play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Ini 12 Hukum Bacaan Tajwid untuk Membaca Al Quran

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Al Quran merupakan kitab suci yang dimiliki umat Islam sebagai pedoman hidup yang berisikan firman Allah SWT. Al Quran memiliki banyak keistimewaan, salah satunya adalah dengan cara membaca Al Quran yang berbeda dengan bacaan lainnya. Bahkan, cara berbicara orang Arab pun tak sama dengan membaca Al Quran.

Selain itu membaca Al Qur’an juga hal yang disunahkan oleh Allah SWT karena bacaan Al Qur’an akan menyelamatkan pembacanya di hari akhir. Sebagaimana yang disebutkan dalam dalil berikut ini.

“Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804].

Baca juga: Ini Loh 15 Makna Hujan dalam Al Quran!

Hukum Bacaan Tajwid

Umroh.com merangkum, membaca Al Quran harus disertai dengan tajwid yang benar. Karena ketika tajwid tersebut salah, artinya pun bisa berbeda. Dan sebelum membaca Al Quran, sebaiknya berwudhu terlebih dahulu.

Membaca Al Quran dengan tajwid yang benar adalah suatu keharusan bagi umat muslim. Maka, kita harus memahami hukum bacaan tajwid agar dapat membaca Al Quran dengan benar. Ini hukum tajwidnya!

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Hukum Bacaan Nun Mati atau Tanwin

Dalam Al Quran ada beberapa jenis bacaan yang harus dipahami, adapun yang pertama adalah hukum bacaan nun mati bertemu suatu huruf. Hukum ini dibagi dalam beberapa kategori.

1. Izhar Halqi

Izhar secara bahasa artinya jelas dan izhar halqi adalah hukum bacaan apabila nun mati atau tanwin bertemu dgn salah satu huruf izhar halqi. Adapun halqi sendiri berarti tenggorokan, maka cara mengucapkannya harus jelas juga, huruf-huruf tersebut antara lain alif atau hamzah(ء), kha’ (خ), ‘ain (ع), ha’ (ح) , ghain (غ), dan ha’ (ﮬ). Contoh bacaannya adalah  : نَارٌ حَامِيَةٌ

2. Idgham Bighunnah

Idgham Bighunnah artinya melebur disertai dengungan atau yang berarti memasukkan salah satu huruf nun mati atau tanwin kedalam huruf sesudahnya dan lafal dari idgham bigunnah tersebut haruslah mendengung jika bertemu empat huruf berikut yakni : nun (ن), mim (م), wawu (و) dan ya’ (ي). Contoh bacaan idgham bigunnah : مُّمَدَّدَةٍ عَمَدٍ فِيْ

3. Idgham Bilaghunnah

Idgham Bilaghunnah artinya melebur tanpa dengung atau memasukkan huruf nun mati atau tanwin kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai suara mendengung. Hukum bacaan tersebut berlaku jika nun atau tanwin bertemu huruf berikut lam dan ra’. Contoh bacaannya :  لَمْ مَنْ

Meskipun demikian hukum ini tidak berlaku apabila nun mati atau tanwin serta huruf tersebut tidak ada dalam satu kata contohnya  اَدُّنْيَا. Jika demikian nun atau tanwin tetap harus dibaca dengan jelas..

4. Iqlab

Iqlab adalah suatu hukum bacaan Al Quran yang terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan satu huruf saja yaitu huruf  ba’ (ب). Di dalam bacaan ini, bacaan nun mati atau tanwin tidak lagi dibaca sebagai nun atau tanwin berubah menjadi bunyi huruf mim (م). Contoh bacaan iqlab : لَيُنۢبَذَنَّ

5. Ikhfa’ haqiqi

Ikhfa memiliki arti menyamarkan, hukum bacaan ini berlaku apabila huruf nun mati atau tanwin bertemu dgn huruf-huruf ikhfa yakni  ta’(ت), tha’ (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), , fa’ (ف), qof (ق), dan huruf  kaf (ك).

Jika bertemu dengan huruf-huruf tersebut  maka nun mati atau tanwin tersebut  harus dibaca samar atau antara bacaan Izhar dan bacaan Idgham.  Contoh bacaan ikhfa haqiqi: نَقْعًا فَوَسَطْنَ

Mau jadi tamu istimewa Allah di Tanah Suci? Yuk temukan paket umrohnya cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"] 

Hukum bacaan Mim Mati

Selain itu, ada juga hukum bacaan yang didasarkan pada pertemuan mim mati dengan huruf tertentu diantaranya adalah sebagai berikut!

1. Ikhfa Syafawi

Ikhfa syafawi berbeda dengan ikhfa haqiqi yakni bukan nun mati yang bertemu dengan huruf ikhfa melainakan huruf mim mati (مْ) yang bertemu dgn huruf ba (ب). Ikhfa syafawi dibaca dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan  didengungkan. Contoh bacaan ikhfa syafawi : فَاحْكُم بَيْنَهُم

2. Idgham Mimi

Idgham mimi atau idgham mutamasilain sangat mudah diingat yakni ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf mim dan cara melafalkan bacaannya tersebut adalah membaca huruf mim rangkap secara mendengung. Contoh bacaan idgham mimi : كَمْ مِن فِئَةٍ

3. Izhar Syafawi

Hukum bacaan izhar syafawi berlaku apabila huruf mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (مْ) dan huruf ba (ب). Adapun cara membaca idzhar ini harus dilafalkan dengan jelas pada bibir sambil menutup mulut. Contoh bacaan ini : لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hukum Bacaan Idgham

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan dua jenis hukum bacaan idgham yakni idgham bilagunnah dan idgham bigunnah. Selain dua jenis idgham tersebut ada juga tiga jenis idgham yang lain yaitu:

1. Idgham mutamathilain

Idgham mutamathilain  adalah hukum bacaan yang terjadi apabila suatu huruf bertemu dengan huruf yang sama misalnya huruf dal bertemu dengan huruf dal contohnya  ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.

2. Idgham mutaqaribain

Idgham mutaqaribain  adalah bertemunya dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama, seperti huruf mim bertemu ba’, huruf kaf bertemu qaf contohnya: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ

3. Idgham mutajanisain

Idgham mutajanisain adalah hukum bacaan ketika dua huruf dengan makhraj yang sama tetapi tidak sama sifatnya bertemu seperti  huruf ta’ bertemu tha, lam bertemu  ra’ serta dzal dan huruf zha. Contohnya: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ

Hukum Bacaan Mad

Adapun selanjutnya adalah hukum bacaan Mad yang artinya melanjutkan. Secara istilah Ulama tajwid dan ahli bacaan Al Quran, mad diartikan sebagai pemanjangan suara. Lalu diketahui ada dua jenis mad dalam Al Quran yakni mad asli dan mad far’i.

Sedangkan huruf mad ada tiga yakni  alif, wau, dan ya’. Untuk menjadi bacaan mad, maka huruf-huruf  tersebut harus berbaris mati atau yang disebut dengan istilah saktah. Untuk mengukur panjang pendeknya suatu mad adalah menggunakan istilah harakat, seperti dua harakat, tiga harakat , empat harakat dan seterusnya.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Itulah hukum bacaan tajwid yang dapat kita pelajari bersama. Semoga dengan ilmu ini, bacaan Al Quran kita bisa lebih baik dan lebih giat dalam membacanya. Aamiin!

Facebook Comments