cara sholat tarawih 11 rakaat berikut ini.
Waktu dan Jumlah Rakaat
Sholat tarawih disyariatkan pada malam bulan Ramadhan, waktunya mulai setelah shalat isya’ sampai akhir malam. Ia dikerjakan setelah sholat isya’ sebelum sholat witir. Boleh dikerjakan setelah witir namun tidak afdhal. Lama sholat witir perlu dipertimbangkan sesuai kondisi jamaah. Meskipun Rasulullah SAW mengerjakan sangat panjang waktunya, namun perlu dipertimbangkan agar tidak memberatkan jamaah, khususnya di zaman sekarang.
Rasulullah SAW mengerjakan sholat tarawih delapan rakaat lalu witir tiga rakaat. Namun waktunya lama karena bacaan beliau panjang-panjang. Di zaman Umar bin Khattab, shalat tarawih dikerjakan dua puluh rakaat, ditambah witir tiga rakaat. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa jumlah rakaat tersebut merupakan ijma’ sahabat pada waktu itu. Jadi, masalah jumlah rakaat shalat tarawih ini merupakan masalah furu’iyah yang para ulama memiliki hujjah sendiri-sendiri. Sebagian ulama shalat tarawih delapan rakaat karena berpegang pada hadits Aisyah yang menyebutkan sholat malam Rasulullah SAW baik di bulan Ramadhan atau bulan lainnya tidak pernah lebih dari 11 rakaat.
Sebagian ulama shalat tarawih 20 rakaat karena mengikuti kaum Muhajirin dan Anshar yang juga dilakukan pada masa khalifah Umar. Sebagian ulama lainnya shalat tarawih 36 rakaat karena mencontoh masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Menurut Ibnu Taimiyah, seluruh pendapat di atas bagus. Imam Ahmad juga berpendapat jumlah rakaat shalat tarawih tidak dibatasi; delapan rakaat boleh, 20 rakaat boleh, 36 rakaat juga boleh.
Keutamaan Sholat Tarawih
Menjalankan sholat tarawih memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa tentunya. Berikut ini keutamaan yang dapat diperoleh di antaranya yaitu :
- Diampuni Allah. Secara khusus, sholat tarawih yang dikerjakan dengan ikhlas akan mendatangkan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dosa-dosa terdahulu akan diampuni-Nya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Barangsiapa bangun pada malam bulan Ramadhan karena iman dan mengarapkan perhitungan dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)
- Sholat Sunnah Paling Utama. Sholat tarawih disebut juga sebagai qiyamu Ramadhan. Ia adalah sholat malam pada bulan Ramadhan. Karenanya, ia juga memiliki keutamaan sholat malam pada umumnya sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sholat yang paling afdhol setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR. An Nasa’i)
- Kemuliaan dan Kewibawaan. Orang yang sholat malam, termasuk sholat tarawih, akan dianugerahi Allah SWT kemuliaan dan kewibawaan. “Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR. Hakim; hasan)
- Kebiasaan Orang Shalih. Sholat malam merupakan kebiasaan orang-orang shalih terdahulu. Maka siapa yang mengerjakannya, ia pun dicatat sebagai orang-orang shalih sebagaimana mereka. “Biasakanlah dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)
Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat
Sholat tarawih disunnahkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid. Boleh 8 rakaat, 20 rakaat atau 36 rakaat sesuai kebijakan di masjid tersebut. Secara umum, ia dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam. Secara ringkas, tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu :
- Niat. Lafadz niat shalat tarawih sebagai makmum : Usholli sunnatat taroowihi rok’ataini ma’muuman lillahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”. Sedangkan niat shalat tarawih sebagai imam lafadznya sebagai berikut : Usholli sunnatat taroowihi rok’ataini imaaman lillahi ta’aalaa. Artinya: “Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala”
- Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
- Membaca surat Al Fatihah
- Membaca surat atau ayat Al Qur’an
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
- Membaca surat Al Fatihah
- Membaca surat atau ayat Al Qur’an
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- I’tidal dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
- Salam
Demikian diulangi hingga empat kali salam untuk yang delapan rakaat. Dan dilanjutkan dengan sholat witir. Demikian Tata Cara Shalat Tarawih 11 rakaat. Semoga dapat bermanfaat dan kita semua dimudahkan Allah SWT untuk mendirikannya selama bulan Ramadhan. Aamiin..

