Umroh.com – Ada pepatah yang menyatakan “kebersihan itu sebagian dari iman”. Pernyataan itu memang benar adanya. Dari kebersihan yang kita miliki, maka akan mempengaruhi pola pikir untuk selalu menjaga kebersihan agar tetap selalu menjadi orang yang beriman mentaati peraturan yang berlaku. Apalagi Islam selalu mengajarkan kemaslahan dengan berpola hidup sehat dan bersih. Salah satu pola yang diajarkan dengan selalu cuci tangan. Siapa yang melakukan cuci tangan dalam rangka memenuhi anjuran ini, ia mendapatkan pahala.
Sunnah Mencuci Tangan
Mencuci tangan merupakan kebiasan yang kita lakukan sebelum dan sesudah makan. Biasanya kita mencuci tangan dengan subun batang atau cair. Agar bakteri dan virus tidak masuk kedalam pencernaan bersama dengan makan. Dan mencuci tangan biasanya dilakukan jikalau tangan kita kotor ataupun pada saat kita akan memasak. Berikut ini beberapa hal yang disunnahkan untuk cuci tangan, diantaranya.
Ketika berwudhu
Disebutkan dalam hadits Humran bin Aban rahimahullah tentang cara wudhu Utsman bin Affan radhiallahu’anhu :
فغسل كَفَّيْهِ ثلاثَ مراتٍ
“.. kemudian beliau membasuh kedua tangannya 3 kali”
Yang di akhir hadits, Utsman bin Affan mengatakan:
رأيتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم توضأ نحوَ وُضوئي هذا
“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu seperti wudhuku ini” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mencuci kedua tangan ketika wudhu hukumnya sunnah, tidak sampai wajib. Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni mengatakan:
وليس ذلك بواجب عند غير القيام من النوم بغير خلاف نعلمه
“Tidak mencuci tangan yang wajib kecuali ketika bangun tidur, hal ini tidak ada khilaf ulama yang kami ketahui“.
Ketika bangun tidur
Ketika bangun tidur disyariatkan untuk mencuci tangan sebelum memasukkan tangan ke dalam bejana atau melakukan aktifitas lainnya. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
إذا استيقظ أحدُكم من نومِهِ، فلا يَغْمِسْ يدَه في الإناءِ حتى يغسلَها ثلاثًا . فإنه لا يَدْرِي أين باتت يدُه
“Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka jangan mencelupkan tangannya ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali. Karena ia tidak mengetahui dimana letak tangannya semalam” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ulama berbeda pendapat apakah larangan mencelupkan tangan ke dalam bejana (semua tempat yang menyimpan air) di dalam hadits ini apakah makruh ataukah haram. Ulama Hanabilah berpendapat hukumnya haram dan mencuci tangan hukumnya wajib. Namun jumhur ulama berpendapat hukumnya makruh dan mencuci tangan hukumnya mustahab (sunnah).
Ketika sebelum makan
Dalam hadits dari Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata:
كانَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللهُ علَيهِ وسلَّمَ إذا أرادَ أن ينامَ ، وَهوَ جنبٌ ، تَوضَّأَ . وإذا أرادَ أن يأْكلَ ، أو يشربَ . قالت : غسلَ يدَيهِ ، ثمَّ يأكلُ أو يشربُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan:
يستحب غسل اليدين قبل الطعام وبعده, وإن كان على وضوء
“Dianjurkan mencuci tangan sebelum makan dan setelah makan, walaupun dalam keadaan punya wudhu“.
Ketika setelah makan
Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:
أكل كتفَ شاةٍ فمضمضَ وغسل يديهِ وصلَّى
“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memakan daging bahu kambing, kemudian beliau berkumur-kumur, mencuci kedua tangannya, baru setelah itu shalat” (HR. Ibnu Majah no. 405, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).
–Ketika tangan kotor
Secara umum ketika ada kotoran pada tubuh kita atau pakaian kita, hendaknya berusaha membersihkannya agar tampil bersih dan bagus. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمالَ
“Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim no.91).
Terlebih jika tangan yang kotor bisa mengganggu orang lain. Dari Abu Musa radhiallahu’anhu, ia berkata:
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْإِسْلَامِ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, amalan Islam manakah yang paling utama?’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Yaitu orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya”” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mencuci Tangan dengan Benar
Berikut 6 cara cuci tangan yang benar menurut standar WHO, diantarannya
- tuang cairan handrub atau sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar.
- usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
- gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
- bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
- gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
- etakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.
Mencuci tangan bisa menggunakan sabun baik yang cair maupun batangan atau antiseptik lainnya.

