play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
News

Ini Hukum Mendengarkan Ghibah, Jangan Diabaikan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Ghibah diharamkan dalam Islam. Al Quran dengan jelas melarang kita membicarakan keburukan orang lain karena sudah terdapat, dan sudah tentu Hukum mendengarkan ghibah sudah jelas tidak diperbolehkan. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka.

Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS.Al Hujurat: 11).

Baca juga : Ghibah, Pengertian dan Jenis yang Diperbolehkan

Hukum Mendengarkan Ghibah Sudah Jelas Haram

Menurut Imam An Nawawi dalam kitabnya, perbuatan ghibah diharamkan untuk dilakukan, dan diharamkan pula mendengarkan atau menyetujuinya. Karena itu, Imam An Nawawi menganggap bahwa mencegah dan melarang perbuatan ghibah adalah kewajiban.

Saat kita mendengar seseorang mulai mengghibah saudaranya, kita wajib melarang jika tidak ada resiko (mudharat). Tetapi bila kita khawatir akan resiko atau bahaya jika kita melarang perbuatan ghibah, maka kita wajib mengingkarinya dengan hati. Kemudian meninggalkan majelis tempat terjadinya ghibah (jika memungkinkan).

Mau dapat Tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Dianjurkan Berpaling dari Mendengarkan Ghibah

Jika tidak mampu atau tidak mungkin meninggalkan majelis, tetap saja kita tidak dibolehkan mendengar, atau sengaja memberi perhatian dengan seksama.

Jika mengalami kondisi demikian, maka kita hendaknya segera berdzikir kepada Allah melalui lisan atau hati, atau berfokus pada hal lain. Sehingga kita tidak memperhatikan perbuatan ghibah. Dan kita bisa melepaskan diri dari dosa mendengarkan ghibah.

Para ulama menyarankan hal itu sesuai dengan firman Allah di dalam Al Quran. Allah memberikan petunjuk ketika ada orang-orang yang mengejek ayat-ayat Allah.

Allah berfirman, “Dan apabila kalian melihat orang-orang yang mengejek ayat Kami, maka berpalinglah dari mereka hingga mereka mebicarakan pembicaraan yang lainnya. Dan apabila kalian dilupakan oleh Syaithon, maka janganlah kalian duduk bersama kaum yang dzolim setelah kalian ingat” (QS.Al An’am: 68).

Allah juga berfirman agar kita meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat. “Dan apabila mereka mendengar lagwu (kata-kata yang tidak bermanfaat) mereka berpaling darinya” (QS.Al Qashash: 55)

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (QS.Al Mu’minun: 3).

Ingin Umroh atau Haji dengan harga yang terjangkau? Kunjungi Umroh.com dan dapatkan paket menarik!

Membela Seseorang yang Sedang Dibicarakan

Umroh.com merangkum, jika tidak bisa menghindar dari perbuatan ghibah, cobalah untuk memberi pembelaan kepada orang yang sedang dibicarakan. Caranya dengan menginformasikan hal-hal positif mengenai orang tersebut.

Jika itu bisa dilakukan, maka Allah akan melindungi kita dari api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah yang dituturkan oleh Abu Darda’. “Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah akan menolak api neraka dari mukanya pada hari kiamat”. (HR.Tirmidzi).

Jangan Mudah Menuduh Seseorang Tanpa Sepengetahuannya

Rasulullah pernah memberikan pembelaan kepada seseorang yang sedang dighibah. Untuk membela seseorang yang dighibah, kita bisa meniru Rasulullah yang memberikan pandangan positif dan bijak untuk meredakan ghibah.

Dituturkan ‘Itban bin Malik, suatu hari Rasulullah mendirikan shalat bersama para Sahabat. Setelah selesai, Rasulullah bertanya tentang seseorang yang tidak dijumpainya. “Di manakah Malik bin Addukhsyum?”, tanya beliau. Kemudian seorang lelaki berkata, “Ia munafik, tidak cinta kepada Allah dan RasulNya”.

Rasulullah pun bersabda, “Janganlah engkau berkata demikian, tidakkah engkau lihat bahwa ia telah mengucapkan ‘laa ila ha illallah’ dengan ikhlas karena Allah?, dan Allah telah mengharamkan api neraka atas orang yang mengucapkan laa ilaha illallah dengan ikhlas karena Allah” (HR.Bukhari dan Muslim).

Rasulullah juga pernah membiarkan seorang Sahabat yang memberi pembelaan keras ketika ada seseorang yang sedang dighibah. Dituturkan dari Ka’ab bin Malik, suatu hari Rasulullah dan para Sahabat sedang melakukan perjalanan jihad dalam perang Tabuk. Ketika sampai di Tabuk, Rasulullah duduk dan bertanya pada para Sahabat, “Apa yang dilakukan Ka’ab?”. Rasulullah ingin tahu mengapa Ka’ab tidak ikut berjihad ke Tabuk.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Tiba-tiba seorang lelaki dari Bani Salamah menjawab, “Wahai Rasulullah, ia telah tertahan oleh mantel dan selendangnya”. Mendengar jawaban itu, Mu’adz bin Jabal berkata, “Buruk sekali perkataanmu itu. Demi Allah, Wahai Rasulullah. Kami tidak mengetahui sesuatu pun dari dia melainkan hanya kebaikan”. Rasulullah kemudian diam. (HR.Bukhari dan Muslim).

Hukum Mendengarkan Ghibah sama sama tidak baik, sama seperti yang membicarakan, dan juga salah satu perbuatan yang dilarang. Semoga Allah selalu menjaga dan memberi hidayah kepada kita.

Facebook Comments