1
Haji Umroh & Haji

Doa Haji Mabrur yang Harus Dilafalkan dan Dihayati

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Salah satu langkah untuk meraih haji mabrur adalah mengikuti rukun haji dengan baik, serta penuh penghayatan. Dalam setiap rukun haji, ada doa-doa yang harus dipahami oleh calon jamaah. Dengan penghayatan yang baik, jamaah haji akan merasakan kedekatan kepada Allah, serta merasakan keagunganNya. Berikut ini doa haji mabrur yang dianjurkan dibaca oleh jamaah haji agar memperoleh haji mabrur.

Doa Haji Mabrur

Ada sebuah doa memohon haji mabrur yang berasal dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Umar.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا

Allahummaj’al hajjan mabruuro, wa sa’yan masykuura, wa dzanban maghfuuro

Artinya: “Ya Allah, jadikan haji ini sebagai haji yang mabrur, sa’i yang penuh berkah, dan pengampun bagi dosa”.

Doa haji mabrur ini dibaca ketika jamaah haji telah selesai melakukan semua amalan dalam haji. Ucapkan doa setelah bertahalul, ketika selesai melempar jumrah ‘Aqabah di tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahr).

Bukan hanya untuk diri sendiri, namun jamaah juga dianjurkan saling mendoakan satu sama lain dengan doa haji mabrur ini.

webinar umroh.com

Baca Juga: Lebih Lanjut Ketahui Biaya Umroh di sini

Doa Niat Haji

Doa haji mabrur selanjutnya yakni haruslah amalkan doa niat haji. Dalam ibadah haji, niat disebut juga dengan ihram. Imam An Nawawi menjelaskan bahwa niat haji harus mantap di dalam hati, dilafalkan, serta diiringi dengan kalimat talbiyah. Imam An Nawawi menganjurkan agar calon jamaah haji berniat di dalam hati sambil dilafalkan. Doa niat Haji menurut Imam An Nawawi:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْت بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ

nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala, labbaik allahumma labbaik

Artinya: Aku niat haji dan berihram karena Allah SWT, aku datang memenuhi panggilanmu Ya Allah”.

Imam An Nawawi menjelaskan bahwa orang yang hanya melafalkan niat, tanpa mengucapkan atau memantapkan di dalam hati, bisa membuat ihramnya tidak sah. Akan tetapi, calon jamaah haji yang tidak melafalkan niat, namun tetap mengucapkannya di dalam hati ihramnya tetap sah. Itu karena hakikat niat sesungguhnya ada di dalam hati.

Baca Juga: Haji Mabrur: Pertian, Doa, Hadist, Ucapan, Ciri-ciri, dan Larangan

Doa Thawaf

Thawaf merupakan salah satu rukun haji yang dilakukan di Masjidil Haram. Untuk meraih haji mabrur, jamaah harus melakukan thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali Menurut Ibnu Umar, saat melakukan thawaf, Rasulullah mendatangi Ka’bah lalu memegang Hajar Aswad dan mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ

Bismillah, wallahu akbar

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar”.

Setelah itu, Rasulullah lari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran, dan berjalan antara rukun Yamani dan rukun Hajar Aswad. Sesampainya di Hajar Aswad, Rasulullah menyentuh batu hitam itu, lalu berkeliling empat thawaf sembari berjalan.

Doa saat thawaf selanjutnya dibaca di antara rukun Yamani dan rukun Hajar Aswad, yaitu doa sapu jagad (doa untuk kebaikan dunia akhirat). Abdullah bin Saib menuturkan bahwa ia melihat Rasulullah mengucapkan doa sapu jagad di antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad.

Dituturkan oleh Jabir r.a, setelah selesai melakukan thawaf, Rasulullah menuju maqam Ibrahim. Beliau berdiri dan memposisikan maqam di depannya, antara beliau dan Ka’bah.

Saat Thawaf, jamaah haji dianjurkan memperbanyak doa dan berdzikir. Doa dan dzikir sangat ditekankan saat melakukan thawaf. Karena itu, jamaah haji dianjurkan tidak bicara selain mengucapkan kalimat-kalimat dzikir, Al Quran, dan ucapan wajib lainnya.

Temukan ratusan paket umroh dari >50 travel umroh terpercaya izin Kemenag dan tersedia keberangkatan di >50 kota hanya di marketplace Umroh.com. Transaksi Aman, Ibadah Nyaman di Umroh.com.

Doa Wukuf

Wukuf merupakan puncak ibadah haji. Bertempat di padang Arafah, wukuf adalah inti dari ibadah haji yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Saat itu, jamaah dituntut untuk berdiam di area wukuf (mauqif). Walaupun dituntut berdiam, bukan berarti jamaah haji tidak melakukan apa-apa. Di sana jamaah disarankan melakukan ibadah dan membaca doa agar mencapai haji mabrur.

Ketika wukuf di Arafah, jamaah dianjurkan dalam keadaan suci, serta banyak berdzikir, melafalkan talbiyah, membaca Al Quran, berdoa terus menerus, merendahkan diri dan hati di hadapan Allah, sambil menghadap kiblat dan membentangkan kedua tangan. Berikut adalah lafal dzikir dan doa wukuf di Arafah yang dijelaskan oleh Syekh Nawawi Bantanti.

– Membaca Tahmid

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Alhamdulillaahi robbil ‘alamiin

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

– Membaca Talbiyah tiga kali

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaykallaahumma labbayk. Labbayka laa syariika laka labbayk. Innal hamda wanni’mata, wa ni’mata laka wal mulk laa syariika lak

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilanMu, Yaa Allah. Aku datang memenuhi panggilanMu. Aku datang memnuhi panggilanMu. Tidak ada sekuti bagiMu. Aku datang memenuhi panggilanMu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segenap kekuasaan adalah milikmu. Tiada sekutu bagiMu”.

– Membaca Takbir dan Tahmid Tiga Kali

اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Allaahu akbar wa lillaahil hamd

Artinya: “Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah”.

Baca Juga: Macam-macam Haji

– Doa Agar Dimudahkan Meninggalkan Maksiat

اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Alaahummanqulnii min dzulil ma’shiyati ilaa ‘izzit thaa’ah, wakfinii bi halaalika ‘an haraamik, wa aghninii bi fadhlika ‘an man siwaak. Wa nawwir qalbii wa qabrii. Wa a’idznii minas syarri kullih. Wajma’ liyal khayr. Innii as’alukal hudaa wat tuqaa, wal ‘afafaa, wal ghinaa.

Artinya: “Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilan aku dengan halalMu dari barang haramMu. Genapilah diriku dengan kemurahanMu dari dzat selain diriMu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepadaMu petunjuk, taqwa, kecukupan, dan keyakinan”.

– Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma rabbanaa aatinaa fid duniya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka”.

– Doa untuk Mengakui Dosa

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran kabiiran, wa innahuu laa yaghfirud dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfiratan min ‘indik, warhamnī innaka antal ghafuurur rahiim.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Engkau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan dari sisiMu. Kasihanilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Penyayang.”

– Doa Agar Istiqomah dalam Taubat

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تَصْلُحُ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي رَحْمَةً وَاسِعَةً أَسْعَدُ بِهَا فِي الدَّارَيْنِ وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوْحًا لَا أَنْكُثُهَا أَبَدًا وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الاِسْتِقَامَةِ لَا أَزِيْغُ عَنْهَا أَبَدًا

Allaahummaghfir lii maghfiratan tashluhu bihaa sya’nii fid daarayn, warhamnii rahmatan waasi‘atan as‘adu bihaa fid daarayn, wa tub ‘alayya taubatan nashuuhaa laa ankutsuhaa abadaa, wa alzimnii sabiilal istiqaamah laa aziighu ‘anhaa abadaa.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang membuat maslahat urusanku di dunia dan akhirat. Berikanlah aku rahmatMu yang luas dimana aku dapat bahagia di dunia dan akhirat. Bimbinglah aku dalam tobat nasuha dimana aku tidak akan melanggarnya lagi selamanya. Ikatlah aku di jalan istiqomah dimana aku tidak akan menyimpang darinya selamanya”.

Temukan ratusan paket umroh dari >30 travel umroh terpercaya izin Kemenag dan tersedia keberangkatan di >50 kota hanya di marketplace Umroh.com. Transaksi Aman, Ibadah Nyaman di Umroh.com.

Doa Melempar Jumroh

Lempar jumroh dilakukan jamaah haji di Mina, dengan menggunakan kerikil yang ditemukan di Muzdalifah. Ada tiga tugu yang harus dilempar dalam prosesi lempar jumrah, yaitu Jumrah Ula, Wustha, dan ‘Aqabah.

Saat melempar jumroh, Imam Al Ghazali mengajarkan doa berikut :

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا

Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhoan bagi Allah yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri”.

Baca Juga: Hukum dan Syarat Haji

Doa Sa’i juga Penting dalam Doa Haji Mabrur

Sa’i adalah rukun haji yang dilakukan dengan berlari kecil antara bukit Shofa dan Marwah. Menurut Imam Al Ghazali, sebelum melakukannya disunnahkan membaca niat Sa’I sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيمِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُولِهِ

Bismillahir rahmaanir rahiim, abda’u bimaa bada’allahu bihi wa rasuulihi.

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan RasulNya”.

Saat melakukan sa’i, dianjurkan membaca doa:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، كَبِيرًا وَالحَمْدُ لَِّلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allaahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, kabiiran walhamdulillaahi katsiiran wa subhanallaahi bukratan wa ashiilaa

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Maha besar Allah, segala puji bagiNya, dan Maha Suci Allah baik saat pagi maupun petang”.

Doa Tahalul juga Penting dalam Doa Haji Mabrur

Tahalul merupakan kondisi dimana jamaah haji telah dihalalkan untuk melakukan hal yang sebelumnya diharamkan saat melaksanakan ibadah haji. Selesainya ihram ini ditandai dengan mencukur rambut minimal tiga helai. Tahallul merupakan rukun haji, dan dilaksanakan setelah melakukan Sa’i.

Sebelum mencukur rambut, Imam Al Ghazali menganjurkan jamaah haji membaca doa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِكُلِّ شَعْرٍ نْورًا يَوْمَ القِيَامَةِ

Allahummaj’al likuli sya’ratin nuuran yaumal qiyaamati.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah cahaya untuk setiap helai rambut yang kupotong ini pada hari kiamat nanti”.

Selesai tahalul, dianjurkan membaca doa:

الحَمْدُ للهِ الَّذِي قضَى عَنَّا مَنَاسِكَنَا اللَّهُمَّ إِيمَاًنا وَيَقِينًا وَعَوْنًا وَاغْفِرْلنَا وَلِوَالِدَيْنَا ولِسَائِرِ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ

Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj’al hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami. Yaa Allah, tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan dan pertolongan serta ampunilah kami, kedua orangtua kami, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat”.

Temukan ratusan paket umroh dari >30 travel umroh terpercaya izin Kemenag dan tersedia keberangkatan di >50 kota hanya di marketplace Umroh.com. Transaksi Aman, Ibadah Nyaman di Umroh.com.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.