play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Doa Muslim Lifestyle

Jumlah Rakaat dalam Melaksanakan Sholat Sunnah Witir

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Islam merupakan agama yang paling sempurna di muka bumi. Sebagai seorang muslim, kebahagiaan yang sangat indah adalah manakala kita selalu mampu mendekatkan diri dan senantiasa dicintai oleh Allah swt sang maha pencipta penguasa seisi langit dan bumi. Untuk senantiasa dekat dan selalu dicintai Allah swt, tentunya ada ketentuan dan kewajiban yang harus kita laksanakan baik itu wajib maupun sunnah.

Baca juga: Macam-macam Sholat Sunnah dalam Islam

Umroh.com merangkum, hal yang diperintahkan baik itu wajib maupun sunnah sejatinya dibuat semata – mata  agar manusia senantiasa beriman dan bertaqwa kepada hanya allah swt. Sebagai langkah untuk medekatkan diri kepada Allah swt, maka kita sebagai umat muslim harus selalu menjalankan segala perintahnya, utamanya ialah sholat. Sholat merupakan tiang agama bagi seluruh umat muslim di dunia. Tanpa sholat hidup seorang muslim tak akan ada artinya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Jika sholat 5 waktu merupakan shoat mutlak yang tidak boleh sama sekali ditinggalkan oleh umat muslim.

Beda halnya dengan sholat sunnah. Adanya ibadah sholat Sunnah bagi umat islam tentunya guna meningkatkan lagi iman islam kita terhadap Allah swt yang apabila dikerjakan mendapat pahala berlipat sedangkan jika ditinggalkan tidak akan mendapat dosa.

Baca juga: Lihat Jadwal Sholat Lengkap untuk Daerah Anda di Sini

Dalam islam, sholat sunnah terdiri dari berbagai macam, dan salah satunya ialah sholat sunnah witir. Sholat sunnah witir secara bahasa ialah sholat yang bilangan rakaat nya ganjil. Sholat sunnah witir ini termasuk ke dalam sholat sunnah muakad yang artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Sholat sunnah ini dikerjakan sebagai penutup ibadah sholat malam yang dikerjakan hari itu, di antara sholat isya dan terbitnya fajar ( masuknya waktu subuh ).

jumlah rakaat sholat witir
source: shutterstock

Dalam melaksanakan sholat sunnah witir, terdapat jumlah rakaat yang sudah ditentukan. Sebagaimana arti dari kata witir yaitu ganjil, sholat ini dilaksanakan hanya dalam jumlah atau kelipatan ganjil dengan paling sedikit yaitu berjumlah satu rakaat saja. Untuk lebih jelas nya mari simak penjelasan di bawah ini.

Jumlah rakaat sholat witir

1. Sholat witir dengan satu rakaat

Sholat witir dengan satu raka’at ini dibolehkan oleh para ulama. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

“Witir adalah sebuah keharusan bagi setiap muslim, barang siapa yang hendak melakukan witir lima raka’at maka hendaknya ia melakukankannya dan barang siapa yang hendak melakukan witir tiga raka’at maka hendaknya ia melakukannya, dan barang siapa yang hendak melakukan witir satu raka’at maka hendaknya ia melakukannya.” (HR. Abu Daud no. 1422. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

2. Sholat witir dengan tiga rakaat

Saat melaksanakan sholat witir tiga raka’at, maka ada beberapa cara pelaksanaannya. yaitu pertama tiga rakaat sekali salam dan yang kedua mengerjakan dua rakaat terlebih dahulu kemudian salam, ditambah dengan satu rakaat lagi kemudian salam.

3. Sholat witir dengan lima rakaat

Pelaksanaan sholat witir lima raka’at langsung dan salam sekali diakhirnya.

Dalilnya adalah hadits dari ‘Aisyah, ia mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan sholat malam sebanyak tiga belas raka’at. Lalu beliau berwitir dari sholat malam tersebut dengan lima raka’at. Dan beliau tidaklah duduk (tasyahud) ketika witir kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Muslim no. 737)

jumlah rakaat sholat witir
source: shutterstock

4. Sholat witir dengan tujuh rakaat

Cara pelaksanaannya adalah tanpa duduk tasyahud kecuali pada raka’at yang keenam. Tidak langsung salam ketika tasyahud di rakaat keenam, akan tetapi dilanjutkan berdiri di rakaat ke tujuh. Kemudian tasyahud pada raka’at ketujuh dan diakhiri salam.

5. Sholat witir dengan sembilan rakaat

Pelaksanaannya dilakukan tanpa duduk tasyahud kecuali pada rakaat kedelapan. Setelah tasyahud pada rakaat kedelapan maka tidak langsung salam, akan tetapi dilanjutkan dengan berdiri pada rakaat yang kesembilan. Kemudian tasyahud pada raka’at kesembilan dan salam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda

hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. ‘Aisyah mengatakan,

“Kami dulu sering mempersiapkan siwaknya dan bersucinya, setelah itu Allah membangunkannya sekehendaknya untuk bangun malam. Beliau lalu bersiwak dan berwudhu` dan sholat sembilan rakaat. Beliau tidak duduk dalam kesembilan rakaat itu selain pada rakaat kedelapan, beliau menyebut nama Allah, memuji-Nya dan berdoa kepada-Nya, kemudian beliau bangkit dan tidak mengucapkan salam. Setelah itu beliau berdiri dan sholat untuk rakaat ke sembilannya. Kemudian beliau berdzikir kepada Allah, memuji-Nya dan berdoa kepada-Nya, lalu beliau mengucapkan salam dengan nyaring agar kami mendengarnya. Setelah itu beliau sholat dua rakaat setelah salam sambil duduk, itulah sebelas rakaat wahai anakku. Ketika Nabiyullah berusia lanjut dan beliau telah merasa kegemukan, beliau berwitir dengan tujuh rakaat, dan beliau lakukan dalam dua rakaatnya sebagaimana yang beliau lakukan pada yang pertama, maka itu berarti sembilan wahai anakku.” (HR. Muslim no. 746)

  1. Pelaksanaannya dilakukan tanpa duduk tasyahud kecuali pada rakaat kesepuluh. Setelah tasyahud pada rakaat kesepuluh maka tidak langsung salam, akan tetapi dilanjutkan dengan berdiri pada rakaat yang kesebelas. Kemudian tasyahud pada rakaat kesebelas dan salam.
  2. Pelaksanaannya dilakukan tanpa duduk tasyahud kecuali pada rakaat keduabelas. Setelah tasyahud pada rakaat keduabelas maka tidak langsung salam, akan tetapi dilanjutkan dengan berdiri pada rakaat yang ketigabelas. Kemudian tasyahud pada rakaat ketigabelas dan salam.

Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang jumlah rakaat sholat Witir Rasulullah saw. Di antaranya adalah dari ‘Abdullah bin Abi Qais radhiyallâhu ‘anhu, beliau berkata,

“Saya berkata kepada ‘Aisyah, ‘Berapa (rakaat) kebiasaan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam hal mengerjakan sholat Witir?’ Beliau menjawab, ‘Adalah beliau mengerjakan sholat Witir sebanyak empat dan tiga (rakaat), sebanyak enam dan tiga (rakaat), sebanyak delapan dan tiga (rakaat), serta sebanyak sepuluh dan tiga (rakaat). Beliau tidaklah pernah mengerjakan sholat Witir sebanyak kurang dari tujuh (rakaat) dan tidak (pula) lebih dari tiga belas (rakaat).” 

Adapun jika seseorang melakukan sholat sebanyak tiga belas rakaat sekaligus secara sengaja dan tahu kedudukannya, maka semua sholatnya batal. Sedangkan orang yang melakukan sholat dua rakaat setelah melakukan 11 rakaat dengan niat sholat witir, maka dua rakaat sholatnya batal. Tetapi kalau yang bersangkutan tidak tahu jumlah sholat witir, maka dua rakaat shalanya dihitung sebagai sholat sunnah mutlak biasa.

Facebook Comments