Umroh.com – Sebagai laki – laki muslim yang telah baligh melaksanakan ibadah sholat jumat ialah wajib hukumnya. Seperti penjelasan di dalam Al-Quran yang sudah disepakati para ulama. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 Allah Swt berfirman, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan shalat jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli,” (QS. Al-Jumu’ah: 9). Lantas apakah boleh mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur? Dan bagaimana hukumnya? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita simak penjelasannya.
Sholat Jumat Diganti Dengan Sholat Dzuhur
Dalam pandangan Allah SWT, sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yang diciptakan agar beribadah pada Allah SWT. maka tidak ada kegiatan yang lebih penting dari sholat jumat. Namun, dalam hal ini ada beberapa golongan tertentu yang diperbolehkan meninggalkan sholat jumat dan menggantinya dengan sholat dzuhur. Berdasarkan beberapa pendapat para ulama, team Umroh.com merangkum bahwa sholat Jumat boleh diganti dengan sholat Dzuhur, jika memang tidak memungkinkan seseorang menunaikan sholat Jumat dengan alasan syar’i. Misalnya, ketika seseorang sedang dalam perjalanan atau safar, atau dalam kesulitan, yang memang tidak memungkinkan seseorang tersebut untuk menunaikan sholat Jumat, maka orang tersebut diperbolehkan bahkan wajib mengganti sholat jumatnya dengan hanya melakukan sholat dzuhur empat rakaat dan itu hukumnya sah.
Nabi Muhammad Saw pada waktu itu dalam safarnya tidak menunaikan sholat Jumat, yang beliau tunaikan hanyalah sholat dzuhurnya. Atau ketika ada seseorang dalam kesulitan misalnya, dalam keadaan hauf (kesulitan), ada ketakutan, terkena bencana, ada banjir, ada badai, ada dingin yang sangat luar biasa, sehingga tidak bisa ke masjid, maka tunaikan sholat dzuhur di rumah, sebagai pengganti dari sholat Jumat.
Hal itu sah dilakukan, jika memang benar – benar dalam keadaan kesulitan yang amat tidak bisa ditolerir. Tapi tidak akan sah mengganti sholat jumat dengan sholat dzuhur jika urusannya kembali kepada pekerjaan, yang menjadikan Anda tidak bisa sholat jumat lagi. Hal – hal yang bisa ditinggalkan untuk beribadah kepada Allah bukanlah suatu alasan syar’i yang mengharuskan Anda untuk tidak melaksanakan sholat jumat berjamaah di masjid.
Soal rezeki seseorang itu sudah diatur oleh Allah Swt. jadi jangan takut kehilangan rezeki dan pekerjaanmu hanya karena mengerjakan sholat jumat. Sebab menurutnya haditsnya sohih, sebelum seseorang meninggal, semua rezeki akan diberikan kepada semua mahluk ciptaan Allah Swt. Anda melaksanakan sholat, atau Anda tidak sholat pun rezeki Anda tetap diberikan. Tapi celakanya, kalau Anda tidak sholat, akhirat Anda belum terjamin. Betul di dunia rezeki Anda sudah dijamin, tapi surga Anda belum dijamin penempatannya oleh Allah SWT.
Mengabaikan Sholat Jumat
Dalam hal ini barang siapa yang menyepelekan Sholat Jumat, maka sudah dipastikan pintu hatinya akan tertutup rapat.
Sebagai lelaki muslim dan beriman melaksanakan sholat jumat adalah wajib hukumnya.
Segeralah, sambut panggilan Allah, Tinggalkan transaksi, tinggalkan jual beli, dan jangan kau tinggalkan sholat Jum’at. Karena Siapa yang meninggalkan sholat Jumat 3 kali berturut-turut tanpa udzur syar’i, karena menyepelekan perintah Allah, maka Allah akan mengunci pintu hatinya, hidayah tidak akan masuk ke dalam telinganya, inilah adzab di atas adzab, karena adzab yang pertama kali ada di dalam hati, Hati terkunci, setelah hati terkunci, telinga tersumbat, setelah telinga tersumbat mata tertutup, kalau sudah telinga tersumbat, nasehat tak lagi bermakna, kalau sudah mata tertutup, segala yang dilihat tak lagi menjadi i’tibar pelajaran, itu semua berawal dari hati yang terkunci, salah satu yang menyebabkan hati terkunci, ialah meninggalkan sholat Jumat tanpa udzur syar’i.
Di dalam menjalankan ibadah Sholat Jumat, kita tidak hanya bertujuan untuk Sholat dua rakaat saja, tetapi juga mendengarkan Khotbah yang tentunya bermanfaat bagi kita sebagai tambahan ilmu kehidupan serta keagamaan dan memperkuat iman islam kita agar menjadi manusia yang lebih baik.
Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan keimanan kita dan semoga Allah SWT senantiasa memasukan kia ke dalam golongan orang – orang yang mendapat rahmat dan ridho dari Allah SWT. Aamiin

