Keindahan Menapaki Jejak Rasul di Beberapa Objek Bersejarah

Sudah menjadi rahasia umum jika daerah Timur Tengah memang menjadi salah satu tujuan utama banyak orang untuk berwisata religi, terlebih bagi umat Muslim. Setiap tahun, kawasan timur Tengah terlebih Arab Saudi selalu penuh dipadati oleh banyak kunjungan turis-dari berbagai belahan dunia, tak terkecuali yang dari Indonesia. Niat utama mereka mengunjungi negeri yang banyak terdapat gurun tersebut antara lain untuk melaksanakan haji ke Tanah Suci yang merupakan satu rukun Islam.

Tidak hanya sebatas menugnjungi Tanah Suci saja, warga Indonesia bahkan tak jarang melakukan perjalanan wisata religi dengan menelusuri jejak Nabi Muhammad SAW di setiap masjid yang ada yang merupakan saksi hidup perjalanan beliau dulu. Salah satu masjid yang juga menjadi saksi perjalanan hidup Rasulullah SAW adalah Masjid Al–Aqsa yang terletak di Palestina.

Di setiap dinding masjid yang, dalam desain arsiteknya masih terdapat kisah bagaimana Nabi Muhammad menginap sebelum menuju ke langit ketujuh dalam peristiwa Isra Miraj. Ceritanya yang tertulis dalam Al-Quran itu menjadikan turis Indonesia suka mencari tahu kisah kehidupan beliau dari bangunan-bangunan bersejarahnya.

Selain di Arab Saudi, terdapat pula jejak-jejak para Rasul di Amman, Jordania, maupun Mesir, termasuk juga di Masjid Al Aqsa di Palestina, yang merupakan masjid ketiga kaum Muslimin, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Mengenal Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu masjid suci umat Islam selain Masjidil Haram di Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini mempunyai kubah berwarna emas, terletak di kompleks Al-Haram Asy-Syarif di tempat yang luasnya 14 hektar. Al-Aqsa mempunyai desain indah yang terlihat dari kubah emas, dan merupakan perpaduan keramik biru di bagian luar masjid.

Di dalam kompleks tempat masjid Al–Aqsa berdiri terdapat Dome of The Rock, yang dipercaya sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra Miraj. Masjid The Dome of The Rock inilah yang sering disangka sebagai Masjid Al-Aqsa.

Tidak hanya disucikan oleh umat Islam, namun kompleks ini juga disucikan oleh umat  Yahudi dan Nasrani. Tempat ini sering dikelirukan dengan Jami’ Al Aqsha atau Masjid Al Qibli. Jami’ Al Aqsha adalah masjid berkubah biru yang menjadi bagian dari kompleks Masjid Al Aqsha sebelah selatan, sedangkan Masjidil Aqsha sendiri adalah nama dari kompleks tersebut

Terdapat juga perbedaan kepercayaan mengenai sejarah tempat ini dalam versi beberapa agama. Dalam versi Muslim, Nabi Muhammad diangkat ke Sidratul Muntaha pada saat Isra’ Mi’raj dari tempat ini setelah sebelumnya dibawa dari Masjid Al Haram di Mekkah. Masjid Al Aqsha juga menjadi kiblat umat Islam terdahulu hingga tujuh belas bulan setelah hijrah hingga dialihkan ke Ka’bah di Masjidil Haram.

Sedangkan dalam versi Yahudi, tempat yang sekarang menjadi Masjid Al Aqsha juga diyakini menjadi tempat berdirinya Bait Suci pada masa lalu. Menurut sumber Yahudi, Bait Suci pertama kali didirkan oleh Nabi Sulaiman putra Nabi Daud pada tahun 957 sebelum Masehi dan diruntuhkan Babilonia pada tahun 586  sebelum Masehi. Sedangkan Bait Suci kedua didirikan pada tahun 516 sebelum Masehi dan diruntuhkan oleh Kerajaan Romawi pada tahun 70 Masehi. Orang Yahudi dan Nasrani juga percaya menganggap kejadian Nabi Ibrahim yang mau menyembelih putranya, Ishak, terjadi juga di tempat ini. Masjid Al Aqsha juga mempunyai hubungan erat dengan para nabi serta figur Bani Israel yang juga disakralkan dan dihormati dalam ketiga agama.

 

Facebook Comments
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com