Umroh.com – Hadits tentang bulan Safar adalah ketika Rasulullah SAW membantah bahwa bulan Safar bukanlah bulan yang sial. Sebagaimana diketahui, bulan Safar dianggap sebagai bulan yang sial sehingga diadakan banyak acara ritual untuk menolak bala serta takhayul yang masih dipercaya umat muslim di Indonesia.
Padahal, bulan Safar menjadi salah satu bulan Allah yang mulia bagi Allah SWT. Musibah yang menimpa manusia tersebut tidak akan terjadi kecuali dengan qadha dan qadar dari Allah SWT.
Hadits Tentang Bulan Safar
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW memberi penjelasan tentang umat yang tidak diperbolehkan untuk percaya pada sebuah penyakit bisa menular karena penyakit itu sendiri, namun penyakit yang menular tidak lain karena kehendak Allah SWT dan juga Qadah serta Qadarn-nya.
Dari AbuHurairah RA dari Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya beliau bersabda:
”Tiada kejangkitan, dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safhar”, kemudian seorang badui Arab berkata, “Wahai Rasulullah SAW, onta-onta yang ada di padang pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor onta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor onta betina yang berkudis tersebut?”
Kemudian Rasulullah SAW menjawab “Lalu siapakah yang membuat onta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?“. HR Buhari dan Muslim.
Bulan (Shafar) tersebut seperti kondisi bulan-bulan lainnya. Padanya ada kebaikan, ada juga kejelekan. Kebaikan yang ada datangnya dari Allah, sedangkan kejelekan yang ada terjadi dengan taqdir-Nya.
Telah sah riwayat dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau telah membatalkan keyakinan sialnya bulan Shafar tersebut. Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Shafar.” [HR. Al-Bukhari 5437, Muslim 2220, Abu Dawud 3911, Ahmad (II/327)]
Hadits ini telah disepakati keshahihannya. Demikian juga menganggap sial perbuatan menyilangkan jari-jemari, atau mematahkan kayu, atau semisalnya ketika akad nikah, merupakan perbuatan yang tidak ada dasarnya, tidak boleh meyakini hal tersebut. Bahkan itu merupakan keyakinan yang batil.
Keutamaan Bulan Safar
Keutamaan di bulan Safar seharusnya membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT agar pemikiran takhayul tak berdasar seperti itu dapat hilang.
1. Memperkuat Iman
Bulan Safar seperti halnya beberapa bulan yang lain dan sudah diberikan oleh Allah SWT bisa digunakan untuk melakukan banyak perbuatan amal serta ibadah yang sangat bermanfaat. Perbuatan amal serta ibadah juga menjadi cara meningkatkan iman dan takwa sebagai umat muslim.
“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Yunus : 107)
2. Meyakini Ketetapan Allah SWT
Allah SWT berfirman, “Katakanlah, ’Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At-Taubah : 51).
3. Menghindari Hal Syirik
Keutamaan lain dari bulan Safar adalah menghindari dari berbagai hal yang sudah bertentangan dengan ketauhidan hingga dapat menjerumuskan kita ke dalam hal syirik. Dengan itu, kita mengetahui jika hari Rabu terakhir di bulan Safar merupakan hari dimana Allah SWT banyak menurunkan musibah.
Akan tetapi, ini tidak berarti jika segala sesuatu yang sudah kita niatkan pada hari tersebut dan lalu dibatalkan maka terjadi karena musibah tetapi terjadi karena niat untuk ibadah atau penyebab lain yang menjadi penyebab amal ibadah ditolak.
4. Meningkatkan Taqwa Pada Allah SWT
Taqwa dan tawakkal juga harus dengan sadar betul jika segala sesuatu bisa terjadi atas kehendak Allah SWT sekaligus memperoleh manfaat tawakal lainnya, maka ketaqwaan juga semakin meningkat dan semakin rajin untuk beribadah seperti melaksanakan shalat wajib dan shalat fardhu dengan tujuan supaya bisa mendapat ridha dari Allah SWT.
5. Tauhid Disertai Dengan Tasbih dan Taubat
Tauhid yang dilakukan dengan disertai tasbih dan juga taubat seperti melaksanakan shalat taubat juga dilakukan supaya Allah SWT memberikan perlindungan bagi hamba-Nya dari segala macam marabahaya, kesulitan dan juga penderitaan.
“Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. al Anbiya: 88)
Seperti itulah hadits tentang bulan Safar. Semoga kita semua semakin sadar bahwa bulan Safar adalah bulan yang mulia dan bukan bulan sial.

