play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Motivasi Muslim Lifestyle

Ingin Terhindar Dari Sifat Suka Pamer? Lakukan Hal-Hal Berikut

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pernahkah Anda melakukan sebuah amalan, lalu memamerkan atau menunjukkannya kepada orang lain dengan maksud untuk mendapatkan pujian? Berhati-hatilah, barangkali hati telah terjangkit penyakit riya’. Sifat riya’ sangatlah berbahaya. Riya’ bisa menghapus pahala, dijauhi oleh Allah SWT dan celaka di akhirat. Bahkan Nabi Muhammad SAW menggolongkan riya’ ke dalam syirik kecil. Sebagaimana sabda beliau:

  •  ” Sesuatu yang sangat aku takutkan yang akan menimpamu ilah syirik kecil . Nabi Muhammad saw ditanya tentang apa yang dimaksud dengan syirik kecil itu , maka beliau menjawab yaitu riya’. ” (HR.Ahmad)
  • “Menghindari sikap riya’ memang bukanlah perkara mudah. Sebab pada dasarnya sifat manusia itu senang dipuji. Hanya orang-orang tertentu berhati ikhlas yang bisa menghindari sifat riya’. Nah, berikut ini beberapa cara menghindari riya’ yang bisa Kita praktekkan.

Baca Juga: Ingin ke Baitullah? Bisa Temukan Berbagai Paket Umroh di Umroh.com

Luruskan Niat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

  • “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang memperoleh sesuai apa yang ia niatkan”. (H.R.Bukhari Muslim)
  • Cara menghindari riya’ yang pertama yakni dengan meluruskan niat. Ingatlah bahwa segala macam perbuatan kita bergantung pada niat. Apabila niat kita baik, Lillahi Ta’ala (hanya karena Allah SWT) maka insyaAllah itu akan dicatat sebagai pahala. Sebaliknya, jika terbesit rasa ingin dipuji oleh manusia maka perbuatan kita tidak memperoleh apapun. Bahkan bernilai dosa. Maka itu, sebelum melakukan sesuatu pastikan untuk memperbaiki niat dalam hati. (baca: Penyakit Hati Menurut Islam)

Berdoa dan Memohon Pertolongan Allah SWT

Manusia adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Kita bisa menghandle segala hal hanya dengan menggandalkan diri sendiri. Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk melibatkan Allah dalam segala urusan. Termasuk berlindung dari sifat-sifat yang tercela seperti riya’. Jangan pernah lelah berdoa kepada Allah agar diperkuat keimanan dan dilindungi dari bisikan syetan.

Baca Juga: Ghibah, Pengertian dan Jenis yang Diperbolehkan

Menyadari Kedudukan Diri hanyalah Seorang Hamba Allah

Kenikmatan dunia yang begitu memakau (seperti harta benda, kedudukan, wajah yang rupawan, dan keturunan) kerapkali membuat manusia menjadi sombong dan riya’ (pamer). Padahal semua kenikmatan tersebut adalah pemberian Allah SWT. Tapi manusia menganggap itu diperoleh dari usahanya sendiri. Na’udzubillahi mindzalik. Pemikiran inilah yang kemudian memicu munculnya penyakit hati. Hingga membawa manusia ke dalam kesesatan.

Hendaknya kita menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah. Ciptaan Allah. Tak ada yang kita miliki di dunia ini. Semuanya hanya titipan yang bersifat fana dan pasti akan musnah. Apabila hati kita sanggup menyadari hal tersebut maka insyaAllah kita akan terhindar dari sifat riya’.

Mengendalikan Hati

Berusahalah untuk dapat mengendalikan hati ini agar tidak sampai terbuai dengan segala macam bentuk pujian dari manusia. Sebuah pujian memang bisa memotiviasi diri untuk membuat kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Namun demikian, perlu kita ketahui juga bahwa terkadang pujian malah bisa menjadi racun hingga dapat membuat kita jadi riya’. Maka dari itu, cobalah sebisa mungkin untuk tidak berbangga diri. Ingatlah dan terus mengingat selalu bahwasannya apa yang kita lakukan saat ini semata-mata karena izin Allah SWT. Kita mampu beramal karena diberikan rezeki berkecukupan. Kita bisa sholat dengan sempurna karena diberikan kesehatan. Jadi berterimakasihlah pada Allah SWT.

Memperbanyak Bersyukur

Bersyukur dapat menjadi salah satu cara untuk dapat menghindarkan diri ini dari sifat riya’. Dengan memperbanyak rasa syukur kita kepada Allah SWT, tentunya akan membuat kita tidak akan terlalu mengharapkan pujian dari orang lain. Cukup Allah yang menjadi saksi hidup kita. Dan sering-seringlah mengucapkan Alhamdulillah. Jangan sampai kita pamer ibadah hanya agar banyak teman, agar dicintai, diagung-agungkan atau mungkin agar naik jabatan. Percayalah pujian dari manusia tidak akan berlangsung selamanya. Lebih syukuri apa yang ada dan niatkan segala sesuatu hanya untuk Allah SWT.

Baca Juga: Ingin Melanggar Aturan Syariat Dengan Alasan Darurat? Ketahui Dulu Definisinya

Selalu Mengingat Allah SWT

Telah dijelaskan dalam Al-Quran bahwasahnya syaitan tidak akan pernah lelah menggoda manusia menuju jalan yang sesat. Sebab itu, manusia harus sering meminta perlindungan kepada Allah, salah satunya lewat berdizikir. Aktivitas dzikir akan membuat kita terus mengingat Allah. Dengan demikian, syaitan akan sulit mencari celah untuk masuk. Umumnya orang-orang yang gemar berlaku riya; jarang sekali menyebut asma Allah, sebagaimana firmanNya:

  • “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nisaa’:142).

Sembunyikan Amal Kebaikan Seperti Menyembunyikan Aib

Cara selanjutnya untuk menghindari riya’ yakni dengan menyembunyikan ibadah dan amal-amal kebaikan. Tapi ibadah umum yang tidak bisa disembunyikan, seperti solat jamaah di masjid, membaca Al-quran atau puasa tak perlu ditutupi. Yang terpenting berusahalah ikhlas. Sedangkan ibadah yang bersifat pribadi seperti beramal ke masjid, bersedekah, solat tahajjud sebaiknya tak perlu dipamerkan. Cukup diri sendiri dan Allah Ta’ala yang tahu. Sembunyikan amal kebaikan layaknya kita menyembunyikan aib-aib dalam diri. Dengan demikian kita pun bisa terhindar dari pujian manusia dan jauh dari sifat riya’.

Ikhlas

Ikhlas adalah tiangnya sebuah amal shalih yang dilakukan seseorang agar dapat diterima oleh Allah SWT. Seseorang yang beramal dengan hati dan niat yang ikhlas dan tidak berharap pujian dari orang lain, maka insyaAllah amalnya akan diterima oleh Allah SWT.

  • Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. (HR. Muslim)

Ingat Kematian

  • Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR At-Trimidzi, An Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Jika memang sulit untuk menghindarkan diri ini dari perbuatan riya’, cobalah untuk memperbanyak dalam mengingat kematian. Baik di hati maupun lisan. Ingatlah selalu bahwasannya hidup ini tidak akan selamanya dan hanya sementara. Dengan demikian, pujian manusia tidak berarti apapun dan tidak mendatangkan pahala. Jadi, untuk apa mengejar pujian manusia? Pujian berlebihan justru bisa menjerumuskan manusia ke lubang neraka.

Baca Juga: Definisi Cadar dalam Islam

Lebih Giat Ibadah

Salah satu ciri orang yang suka riya’ biasanya ibadanya tidak rutin. Kadang solat, kadang tidak solat. Kebiasaan ini membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT. Hatinya semakin kosong, sehingga penyakit pun mudah ‘hinggap’. Berbeda dari orang-orang yang khusyu’ dalam beribadah. Mereka sering membaca doa, Al-Quran, bersolawat, solat juga rutin sehingga hatinya pun menjadi tenang dan tidak mudah tergoda dengan pujian manusia.

Baca Buku Agama

Orang yang tidak memiliki ilmu biasanya akan mudah terjerumus ke jalan yang sesat. Mudah ikut-ikutan orang lain atau pun suatu tren serta tidak memiliki prinsip hidup. Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan bahwa kebodohan dan kedzaliman adalah pangkal dari segala keburukan. Maka sebab itu, agar tidak terbawa pada keburukan maka perbanyaklah menggali ilmu pengetahuan. Khususnya ilmu agama. Karena agama menjadi perkara penting yang akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat.

  • Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda: “Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah)

Dengan memperbanyak membaca buku-buku tentang agama, kita akan bisa memperoleh berbagai macam pengetahuan tentang bahaya dari sifat riya’, dan juga perihal pahala-pahala yang telah dijanjikan oleh Allah SWT untuk orang-orang yang bersikap ikhlas. Dengan demikian, kita akan bisa semakin termotivasi untuk berbuat ikhlas.

Sadar bahwa Allah selalu Mengawasi

Cara lainnya yang dapat kita lakukan untuk menghindari riya’ adalah dengan menyadari sepenuhnya bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap perbuatan dan gerak-gerik kita. Bahkan ketika disaat kita sendirian. Walaupun kita tidak bisa melihat Allah, tapi Allah pasti selalu bisa melihat kita. Rasulullah shollalllahu alaihi wasallam telah bersabda:

  • “Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu” (hadist Muttafaqun alaih)

Selalu Mengingat Bahaya Riya

Sebagian dari kita mungkin masih menganggap bahwa riya’ adalah hal yang sepele. Bahkan terkadang kita tidak sadar bahwa telah melakukan riya’. Ketahuilah bahwa riya’ itu sifat yang sangat berbahaya. Riya’ tidak hanya membuat kita terjerumus ke neraka, tapi riya’ juga dianggap syirik kecil, menghapus amal pahala, dan dianggap lebih kejam dari fitnah Dajjal.

  • Dari Abu Sa’id Al Khudri, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Maukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih aku takutkan bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al Masih Ad Dajjal?” “Iya”, sahut sahabat. Beliau pun bersabda, “Syirik khofi (syirik yang samar) di mana seseorang shalat lalu ia perbagus shalatnya agar dilihat orang lain.” (HR. Ibnu Majah)

Baca Juga: Masjid Istiqlal, Masjid Terbesar se-Asia Tenggara

Hidup Sederhana

Walaupun kita memiliki banyak harta, kerabat atau teman, sebaiknya jangalah bersikap sombong. Cobalah untuk tetap sederhana dalam bersikap. Kesederhaan membuat kita menjadi sosok yang lebih baik, ikhlas, dan tidak mudah melakukan riya’. Tidak perlu memamerkan amalan kita agar dipuji. Cukup bertindak sederhana, orang lain pasti bisa menilai apakah kita benar-benar orang baik atau bukan.

Meminta Ampun kepada Allah SWT

Sering-seringlah meminta ampunan kepada Allah SWT. Kita sebagai manusia menyadari bahwasannya kita adalah makhluk yang menjadi tempatnya dosa dan juga khilaf. Terkadang kita juga suka bersikap pamer tapi tidak menyadarinya. Oleh karena itu, perbanyaklah beristighfar meminta ampun kepada Allah agar dosa-dosa kita dihapus oleh Allah. Dan teruslah memperbaiki diri dan bertaubat dari perbuatan-perbuatan yang tercela.

Baca Juga: Anda Dapat Download Aplikasi Umroh.com di Sini

Facebook Comments