Sejarah Islam Travel

Bethlehem, Kota yang Memiliki Makna dan Sejarah Penting Bagi 3 Agama

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kita tahu, jika Bethlehem sendiri adalah salah kota kota yang ada di negeri Palestina. Sebenarnya nama Bethlehem sendiri adalah Baitul Maqdis dalam versi Arabnya. Bethlehem sendiri dari 2 kata dalam Bahasa Arab yaitu Bayt Lahm yang memiliki arti “Rumah dari Roti “. Letak dari Kota Betlehem sendiri terletak di tepi Barat tengah, Palestina, sekitar 10 km (6,2 mil)  selatan Yerusalem. Kota ini memiliki populasi sekitar 25.000 orang. Perekonomi utama dari kota ini digerakkan oleh wisatawan.

Menurut Alkitab Ibrani, disebutkan bahwa Kota Betlehem dibangun sebagai kota yang dibentengi oleh Rehoboam, yang mengidentifikasi kota itu sebagai kota tempat Nabi Daud berasal dimana ia juga dinobatkan sebagai raja Israel. Injil Matius dan Lukas mengidentifikasi Betlehem sebagai tempat kelahiran Yesus. Betlehem dihancurkan oleh Kaisar Hadrian selama pemberontakan Bar Kokhba abad kedua, dan dibangun kemabali oleh Ratu Helena, ibu dari Konstantin Agung, yang menugaskan pembangunan Gereja Agung Kelahiran Yesus pada tahun 327 Masehi. Gereja rusak parah oleh orang Samaria, tetapi dibangun kembali seabad kemudian oleh Kaisar Justinian I.

Bethlehem menjadi bagian dari Jund Filastin setelah penaklukan Muslim pada tahun 637. Pemerintahan Muslim berlanjut di Betlehem sampai penaklukannya pada tahun 1099 oleh tentara Perang Salib, yang menggantikan pendeta Ortodoks Yunani di kota itu dengan seorang Latin. Pada pertengahan abad ke-13, Mamluk menghancurkan tembok kota, yang kemudian dibangun kembali di bawah Dinasti Utsmani pada awal abad ke-16. Pemerintahan di Bethlehem kemudian beralih kekuasaan dari Ottoman ke Inggris pada akhir Perang Dunia I. Bethlehem berada di bawah kekuasaan Yordania selama Perang Arab-Israel 1948 dan kemudian ditangkap oleh Israel dalam Perang Enam Hari di tahun 1967. Sejak Kesepakatan Oslo 1995, Bethlehem telah dikelola oleh Otoritas Palestina.

Betlehem sekarang memiliki penduduk yang mayoritas beragama Islam, tetapi masih merupakan rumah bagi komunitas Kristen Palestina yang jumlahnya cukup signifikan. Sektor utama ekonomi Bethlehem yang berasal dari pariwisata, memuncak selama musim Natal saat orang Kristen berziarah ke Gereja Kelahiran Yesus, dimana tradisi ini telah mereka lakukan selama hampir 20 abad. Bethlehem memiliki lebih dari 30 hotel dan 300 lokakarya kerajinan tangan. Makam Rachel, situs-situs suci orang Yahudi yang penting, yang kesemuanya terletak di pintu masuk bagian utara Bethlehem.

Bethlehem dalam bahasa Arab berarti Rumah Daging & Bahasa Ibraninya memiliki arti Rumah Roti. Dalam Maushu’ah al-Mudun al-Falisthiniyyah, kota ini dinisbatkan kepada Dewa Lahama, sehingga dinamakan Bait Lahama dan kemudian berubah lagi menjadi Bethlehem.

Kota ini mempunyai makna signifikan bagi Umat Kristiani karena dipercayai sebagai tempat kelahiran Yesus dari Nazaret (Holy Crypt). Disini didirikan Church of Navity, yang merupakan gereja yang disakralkan umat kristiani  serta merupakan mereja dengan usia tertua di dunia. Tahun 2012 UNESCO menetapkan Church of Navity sebagai warisan budaya dunia.

Selain bagi umat Nasrani. tempat ini juga mempunyai arti yang penting bagi pemeluk agama Yahudi karena dipercaya meruapakan tempat yang dipercaya sebagi tempat lahirnya Nabi Daud AS, yang merupakan raja paling populer serta memiliki arti paling penting bagi kaum Bani Israel yg merampas Jerussalem dari genggaman kaum Jebusit.

Di tempat ini juga dipercaya terdapat kuburan Rahel. Ketika Ya’kub AS dalam perjalanannya pergi ke Khalil (Hebron) tempat kuburan ayahnya Ishaq AS dan kakeknya Ibrahim AS serta istri mereka, kemudian mereka semua terpaksa berhenti di tempat ini karena istirnya tiba-tiba hendak melahirkan. Karena istrinya mengalami kesulitan dalam melahirkan Bunyamin, akhirnya ia wafat dan dikuburkan di kota tersebut. Di tempat ini pula menurut cerita Nabi Daud AS dan Sulaiman AS wafat dan juga dikuburkan.

Selain kedua agama tersebut, Agama Islam juga menganggap kota ini memiliki arti penting bagi mereka, walaupun terdapat pro dan kontra yang meyakini kota ini sebagai tempat kelahiran Nabi Isa AS. Di tempat ini Rasulullah SAW ketika Isra Mi’raj diperintahkan Jibril AS untuk turun dari Buroq, kemudian shalat dua raka’at sebagai ucapan salam penghormatan kepada Isa AS.

Kholifah Umar bin Khattab juga pernah mengunjungi tempat ini. Oleh sebab itu, tidak mengherankan juga jika kota ini mendapat perhatian khusus dari Umat Islam dengan sering mengunjunginya, karena Nabi Muhammad SAW juga telah memberikan kemuliaan terhadap tempat ini, dimana beliau pun pernah mengunjunginya bersama Malaikat Jibril dan shalat di dalamnya. Wallahu A’lam.