play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Motivasi

Inilah 4 Tingkatan Kualitas Diri Seorang Mukmin

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

JAKARTA, Umroh.com — Sebagai umat muslim tentunya kita ingin menjadi seorang yang beriman dan menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. Mulai dari memperbaiki perilaku buruk hingga terus menjaga perilaku tersebut sampai menjadi orang yang baik dan berguna untuk sesamanya, serta taat dalam beribadah. Ada empat tingkatan kualitas diri seorang mukmin yang dihimpun oleh Umroh.com.

Dalam meningkatkan kualitas diri menjadi orang yang beriman, jangan lupa akan ibadahmu. Kamu bisa melihat jadwal sholat dan membaca Al Quran di aplikasi Umroh.com. Download gratis di sini!

Tingkatan-tingkatan kualitas seorang mukmin

1. Hijrah

Tingkatan kualitas diri seorang mukmin yang pertama adalah Hijrah. Tentunya sudah tak asing lagi dengan kata hijrah. Hijrah adalah suatu masa yang dialami manusia ketika mereka melakukan transformasi dari kegelapan menuju cahaya. Nah dalam tingkatan ini masih begitu banyak kekurangan dalam diri yang harus diperbaiki.

“Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah SWT niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya ( sebelum sampai ketempat yang dituju) maka sungguh telah tetap pahalanya disisi Allah SWT dan Allah SWTMaha Pengampun lagi maha penyayang” (Q.S An Nisa : 100 )

2. Hamasah

Tingkatan kualitas diri seorang mukmin kedua adalah Hamasah. Hamasah ini adalah masa ketika seseorang sudah mulai merasa semangat-semangat nya untuk mereka melakukan memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena terkadang diri seseorang masih sering dihinggapi rasa futur (down).

Futur sendiri adalah suatu pengertian untuk rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh – sungguh, dan penuh semangat. Dalam berhijrah tentunya akan ada banyak cobaan yang menerpa, hal ini mengakibatkan adanya futur.

Oleh karena itulah, untuk dapat menahan diri kita dari penyakit futur ini, kita dapat mencoba untuk selalu berusaha untuk dapat mendekatkan diri ini pada Allah SWT dan berteman dengan orang orang shalih juga shaliha, InsyaAllah kita selalu termotivasi untuk memperbaiki diri.

Teruslah meminta petunjuk oleh Allah SWT dengan tidak meninggalkan sholat 5 waktu. Di mana pun kamu berada, bisa melihat arah kiblat di aplikasi Umroh.com dengan download gratis di sini!

3. Istiqomah

Istiqomah ini adalah kondisi dimana iman relatif stabil karena sudah punya amalan andalan untuk menjaga agar hati tetap dalam semangat taqwa.

Istiqomah merupakan tingkatan kualitas diri seorang mukmin yang ketiga. Dalam tingkatan ini kita menemukan jati diri kita, konsisten kah kita atau hanya sekedar ingin tahu.

Istiqomah seringkali disebutkan untuk mereka yang betul-betul yakin kebenaran agama Islam, dengan tidak menukar dengan kepercayaan lain.

Selain itu juga untuk mereka yang konsisten dalam menjalankan ibadah dan menjauhi kemungkaran, maka malaikat akan turun 2 kali kepadanya, sebagaimana dalam Firman Allah:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Q.S Fushilat: 30)

Orang yang istiqomah selalu kokoh dalam menjaga aqidahnya dan tidak akan goyang keimanannya dalam menjalani tantangan hidup. Dihadapi oleh bermacam-macam hal yang haram, dicaci maki dan dipuji, sekali sudah konsisten maka tidak akan ada yang mampu merobohkan keistiqomahannya.

Bila ingin terus istiqomah, kamu juga bisa merencanakan perjalanan umroh. Temukan berbagai paket umroh dengan harga terbaik di Umroh.com

4. Qudwah

Qudwah ini adalah mereka yang istiqomah dan mampu memberikan banyak manfaat kepada umat, sehingga mereka dijadikan contoh dalam kebaikan.

Dalam tingkatan ini seseorang telah menjadi teladan dan panutan untuk menyiarkan agama, dan memberikan motivasi motivasi, manfaat manfat kepada umat.

Baca Juga: Tanda-tanda Lemahnya Iman Anda

Facebook Comments