1
Muslim Lifestyle

Ingat 6 Hal Ini untuk Menjaga Agar Tetap Ikhlas Beribadah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Salah satu syarat diterimanya amal seorang muslim adalah meniatkan amalan ibadah dan perbuatan baiknya ikhlas karena Allah Ta’ala. Namun, seiring dengan naik dan turunnya iman seseorang, ada yang berbelok dari niat kita saat beribadah.

Tanpa niat yang ikhlas, ibadah menjadi kurang bermakna. Agar ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia, berikut adalah cara untuk menjaga agar niat di dalam hati tetap ikhlas, murni karena Allah.

Pastikan Tidak Melakukan Amalan karena Ingin Dilihat oleh Orang Lain

Seseorang yang beribadah harus menjaga agar amalan tersebut diniatkan hanya untuk Allah. Dengan begitu ia tidak akan berpikir tentang makhluk lain yang akan melihat atau memuji ibadanya. Jika kita niat beribadah karena Allah, maka Allah-lah yang akan membalas segala amal ibadah kita.

Namun jika kita beribadah karena ingin dilihat atau didengar orang lain, maka hanya itulah yang akan kita peroleh. Bahkan Allah akan sengaja memperlihatkan ibadah kita sebagai balasan dari amal yang telah kita lakukan. Hal tersebut sesuai dengan hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim, bahwa “barangsiapa yang memperdengarkan amal, maka Allah akan memperdengarkan hal itu, dan barangsiapa yang ingin memperlihatkan amalnya maka Allah akan memperlihatkan hal itu”.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa barangsiapa yang beramal untuk mendapatkan kedudukan dan gelar di hadapan manusia, dan tidak ingin beramal karena Allah, maka Allah akan menjadikannya sebagai bahan pembicaraan di tengah manusia, yang ia ingin mendapatkan kedudukan dari mereka namun tidak dapat pahala baginya di akhirat.

Fokus Meraih Ridha Allah

Seseorang yang memiliki niat yang ikhlas hanya akan peduli terhadap balasan dan ridha dari Allah. Karena itu, ketika ada orang yang memuji atau mencelanya, ia tidak akan mempedulikan hal tersebut. Pujian atau celaan tidak ada artinya bagi mereka. Untuk menjaga agar tetap ikhlas beribadah, fokuslah pada apa yang ingin kita raih, yaitu ridha dari Allah. Jangan biarkan syetan mempengaruhi hati dengan rasa senang atau sedih ketika ada yang memuji atau mencela kita.

Menyembunyikan Amal

Rasa ingin dipuji orang lain atau riya terkadang tidak bisa kita hindari. Wajar saja, karena sesungguhnya bisikan untuk riya itu datang dari syetan. Syetan ingin menghapuskan pahala kita dengan sikap riya. Karena itu, ketika ada bisikan-bisikan riya dalam hati, segera tepis dan mintalah perlindungan dari Allah SWT.

Untuk menjaga agar tetap ikhlas beribadah, lebih baik sembunyikan segala amal ibadah yang telah kita lakukan. Jika sejak awal kita memiliki tujuan untuk menyembunyikan amal, syetan tidak akan menggoda agar kita riya dengan amal yang tampak oleh orang lain.

webinar umroh.com

Mengusahakan Kualitas Ibadah dengan atau tanpa Dilihat Orang Lain

Ada saat-saat di mana kita memang tidak bisa menghindari pandangan orang saat beribadah. Ketika ini terjadi, jangan sampai kita memiliki niat untuk melebih-lebihkan atau membaguskan amal dengan tujuan dilihat orang lain. Jika kita dengan sengaja membaguskan amal di depan orang lain, lalu kembali biasa saja ketika sedang sendiri, bisa jadi kita telah terkena godaan untuk riya. Untuk menjaga agar tetap ikhlas beribadah, usahakan selalu meningkatkan kualitas amal di manapun kita berada. Ada atau tanpa dilihat orang lain. Luruskan niat hanya untuk meraih ridha Allah SWT

Pandanglah Selalu Kekurangan Diri saat Beribadah

Ibadah adalah hal yang baik. Namun jika terpaku pada banyaknya ibadah yang telah dilakukan, maka itu akan menjadi jalan bagi syetan untuk membisikkan riya ke dalam hati. Untuk menjaga agar tetap ikhlas beribadah, selalu kritisi ibadah yang kita lakukan. Lihatlah kekurangannya, dan selalu mohon ampun atas kekurangan kita dalam beribadah. Dengan begitu, kita tidak akan sempat berpikir untuk bisa dipuji orang lain.

Memandang Ibadah adalah Izin dari Allah, bukan Kekuatan dan Kelebihan Kita

Tangan dan kaki yang bergerak beribadah sesungguhnya merupakan izin dan hidayah dari Allah. Yakini hal tersebut dalam hati agar kita tidak merasa bangga karena telah berhasil melakukan ibadah.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.