1
Category

Muslim Lifestyle

Category

“Aku bodoh”, “aku payah”, “aku tidak bisa apa-apa”. Ada anak-anak yang kerap melampiaskan emosi dengan mengucapkan kalimat negatif untuk dirinya. Ketika mereka berkata demikian, sebagai orang tua tentunya refleks untuk menghentikan kalimat itu. Kita akan sibuk berkata bahwa hal tersebut tidak benar. Anak yang kerap berkata negatif tentang diri sendiri biasanya mengalami kesulitan yang dipendam. Selain menghentikan kalimat negatifnya, lakukan 5 langkah ini untuk memahami kesulitan di dalam diri yang dialami mereka. Berempati Ketika anak mulai berkata negatif tentang dirinya, cobalah untuk memahami apa yang ia rasakan. Dengan berempati, orang tua jadi lebih mudah berkomunikasi dengan anak. Anak akan merasa bahwa orang tuanya tidak akan menghakiminya, sehingga ia lebih mudah percaya untuk bercerita. Sampaikan kalimat yang menunjukkan bahwa kita memahami apa yang dialaminya. Misalnya ketika ia mulai berkata dirinya bodoh saat mengerjakan matematika, sampaikan padanya “pelajaran matematika-nya sulit sekali, ya, Nak?”. Atau ketika anak merasa frustasi dan menjelek-jelekkan diri sendiri…