1
Muslim Lifestyle

Hukum Silaturahmi Ternyata Wajib? Ini Faktanya!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Silaturahmi membawa banyak manfaat. Di antaranya, memudahkan rejeki dan memperpanjang usia. Namun lebih dari itu, ada penjelasan tentang hukum silaturahmi yang perlu kita ketahui.

Hukum Silaturahmi

Imam An Nawawi menjelaskan bahwa silaturahmi adalah berbuat baik kepada karib kerabat sesuai dengan keadaan orang yang hendak dihubungkan atau menghubungkannya. Menyambung tali silaturahmi bisa dilakukan melalui harta, memberi bantuan berupa tenaga, meluangkan waktu berkunjung, memberi salam, dan sebagainya.

Umroh.com merangkum, silaturahmi merupakan aktivitas penting yang diperintahkan Allah dan RasulNya. Jadi, hukum silaturahmi adalah wajib. Barangsiapa tidak melaksanakan akan dianggap berbuat dosa. Bahkan menurut para ulama, memutus tali silaturahmi termasuk satu dari sepuluh dosa besar.

Baca juga: 6 Manfaat Silaturahmi yang Wajib Diketahui

Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits. Rasulullah suatu ketika bertanya pada para Sahabat, “Maukah kalian aku beritahu tentang dosa terbesar di antara dosa-dosa besar?” Beliau mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali. Maka para sahabat menjawab: “Mau, ya Rasulullah”. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Berbuat syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua”. Perbuatan durhaka pada orang tua termasuk tindakan yang merusak hubungan silaturahmi.

Perintah Allah yang Menyiratkan Hukum Silaturahmi

Perintah silaturahmi tercantum dalam Al Quran. Allah berfirman, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS.An Nisa: 36).

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (QS.Al Isra: 26).

“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung” (QS.Ar Rum: 38).

Rasulullah Memerintah Kita untuk Menyambung Silaturahmi

Rasulullah juga bersabda, “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR.Bukhari).

Apabila kita tidak melaksanakannya atau sengaja memutus silaturahmi, maka akan ada dosa yang kita tanggung. Sebagaimana dituturkan Abu Bakrah, bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan balasannya bagi para pelakunya (di dunia ini), berikut dosa yang disimpan untuknya di akhirat, daripada perbuatan melampaui batas (kezaliman) dan memutus silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat)” (HR.Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Yuk jadi tamu istimewa Allah di Tanah Suci dan temukan paketnya di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"] 

Silaturahmi Bukan Kunjungan Balasan

Silaturahmi bukanlah perbuatan mudah. Untuk melaksanakannya, seseorang harus meluangkan waktu, tenaga, bahkan harta yang tidak sedikit. Beberapa orang masih harus mengalahkan gengsinya untuk bisa bersilaturahmi. Misalnya dia berpikir bahwa ‘Aku tidak mau bersilaturahmi jika ia tidak memulai duluan’.

Para ulama berpendapat bahwa tindakan demikian bukanlah esensi menyambung silaturahmi, melainkan hanya sebagai balasan. Setiap orang berakal pasti ingin membalas kebaikan dari orang lain. Namun sebagai orang beriman, kita harus merelakan semua hal yang menghalangi agar bisa melaksanakan perintah Allah.

Perilaku yang disebut menyambung silaturahmi adalah jika seseorang berusaha menyambung kembali silaturahmi setelah terputus atau diputus pihak lain. Sebagaimana sabda Rasulullah yang dituturkan Abdullah bin ‘Amr, “Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain” (HR.Bukhari).

Hukum Orang yang Menolak Menyambung Silaturahmi

Hukum silaturahmi adalah wajib. Jika ada orang yang menolak usaha menyambung silaturahmi dari saudaranya, maka ia akan mendapat balasan dosa dari Allah. Sedangkan bagi orang yang terus berusaha menyambung silaturahmi, ia akan mendapat pertolongan Allah.

Dituturkan oleh Abu Hurairah, dahulu ada seorang pria mendatangi Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya keluarga yang jika saya berusaha menyambung silaturahmi dengan mereka, mereka berusaha memutuskannya, dan jika saya berbuat baik pada mereka, mereka balik berbuat jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka”.

Rasulullah menjawab, “Kalau memang halnya seperti yang engkau katakan, (maka) seolah-olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah akan senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu” (HR.Muslim).

Abdurrahman bin ‘Auf juga menuturkan sebuah hadis dari Rasulullah. “Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya” (HR.Ahmad).

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Karena itu, hendaknya kita selalu berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan saudara dan kerabat. Ridho Allah akan turun bagi mereka yang senantiasa memelihara hubungan baik dengan orang-orang yang berhubungan darah dengannya. Seperti orang tua, saudara kandung, saudara sepupu, saudara dari orang tua, dan sebagainya.

Facebook Comments

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.