1
Sejarah Islam

Penuh Hikmah, Inilah Kisah Nabi Sulaiman dengan Semut

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Salah satu Nabi Allah yang dikaruniai kecerdasan dan kekayaan adalah Nabi Sulaiman. Beliau putra dari Nabi Daud as., sekaligus keturunan dari Nabi Ibrahim. Nabi Sulaiman mewarisi kekayaan Nabi Daud dan melanjutkan dakwah beliau. Berikut akan dijelaskan soal hikmah kisah nabi sulaiman dengan pasukan semut.

Umroh.com merangkum, Nabi Daud dan Nabi Sulaiman juga dikenal sebagai hamba mulia yang senantiasa bersyukur kepada Allah. Di dalam surat An Naml ayat 15 Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman”. 

Selain kekayaan berlimpah, Nabi Sulaiman juga dikaruniai kecerdasan luar biasa. Ia mampu memimpin seluruh makhluk di bawah kekuasaannya. Mulai dari jin dan para binatang. Allah mengkaruniakan kemampuan atau mukjizat pada Nabi Sulaiman hingga membuatnya bisa berkomunikasi dengan para jin, laut, angin, dan hewan-hewan. 

Baca juga: Ini Kisah Mencekam Nabi Sulaiman dan Malaikat Maut

Kemampuan dan Mukjizat Nabi Sulaiman 

Nabi Sulaiman dianugerahi beragam mukjizat. Ia mampu berkomunikasi dengan burung, seperti dikisahkan dalam surat An Naml ayat 16, “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”. 

Pada surat Saba ayat 12 dikisahkan pula Nabi Sulaiman mampu menaklukan angin sehingga ia mampu menyingkat perjalanan. Serta mampu memimpin para jin untuk bekerja kepadanya. Allah berfirman, “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala”. 

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

Kisah Nabi Sulaiman dengan Semut 

Di dalam Al Quran, diceritakan beberapa kisah tentang Nabi Sulaiman dan mukjizatnya. Tercantum kisah Nabi Sulaiman dengan Burung Hud-Hud dan Ratu Baliqis, serta kisah Nabi Sulaiman yang bisa berkomunikasi dengan semut. 

Kisah Nabi Sulaiman dengan semut tercantum di dalam surat An Naml. Suatu ketika, Nabi Sulaiman tengah melakukan perjalanan dengan para pasukannya. Pasukannya terdiri dari jin, manusia, dan burung. Mereka berjalan tertib dalam barisan bersama dengan Nabi Sulaiman. 

Dikisahkan oleh para ulama, bahwa saat itu Nabi Sulaiman tengah melakukan perjalnan ke wilayah yang kini dikenal dengan Thaif. Sampai di sebuah lembah, ada seorang pemimpin koloni semut yang berseru kepada anak buahnya dengan panik. Ia memerintah para semut untuk masuk ke dalam sarang agar tidak terinjak pasukan Sulaiman yang tidak menyadari keberadaan mereka.

Di Surat An Naml ayat 18 Allah berfirman, “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”.

Nabi Sulaiman mendengar perkataan sang raja semut itu. Di atas kendaraannya, Nabi Sulaiman tersenyum dan tertawa. Ia merasa bersyukur dengan kemampuan yang Allah karuniakan kepadanya. 

Beliau kemudian berdoa, yang diabadikan dalam surat An Naml ayat 19, “Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. 

Seketika, Nabi Sulaiman meminta agar pasukannya berhenti. Pasukan itu lalu merasa bingung dan bertanya-tanya dengan perintah Nabi Sulaiman. Kepada pasukannya, Nabi Sulaiman menjelaskan apa yang baru saja beliau dengar dari semut-semut yang ada di lembah itu. 

Nabi Sulaiman kemudian memerintah pasukannya untuk menunggu hingga semut-semut itu masuk ke dalam sarangnya. Setelah diketahuinya para semut sudah masuk ke dalam sarang mereka, barulah Nabi Sulaiman memerintah pasukannya kembali melanjutkan perjalanan.

Jadilah tamu Allah dengan temukan paketnya di umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Hikmah Kisah Nabi Sulaiman dengan Para Semut 

Kisah Nabi Sulaiman dan para semut tersebut diceritakan secara singkat di dalam Al Quran. Namun ada banyak makna yang bisa kita petik sebagai pelajaran. 

Pertama, dari Nabi Sulaiman, kita belajar untuk mensyukuri segala hal yang Allah berikan. Nabi Sulaiman diberi kemampuan oleh Allah yang membuatnya bisa memahami bahasa hewan, termasuk semut. Ia juga bisa berkomunikasi dengan para jin dan hewan yang ada di dalam pasukannya.  

Kemampuan luar biasa itu tidak membuat Nabi Sulaiman besar kepala dan melupakan Allah. Ketika Allah menunjukkan kebesaranNya lewat mukjizat yang dianugerahkan, Nabi Sulaiman langsung mengucap syukur atas nikmat Allah tersebut.  

Kedua, meneladani Nabi Sulaiman yang selalu mengingat Allah dan berdoa. Kita bisa melihat kalimat doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman ketika beliau bersyukur atas kemampuan yang dikaruniakan kepadanya. Walaupun ia adalah seorang Nabi, Nabi Sulaiman tetap meminta agar selalu diberi ilham untuk bersyukur dan beramal sholeh, serta meminta agar dirinya dan orang tuanya digolongkan dalam orang-orang sholeh. 

Ketiga, mencontoh perilaku Nabi Sulaiman yang bijak dalam memahami dan berempati. Setelah mendengar raja semut yang berseru kepada kaumnya, Nabi Sulaiman tidak serta merta merasa semena-mena dengan kekuasaan dan kekuatannya.  

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Kepada semut, makhluk kecil yang lemah itu, Nabi Sulaiman menunjukkan kebijaksanaan dan empatinya. Terlihat dari perintah Nabi Sulaiman kepada pasukannya untuk berhenti sejenak, dan menunggu para semut yang hendak kembali ke sarangnya.  

Demikianlah hikmah dari kisah Nabi Sulaiman dengan para semut. Semoga kita bisa meneladani perilaku terpuji Nabi Sulaiman.