play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
News

Seperti Ini Bunyi Niat Sholat Jamak

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Menjamak sholat atau sholat jamak artinya mengumpulkan dua sholat fardhu untuk dikerjakan dalam satu waktu sholat. Ada dua macam sholat Jamak, yaitu Jamak Taqdim dan Jamak Takhir. Anda juga harus tahu bagamimana bacaan dan bunyi niat sholat jamak.

Jamak Taqdim ialah menjamak sholat di waktu sholat yang lebih awal. Misalnya menjamak sholat Dhuhur dan Ashar di waktu Dhuhur. Sementara Jamak Takhir ialah menjamak sholat dengan mengerjakannya di waktu sholat yang terakhir. Misalnya menjamak sholat maghrib dan isya’ di waktu sholat isya’.

Baca juga : Sering Dilakukan, Inilah Hukum Sholat Berjamaah di Rumah

Dalil Dibolehkannya Ibadah Sholat Jamak

Ketentuan sholat jamak diambil dari hadis yang dituturkan oleh Muadz bin Jabal. Muadz menuturkan bahwa jika Rasulullah melakukan perjalanan sebelum condong matahari atau masuk sholat dhuhur, beliau mengakhirkan sholat dhuhur untuk dijamak dengan sholat ashar di waktu ashar. Selain itu, jika Rasulullah melakukan perjalanan setelah matahari condong, maka beliau menjamak sholat dhuhur dan ashar di waktu dhuhur, baru kemudian beliau berangkat.

Jika Rasulullah melakukan perjalanan sebelum maghrib, maka beliau mengakhirkan sholat maghrib untuk dikerjakan secara jamak dengan sholat isya’ di waktu isya’. Sedangkan jika Rasulullah berangkat setelah masuk waktu maghrib, maka beliau melaksanakan sholat isya’ dengan dijamak dengan sholat maghrib. (HR.Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Dari hadis di atas, kita bisa memahami bahwa sholat yang boleh dijamak adalah Dhuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya’. Sedangkan sholat subuh tidak boleh dijamak, karena tidak ada dalil yang membolehkan. Hadis tersebut juga menjelaskan tata cara sholat jamak, yaitu dikerjakan dengan jamak taqdim atau takhir.

Mau dapat Tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Sebab Dibolehkan Sholat Jamak

1. Dalam perjalanan atau safar

Bepergian adalah melakukan perjalanan ketempat lain yang hendak dituju karena ada sesuatu kepentingan. Menjamak dua shalat ketika bepergian, pada salah satu waktu dari kedua shalat itu, menurut sebagian besar para ahli hukumnya boleh, tanpa ada perbedaan, apakah dilakukannya sewaktu berhenti, ataukah selagi dalam perjalanan.

2. Hujan

Diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah pernah menjamak sholat Maghrib dan Isya ketika sedang hujan di malam hari. Seseorang diperbolehkan untuk meleksanakan shalat jama’ apabila dalam keadaan hujan. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang berbunyi: Sesugguhnya Nabi saw menjama’ shalat Maghrib dengan shalat Isya’ disuatu malam yang sedang hujan lebat “. (HR. Bukhari).

3. Alasan Lain yang Menghalangi Sholat Wajib

Diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah pernah menjamak sholat dhuhur dan ashar dan antara sholat maghrib dan isya’ bukan karena rasa takut dan hujan (di riwayat lain dikatakan ‘bukan karena rasa takut dan safar’). Syaikh Abdullah Ali Bassam menjelaskan bahwa alasan Rasulullah mengerjakan sholat secara jamak saat itu adalah karena sakit. Wanita yang istihadhoh juga dibolehkan menjamak sholat, karena istihadhoh adalah salah satu penyakit.

Sementara Imam Nawawi menjelaskan bahwa sebagian ulama membolehkan menjamak sholat karena ada hajat yang menghalangi, selama tidak menjadi kebiasaan. Sahabat Ibnu Abbas pernah ditanya, “mengapa Rasulullah menjamak sholat bukan karena takut, hujan atau safar?”. Ibnu Abbas menjawab bahwa Rasulullah tidak ingin menyulitkan umatnya.

Ketentuan Sholat Jamak

1. Dikerjakan dengan Tertib dan Muwalat

Sholat jamak harus dilakukan dengan tertib. Maksud dari ‘tertib’ adalah mendahulukan sholat yang berada di waktu awal. Misalnya ketika akan mengerjakan sholat jamak taqdim Dhuhur dan Ashar, maka sholat yang pertama dilakukan adalah sholat Dhuhur.

Selain itu, sholat jamak juga harus dikerjakan dengan muwalat atau berurutan. Jadi, di antara kedua sholat tidak ada jeda yang lama. Setelah mengerjakan sholat yang pertama, maka harus segera melakukan takbiratul ihram untuk mengerjakan sholat yang kedua.

2. Dikerjakan karena Saat Sholat Kedua Masih dalam Perjalanan

Umroh.com merangkum, jika ingin mengerjakan sholat jamak taqdim, alasan yang diperbolehkan adalah karena diperkirakan pada sholat yang kedua masih dalam perjalanan. Walaupun perjalanan tidak mencapai batas diperbolehkannya mengqashar atau meringkas sholat.

Terlepas dari syarat itu, para musafir memang dibolehkan menjamak sholat antara dhuhur dan ashar atau maghrib dan isya di waktu yang disukai.

Sebelum mengerjakan sholat jamak, harus didahului dengan niat. Saat mengerjakan sholat jamak (baik taqdim maupun takhir), niat dilafalkan bersamaan dengan takbiratul ihram, pada sholat yang pertama.

Niat Sholat Jamak

1. Taqdim Dhuhur dan Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى

Usholli fardhodh dhuhri arba’a roka’aati majmuu’an bil ‘ashri jam’a taqdiimin lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya berniat sholat fardhu dhuhur empat rakaat dijamak dengan Ashar dengan jamak taqdim karena Allah Ta’ala”

2. Taqdim Maghrib dan Isya

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى

Usholli fardho maghribi tsalaa-tsa roka’aatin majmuu’an bil ‘isyaa-i jam’ataqdiimin lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat dijamak  dengan Isya’, dengan jamak taqdim karena Allah Ta’ala”.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Niat dalam sholat jamak takhir dibaca saat sholat yang pertama. Bunyi niat sholat jamak takhir dhuhur dan ashar sama dengan niat sholat jamak taqdim dhuhur-ashar. Sama halnya dengan bunyi niat sholat jamak takhir maghrib dan isya, sama dengan niat sholat jamak taqdim maghrib dan isya.

Facebook Comments