play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Fatima Al-Fihri, Sang Pendiri Universitas Pertama Di Dunia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kuliah adalah proses pembelajaran tingkat lanjut di bidang formal. Dimana di dalam perkuliahan terdapat pilihan prodi yang beragam dan boleh dipilih sesuai dengan minat serta bakat mahasiswanya. Sebagai seorang mahasiswa atau pernah merasakan bangku perkuliahan, pernahkah terbesit dalam benak anda dari mana asal usul dibentuknya universitas, siapakah manusia yang pertama kali mendirikan universitas dan dimana kah letak universitas pertama di dunia itu?

Mengenal Sosok Fatima Al-Fihri

Penggagas Universitas pertama di dunia ternyata ialah seorang perempuan Muslim. Dialah Fatimah al-Fihri, wanita Muslim yang merupakan seorang janda kaya raya yang bertekad menggunakan harta warisannya untuk mendirikan Universitas pertama di dunia. Tidak hanya sekedar pendiri, ide mengenai Universitas dan penentuan lokasinya pun semuanya berasal dari dia.

Baca juga: Kisah Hebatnya Istri Seorang Firaun yang penuh Haru

 Pada tahun 859, di kota Fes, Maroko, Fatimah mendapatkan izin dari penguasa setempat untuk mendirikan sebuah Universitas. Kehadiran Universitas ini nantinya akan mempunyai pengaruh yang besar bagi dunia pendidikan di wilayah Timur Tengah, Eropa, bahkan seluruh dunia. Nama dari Universitas pertama di dunia ini adalah Universitas Qairouan (Al-Qarawiyyin). Berdasarkan UNESCO dan the book Guinness World Records, Universitas Qairouan adalah Universitas pertama dan juga tertua yang memberikan gelar bagi para lulusannya.

Umroh.com merangkum, sebenarnya Fatima bukanlah penduduk asli Fes, dia berasal dari kota Qairouan, atau yang di masa kini dikenal dengan Tunisia. Pada waktu itu Qairouan merupakan kota pertama yang menjadi pusat studi Islam di Afrika. Ayah Fatima, Muhammad al-Fihri, merupakan pedagang sukses yang terpaksa memindahkan keluarganya sejauh lebih dari 1600 km dari Qairouan ke Fes di Maroko.

Fes, salah satu kota di Maroko sebagaimana kampung halaman Fatima adalah kota yang baru saja berdiri. Pembangunan kota Fes dibagi ke dalam dua tahap, pertama, pada tahun 789 oleh Idris I, dan kedua, pada tahun 808 oleh Idris II, yang mana merupakan putra dari Idris I sekaligus pewaris tahta kekuasaan.

Kehidupan Fatima Al-Fihri

Meski awalnya sempat menghadapi kesulitan ekonomi, keluarga Al-Fihri berhasil menjadi keluarga pedagang yang terpandang dan kaya raya. Dalam kurun waktu 10 tahun menetap di Ibu Kota baru tersebut ayah Fatima telah berhasil sukses kembali, dan saat dia meninggal, Fatima dan saudara-saudaranya mewarisi kekayaan yang sangat besar. Meski sedih kehilangan anggota keluarga, Fatima dan adiknya tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Mereka juga tidak sekadar kembali berdagang. Mereka ingin mencapai lebih dari itu.

Baca juga: Sudahkah Anda Sholat Hari Ini? Jika Belum, Lihat Jadwal Lengkapnya di Sini

Fatima bertanya-tanya, apa yang harus dilakukan dengan kekayaan baru ini? Ayah Fatima telah membesarkan Fatimah dan saudara perempuannya yang bernama Mariam untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Fatimah dan Mariam memutuskan untuk menggunakan harta mereka untuk membangun masjid dan sekolah bagi masyarakat setempat. Kompleks ini kemudian dikenal sebagai masjid dan sekolah Qairouan karena dibangun di bagian Fes di mana sebagian besar pengungsi dari Qairouan, Tunisia, menetap.

Awalnya, Qairouan memiliki fungsi keagamaan yang sama dengan masjid dan madrasah-madrasah lainnya, yaitu pengajaran tentang ilmu-ilmu tradisional Islam yang menjadi landasan ajaran Islam di mana pun. Tiga bidang studi utama bagi siapa saja yang sedang mempelajari ajaran Islam adalah sebagai berikut ini: Studi Ilmu Tafsir Al-Quran, Studi Ilmu Hadis, dan Studi Ilmu Fiqh.

Alasan Fatima Al-Fihri Mendirikan Universitas

Memang pada awalnya, pendidikan di Universitas Al Qairouan berfokus pada agama Islam dan ilmu hukum. Namun berkembangnya universitas ini kemudian membuka keilmuan lain yang juga dipelajari seperti Bahasa Perancis, Bahasa Inggris, retorika, logika, ilmu kedokteran, matematika dan astronomi. Bahkan, mahasiswa di Universitas al-Qarawiyyin tidak hanya muslim, akan tetap non-muslim juga memiliki peluang untuk belajar dan menjadi mahasiwa di universitas tersebut.

Baca juga: Yuk Rencanakan Umroh Bersama Keluarga dengan Cara Mudah Ini!

Tidak salah, Fatima al-Fihri, wanita hebat yang telah mendedikasikan 80 tahun umurnya untuk kemajuan peradaban dunia. Universitas yang mula-mula digagasnya dari pembangunan masjid, kini dijadikan rujukan oleh dunia. Fatima al-Fihri yang wafat pada tahun 266 H/880 M telah meninggalkan karya monumental yang menjadi karya sejarah besar dalam peradaban dunia. Namanya tercatat sebagai sosok perempuan yang memiliki cita-cita besar dan kukuh dengan prinsip yang dipegangnya. Wanita Muslim ini meneguhkan darma baktinya bagi umat dan peradaban.

Facebook Comments