News Sejarah Islam

Inilah Alasan Tahun Kelahiran Nabi Disebut Tahun Gajah Beserta Motif Penyerangan Pasukan Bergajah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Mungkin masih banyak yang belum tahu, mengapa tahun kelahiran Nabi Muhammad disebut  tahun gajah. Mengapa kelahiran Nabi Muhammad disebut tahun gajah alasan utamanya ialah menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW, terjadi peristiwa penyerbuan ka’bah oleh tentara bergajah yang dipimpin Raja Abrahah. Saat itu Ka’bah sendiri memang menjadi sasaran penghancuran tentara Raja Abrahah dari Yaman. Tahun gajah terjadi pada tahun tahun 571 Masehi, yang juga bertepatan dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad. Karena itulah tahun kelahiran Nabi Muhammad disebut dengan Tahun Gajah.

Namun, mungkin masih banyak juga yang tidak mengetahui pasti motif utama dari penyerangan pasukan bergajah ini. Dr Jawad Ali dalam Sejarah Arab sebelum Islam menerangkan beberapa alasan yang menjadi penyebab terjadinya penyerangan ke Mekkah. Seperti Al Qurtbi yang menjelaskan kebakaran Al Qullais menjadi penyebabnya karena beberapa orang Quraisy yang menuju wilayah Najasyi menyalakan api untuk memasak namun lupa mematikannya. Api tersebut kemudian membakar Al Qullais. Al Qullais sendiri merupakan gereja yang menjulang tinggi yang memang sengaja diperintahkan Raja Abrahah untuk dibangun guna menyaingi Ka’bah.

Sebagian riwayat lain menjelaskankan jika penyerangan ke Ka’bah diawali dari penjarahan pasukan Abrahah di Thaif. Para penduduk Thaif yang tertindas menunjukan Ka’bah merupakan bangunan yang paling dihormati, orang yang bisa menaklukannya berarti sempurnalah kekuasaannya. Setelah pengrusakan Al Qullais, Abrahah sangat marah besar, karena bangunan tersebut juga merupakan bangunan yang begitu dihormati oleh Abrahah, yang dianggapnya sebagai saingan ka’bah. Untuk itu pun doa menyuruh pasukannya ke Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah. Dia juga mengikutsertakan 15 ekor gajah dalam rencana serangannya itu. Darisinilah pasukan ini disebut Tentara Bergajah dan tahun terjadinya peritiwa penyerbuan Abrahah ke Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah disebut tahun gajah (Amul Fiil).

Dalam perjalananya ke Mekkah, pasukan Abrahah sering menerima hadangan dari para penduduk yang tidak setuju dengan rencananya menghancurkan Ka’bah. Meski begitu, pasukan Abrahah tetap melakukannya. Ketika sudah sampai di Thaif, rombongan pasukannya pun berhenti. Abrahah menyuruh anak buahnya yang bernama Al Aswad bin Maqshud untuk lebih dulu melakukan beberapa aksi seperti merampas harta dan binatang ternak milik masyarakat Mekkah. Abdul Muthalib Ibnu Hasyim (Kakek Nabi Muhammad) adalah salah satu korbannya. Sejumlah 200 ekor unta milik Abdul Muthalib dirampas Abrahah.

Ketika tiba di Mugammas, Abrahah menyuruh anak buahnya yang bernama Hanathah Al Himyari mencari informasi mengenai pemuka atau tokoh Kota Mekkah. Anak buah Abrahah itu akhirnya menjumpai Abdul Muthalib setelah mendapatkan informasi jika Abdul Muthalib adalah seorang pemimpin dan tokoh di kota Mekkah pada waktu itu.

Para anak buah Abrahah pun memberi tahu Abul Muthalib jika maksud kedatangan rombongan Raja Abrahah ke Mekkah, yakni bukan bertujuan untuk memerangi penduduk Mekkah tetapi untuk menghancurkan Ka’bah. Setelah itu Abdul Muthlib pun dibawa untuk berjumpa dengan Abrahah. Ketika bertemu Abrahah, Abdul Muthalib meminta harta dan unta-unta miliknya yang dirampas agar dikembalikan. Abdul Muthalib tak gentar dengan ancaman Abrahah yang bermaksud menghancurkan Ka’bah. Meski penduduk Mekkah tidak memiliki kekuatan untuk memerangi kekuatan pasukan Abrahah, namun Abdul Muthalib percaya jika Ka’bah dijaga olehAllah. Setelah bertemu dengan Abrahah, Abdul Muthalib mendatangi Ka’bah untuk berdoa. Kemudian dia menyuruh masyarakat Kota Mekkah pergi dan agar dapat menemukan tempat untuk berlindung.

Di sisi lain pasukan Abrahah pun pergi menuju Mekkah. Ketika tiba di pintu Kota Mekkah. Abrahah mengumpulkan dan menghimpun gajah-gajah yang dibawanya untuk masuk ke dalam kota Mekkah. Akan tetapi, gajah-gajah tersebut tidak mentaati komando dari pasukan-pasukan Abrahah. Gajah-gajah yang dibawanya hanya duduk dan berputar-putar setelah itu kembali ke tempat semula seperti orang kebingungan.

Saat para pasukan gajah sedang kebingungan, datanglah sekelompok burung (ababil) beramai-ramai ke arah pasukan Abrahah. Burung-burung lalu menjatuhkan batu-batu yang dibawanya. Pasukan Abrahah pun panik apalagi mereka pun terserang penyakit cacar yang datang tiba-tiba. Dalam sekejap pasukan Abrahah pun berguguran. Pasca kejadian tersebut, Terjadi perubahan cuaca di Mekkah yang menyebabkan kota itu dilanda hujan lebat hingga akhirnya terjadi banjir. Banjir itu juga menghanyutkan mayat-mayat pasukan Abrahah ke laut.

Berdasarkan penuturan Prof Mukhtar, bangsa arab lalu menanggalkan (menjadikan suatu tanggal) atas peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di kalangan mereka sebagai Amul Fiil tahun gajah. Tahun terjadinya peristiwa ini mereka jadikan awal perhitungan tahun, dimana bulan pertama tetap bulan Muharam. Sebelum peristiwa ini terjadi, penanggalan yang dibikin oleh mereka didasarkan pada peristiwa penting dengan meninggalnya Qushai, sebab Qushai sendiri merupakan seorang pemimpin mereka yang agung dan dia meninggal pada tahun 480 Masehi.

Penyerbuan pasukan Abrahah ke Mekkah untuk meruntuhkan Ka’bah terjadi pada 12 Muharram tahun 1 Tahun Gajah atau Amul Fill yang bertepatan dengan 2 Maret 571 Masehi. Menurut riwayat Ibnu Hisyam dari Ziad Ibnu Abdillah Al Kufi dan dari Muhammad Ibnu Ishaq, Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1 Aumul Fiil. Tetapi apabila didasarkan pada Ilmu Falak Mesir, Mahmud Pasha menuturkan jika Nabi Muhammad lahir pada tanggal yang bertepatan dengan 20 April 571 M. Entah mana yang benar akan tanggal kelahiran Nabi Muhammas SAW. Wallahua’alam bishawab.