1
Serba-serbi Ramadhan

Harus Tahu, Ini Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Syarat wajib adalah syarat-syarat yang harus kita penuhi agar suatu ibadah bernilai sah. Jika ada satu syarat wajib yang tidak terpenuhi, maka kewajiban untuk melakukan ibadah tersebut otomatis gugur. Semua ibadah memiliki syarat wajib, termasuk puasa. Syarat wajib puasa Ramadhan telah dirangkum umroh.com sebagai berikut:

Syarat Wajib Puasa

1. Muslim

Seorang muslim wajib menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilakukan setiap muslim. Dari Abdullah bin Umar bin Khattab, Rasulullah bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, puasa Ramadhan” (HR.Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Inilah Penjelasan Tentang Niat Puasa Ramadhan

Seseorang yang bukan muslim tidak wajib untuk berpuasa. Bahkan puasanya tidak sah jika ia masih mengingkari Islam. Ditambah lagi, ia harus mempertanggungjawabkan apa  yang diyakininya dan dikerjakannya di dunia.

2. Baligh

Umroh.com merangkum, usia baligh ditandai dengan haid bagi wanita, dan keluar mani (dalam keadaan tidur atau terjaga) bagi pria.nAda batas minimal dan maksimal dari syarat keluar mani dan haid untuk menandai balighnya seseorang. Batas minimal keluar mani dan haid adalah sembilan tahun. Sedangkan batas maksimal jika seseorang belum haid atau keluar mani adalah 15 tahun.

Dari sini bisa dipahami bahwa puasa Ramadhan tidak wajib bagi anak kecil, yang belum memenuhi tanda-tanda baligh atau belum mencapai batas maksimal (jika tidak menampakkan tanda baligh).

Walapun puasa adalah ibadah wajib bagi yang baligh, ada pendapat ulama yang menjelaskan bahwa orang tua hendaknya sudah mulai melatih anak berpuasa di usia tujuh tahun, jika ia sudah mampu berpuasa. Jika di usia sepuluh tahun ia tidak mampu atau tidak mau berpuasa, maka ia boleh dihukum dengan dipukul. Cara ini dianjurkan agar anak terbiasa dengan ibadah ketika ia sudah baligh kelak.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

3. Berakal

Puasa Ramadhan wajib dilaksanakan bagi seorang muslim yang baligh dan berakal. Sementara mereka yang akalnya tidak sempurna (walaupun telah baligh) tidak wajib untuk berpuasa Ramadhan. Contoh orang yang tidak berakal adalah yang memiiki gangguan jiwa, atau yang hilang akal karena mabuk. Tetapi, jika seseorang mabuk dengan sengaja, sehingga ia hilang akal, tetap mendapat kewajiban mengganti puasa di hari lain (qadha) seusai bulan Ramadhan.

webinar umroh.com

Mengenai syarat wajib puasa ini, Rasulullah bersabda, “Pena diangkat dari tiga orang: orang yang tidur sampai ia terbangun, anak kecil sampai ia ihtilam (keluar mani), orang gila sampai ia berakal (sadar dari gilanya)” (HR.Abu Daud, An Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah).

4. Mampu Berpuasa

Puasa juga diwajibkan bagi orang yang mampu berpuasa, baik secara syar’i maupu fisik. Orang yang tidak mampu berpuasa secara syar’i misalnya adalah orang yang tengah haidh atau nifas. Orang-orang yang fisikya tidak mampu, misalnya sedang sakit berat, atau sudah berusia lanjut dan sakitnya tidak juga sembuh, maka tidak diwajibkan untuk berpuasa. Jika seseorang tidak mampu berpuasa, maka wajib untuk meng-qadha puasa di hari lain, atau membayar fidyah.

Tak hanya menjadi tamu Allah, umroh juga melancarkan rezeki Anda. Yuk temukan paketnya cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

5. Mengetahui Awal Bulan Ramadhan

Selain syarat wajib puasa di atas, puasa Ramadhan juga diwajibkan bagi muslim yang mengetahui awal bulan Ramadhan. Awal bulan Ramadhan bisa diketahui dengan melihat hilal, baik secara langsung, maupun melalui peralatan yang menunjang.

Biasanya, ada orang-orang yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menentukan awal bulan Ramadhan. Penentuannya dilakukan melalui proses pengamatan hilal atau bulan baru. Mereka adalah orang-orang yang persaksiannya bisa dipercaya, dan telah diambil sumpah.

Dengan penetapan hilal yang mereka amati, umat musim di suatu wilayah mengetahui awal bulan Ramadhan. Sehingga semua umat muslim di daerah itu terkena kewajiban untuk berpuasa wajib. Rasulullah bersabda, “Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari” (HR.Bukhari).

Rukun Puasa Ramadhan

Selain syarat wajib, kita juga perlu mengetahui rukun puasa Ramadhan. Hal-hal yang harus kita lakukan saat berpuasa ramadhan. Rukun Puasa Ramadhan ada dua. Pertama, niat. Kedua, menahan diri dari hal yang membatalkan puasa sejak dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Niat puasa Ramadhan hendaknya dilakukan sebelum mengerjakannya, yaitu di malam hari sebelum Sahur. Niat harus dihadirkan dalam hati, dan dalam niat itu harus ada penjelasan tentang kefardhuan ibadah puasa.  Sementara itu, hal yang bisa membatalkan puasa adalah makan, minum, muntah, hilang akal atau pingsan, berhubungan badan, dan sebagainya.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Batas waktu untuk menahan diri dari hal yang membatalkan puasa juga dijelaskan dalam Al Quran. Di bulan Ramadhan, kita dibolehkan makan dan minum dari malam hingga fajar tiba. Allah berfirman, “maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba” (QS.Al Baqarah: 187).

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.