play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Ini Hikmah Husnudzon Agar Kita Selalu Berprasangka Baik

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Sebagai makhluk sosial, dalam menjalani kehidupan manusia pasti bersinggungan dengan manusia lainnya. Manusia pun tidak bisa hidup sendirian. Mereka tetap membutuhkan manusia lainnya. Lalu apa hikmah huznudzon itu sendiri?

Maka dari itu, Islam mengajarkan agar kita sebagai manusia menjaga hubungan baik dengan sesamanya. Hal ini disebut dengan habluminannas. Manusia dianjurkan untuk berhubungan baik dengan sesamanya melalui berhusnudzon.

Baca juga: Inilah Ciri Orang Suudzon, Apakah Anda Memilikinya?

Pengertian Husnudzon

Umroh,com merangkum, secara bahasa, husnudzon berasal dari dua kata yakni husnu dan dzan yang memiliki arti berbaik sangka. Sedangkan secara istilah, husnudzon dimaknai dengan berbaik sangka terhadap segala sesuatu termasuk dengan ketetapan Allah yang diterima manusia.

Sementara itu ada suudzon yang menjadi kebalikan dari husnudzon. Sikap ini jelas dilarang dalam agama Islam. Kita tidak boleh menerka-nerka tanpa bukti dan tanpa diselidiki asal usulnya. Karena bisa terjadi permusuhan. Dalam surat Al Hujurat, Allah SWT berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan berdakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang” (QS. Al-Hujurat [49]: 12)

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Bersikap Husnudzon Terhadap Sesama

Bersikap husnudzon akan membawa keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia asalnya dari Allah Ta’ala, sedangkan keburukan yang menimpa manusia disebabkan dosa dan kemaksiatan manusia itu sendiri.

Sejatinya, tidak ada seorang pun yang bisa lari dari takdir yang telah Allah tetapkan. Tak ada satupun hal yang yang terjadi di alam semesta luput dari kehendak Allah SWT. Allah SWT telah menganugerahkan kepada manusia kemampuan untuk memilih dan berikhtiar. Segala perbuatannya terjadi atas pilihan dan kemampuannya yang harus dipertanggung jawabkan di akhirat nanti.

Seorang muslim pun wajib sopan santun terhadap saudara, karib-kerabatnya dan kepada orang-orang yang memiliki hubungan silaturrahmi, seperti kedua orang tuanya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya dan hilangkanlah perasaan su’udzon.

Adapun tujuan hidup berkeluarga Islami adalah memperoleh ridho dan rahmat Allah SWT sehingga bisa bahagia dan sejahtera di dunia ataupun di akhirat. Maka, agar tujuan tersebut tercapai, diperlukan adanya prasangka baik antar anggota keluarga.

Kemudian dalam kehidupan bertetangga. Kita hendaknya saling berprasangka baik dan jangan saling mencurigai. Husnuzan melahirkan sikap saling menghormati antar tetangga. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda,

Antara tetangga yang satu dengan yang lainnya hendaknya saling menghormati dan menghargai tetangganya.” (HR. Muslim no. 47)

Selain saling menghormati, kita juga harus berbuat baik kepada tetangga dengan cara melakukan perbuatan-perbuatan baik dan bermanfaat kepada tetangga dan tidak merugikan atau menyakiti tetangga kita. Karena Rasulullah bersabda”

Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim no. 46)

Apapun hal yang dapat menjaga dan memperkuat persaudaraan haruslah dijaga dan dipelihara. Dan segala bentuk yang dapat merusak ukhuwah harus dihilangkan. Agar hubungan ukhuwah islamiyah itu tetap terjaga dengan baik, salah satu sifat positif yang harus di lakukan adalah husnuzan atau berbaik sangka.

Karena itulah apabila kitia mendengar hal yang buruk terjadi terhadap saudara kita, kita sebaiknya ber-tabayyun yaitu mengecek terlebih dahulu sebelum mempercayai hal yang negatif.

Allah SWT berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. (QS. Al-Hujurat:6)

Mau jadi tamu istimewa Allah di Tanah Suci? Yuk temukan paketnya cuma di Umroh.com!

Hikmah Husnudzon

Memiliki sikap husnudzon adalah hal yang sangat dianjurkan. Sikap ini pun memiliki hikmah yang dapat kita ambil. Adapun yang pertama adalah melahirkan kesadaran antar umat manusia bahwa alam semesta ini berjalan sesuai dengan aturan yang telah Allah SWT tetapkan. Sejatinya, tidak ada sesuatu yang kebetulan.

Adapun yang kedua, husnudzon akan mendorong manusia untuk beramal dan bersikap baik dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat serta mengikuti hukum sebab akibat yang berlaku dan ketetapan Allah SWT.

Ketiga, sikap husnudzon juga akan mendorong manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang berkuasa atas segala sesuatu serta memiliki kehendak yang mutlak dan kebijaksanaan, keadilan, dan kasih sayang kepada makhluk-Nya.

Keempat, husnudzon akan menanamkan sikap tawakal dalam diri manusia karena menyadari bahwa manusia hanya bisa berusaha dan berdoa semaksimal mungkin, sedangkan hasilnya diserahkan kepada Allah sebagai zat yang menciptakan dan mengatur kehidupan manusia.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Terakhir yang kelima, sikap husnudzon dapat mendatangkan ketenangan jiwa dan ketentraman hidup karena meyakini apa pun yang terjadi adalah atas kehendak Allah SWT.

Itulah hikmah husnudzon dalam kehidupan kita. Semoga kita bisa menanamkan sikap ini ya! Jangan lupa share, komen dan like ya!

Facebook Comments