umroh.com

Jangan Pilih Kasih, Islam Anjurkan Berbuat Adil Kepada Anak

Tepe Raget2 menit baca

Jangan Pilih Kasih, Islam Anjurkan Berbuat Adil Kepada Anak

Berlaku adil terhadap para anak, sepatutnya dilakukan orang tua. Namun tidak jarang anak merasa orang tua lebih menyayangi saudaranya yang lain ketimbang dirinya. Lantas bagaimanakah hukumnya apabila orang tua mengutamakan salah satu anak atau sering kita menyebutnya dengan pilih kasih?

Orangtua haram hukumnya lebih mengutamakan anak tertentu daripada yang lain. Hak istimewa yang dimaksud termasuk dalam pemberian maupun dalam hal lainnya yang tidak memiliki dasar atau kebutuhan yang jelas dan benar.

Ketidakadilan tadi bisa saja menimbulkan anak yang lain menjadi iri bahkan kesal yang kemudian menjadi muasal kemarahan dan rasa dendam kepada saudaranya sendiri.

Rasulullah pernah bersabda, “Bersikap adillah di antara anak-anak kalian! Bersikap adillah di antara anak-anak kalian! Bersikap adillah di antara anak-anak kalian!” (HR. Ahmad; 9174)

Munculnya hadits tadi berawal dari kisah istri Bayir ibn Sa’d al-Anshari yang meminta kepada suaminya untuk memberikan harta lebih kepada anaknya yang bernama al-Nu’man ibn Basyir. Tidak sampai di situ, istri Basyir juga ingin menetapkan pemberian tersebut disaksikan oleh Rasulullah. Kemudian Basyir pun pergi menemui Rasulullah. Di hadapan Rasulullah, Basyir berkata, “Wahai Rasul, istriku memintaku agar memberikan budakku kepada anakku.” Rasul pun bertanya, “Apakah anakmu itu memiliki saudara?” Basyir menjawab, “Iya.” Rasul kembali bertanya, “ Apakah mereka engkau beri seperti yang engkau berikan kepadanya (al-Nu’man)?” Basyir menjawab, “Tidak.” dengan sedikit geram Rasul pun berkata “Mestinya tidak boleh seperti ini. Aku sendiri tidak mau menjadi saksi kecuali dalam urusan kebenaran.” (HR. Muslim; 1624). Rasulullah menambahkan, “Janganlah engkau meminta kesaksianku dalam urusan kezaliman. Sesungguhnya, anakmu memiliki hak darimu yang harus engkau berikan secara adil di antara mereka, sebagaimana engkau memiliki hak dari mereka untuk berbakti kepadamu.” (HR. Ahmad; 18378)

Dalam kesempatan lain, beliau pun menyampaikan, “Bertakwalah kepada Allah dan bersikap adillah di antara anak-anak kalian!” (HR. Bukhari; 2587)

Imam Ahmad berpendapat, melebihkan anak satu dengan yang lain sebenarnya boleh-boleh saja, akan tetapi harus ada dasar yang jelas. Contohnya saja, ketika anak sedang sangat membutuhkan pemberian karena tertimpa musibah atau kesulitan, sedangkan anak yang lain tidak mengalami kesulitan itu.

Perlu diingat bahwa adil tidaklah selalu sama. Pasalnya, mustahil juga memberikan sesuatu kepada para anak dengan jumlah yang selalu sama. Sebab setiap anak adalah istimewa, bukan mustahil jika kebutuhannya pun berbeda-beda. Semoga kita dapat terus berproses menjadi pribadi yang adil sehingga membangun hubungan antarsaudara yang harmonis dan saling mendukung.

Motivasi

Undang Rahmat Allah Dengan Menyayangi Anak

Sering kita dapati seseorang yang mendidik anaknya dengan cara yang keras…dengan menggunakan pukulan.. Bahkan jika tangannya telah lelah memukul maka iapun menggunakan tongkat atau cambuk untuk memukul anaknya. Sementara jika bertemu dengan sahabat-sahabatnya jadilah ia orang yang paling lembut dan…

Tepe Raget

Motivasi

Inilah Keutamaan Memiliki Anak Perempuan

Detik-detik saat kelahiran adalah saat-saat yang sangat menegangkan bagi seorang suami….begitu besar harapan yang telah ia gantungkan bagi anak yang ia nanti-nantikan kehadirannya. Begitu besar kegembiraan yang ia rasakan tatkala terdengar suara sang anak… Islam Memuliakan Anak-Anak Perempuan Islam…

Tepe Raget

Muslim Lifestyle

Wajib Dilakukan! Ini Cara Berbakti Kepada Orang Tua

Umroh.com- Berbakti kepada orang tua sudah tak perlu di tanyakan lagi hukumnya. Tentu kita semua telah mengetahui bahwa dengan berbakti pada orang tua menjadi suatu kewajiban bagi seorang anak, karena hal tersebut secara tidak langsung dapat mengantarkan kita menuju surganya Allah SWT dan menjadi…

Annisa Aprinia