1
Serba-serbi Ramadhan

Keutamaan Itikaf Ramadhan dan Adab Melakukannya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Melaksanakan itikaf sudah di contohkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah i’tikaf merupakan rangkaian kegiatan beriringan dengan bulan Ramadhan. Di dalam Al-Quran juga memiliki banyak keutamaan itikaf ramadhan yang bisa Anda dapatkan, seperti firman Allah:

Artinya: “……kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 187).

Baca juga : Ini Bunyi Doa Buka Puasa Beserta Sunnah Pengiringnya

Keutamaan Itikaf

Ibadah itikaf bertujuan mulia yaitu untuk menggapai malam lailatul qadar yang punya keutamaan ibadah yang dilakukan lebih baik daripada 1000 bulan. Ada hadits yang disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab beliau Bulughul Marom, yaitu hadits no. 699 tentang permasalahan i’tikaf.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau di wafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beritikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari  dan Muslim)

Dalam beberapa riwayat disebutkan mengingat begitu keutamaan itikaf pada bulan Ramadhan tersebut, adalah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam melaksanakan itikaf pada sepuluh hari akhir bulan Ramadhan.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

Maka, jika kita dapat melaksanakan ibadah i’tikaf di masjid pada sepuluh  hari yang akhir dari bulan Ramadhan, maka itu akan menambah kesempurnaan ibadah puasa Ramadhannya. Lebih dari itu, kita pun akan berpeluang besar mendapatkan Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sebab,  Lailatul Qadar, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits, kemungkinan besar terjadi pada malam-malam sepuluh hari terakhir Ramadhan.

webinar umroh.com

Itikaf memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Dari ibnu Abbas ra: “Barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhoaan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat. (HR. Thabrani, Baihaqi dan dishohihkan oleh Imam Hakim)

Umroh.com merangkum, dengan itikaf tersebut dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi diri (muhasabah), memperbanyak mengingat Allah (tadzakkur), dan memikirkan karunia-Nya (tafakur) untuk memelihara dan meningkatkan kualitas takwa. Karenanya, itikaf di syariatkan dalam rangka menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs) dengan berkonsentrasi untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah pada waktu yang sangat terbatas, hanya sepuluh hari dari 365 hari dalam setahun. Namun memiliki nilai yang amat tinggi di sisi Allah.

Untuk itu, seorang yang sedang beritikaf akan menyibukkan diri dengan dzikir, istighfar, tilawah Al Quran, sholat, munajat dan berdoa kepada Allah. Ia juga harus menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat yang bisa menodai kesempurnaan itikafnya.

Adab Beritikaf

doa setelah sholat tarawih

Dalam melaksanakan itikaf kita harus ikhlas agar mendapatkan ridho Allah.Maka di antara adab-adab beritikaf yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan adalah:

  • Menghadirkan niat yang sholih, dan mengharap ganjaran dari Allah SWT.
  • Merasakan hikmah dari itikaf, yaitu ia berputus sementara dari segala keduniaan untuk beribadah.
  • Seorang yang itikaf tidak keluar dari masjid, kecuali hanya untuk memenuhi hajat yang mesti ia laksanakan.
  • Tetap menjaga amaliyah ibadah pagi dan sore, seperti zikir pagi dan sore, sholat sunat dhuha, sunat rawatib, sholat qiyamullail, sholat sunat wudhu, zikir setelah sholat dan juga menjawab adzan.
  • Berupaya sungguh-sungguh untuk dapat bangun sebelum waktu sholat dengan waktu yang cukup untuk mempersiapkan sholat, sehingga dapat melaksanakan sholat lima waktu dengan khusyuk dan tenang, bukan justru malah terlambat, apalagi ia sudah beritikaf di masjid.
  • Memperbanyak amalan sunat dengan melakukan berbagaimacam ibadah seperti membaca Al Quran, membaca tasbih, memperbanyak membaca tahlil, tahmid, takbir, istighfar, membaca sholawat kepada baginda Rasulullah, mentadaburi Al Quran, membaca terjemahannya, membaca hadits-hadits nabi dan membaca sirohnya. Sehingga waktu yang ada tidak membuat bosan hanya dengan tidur dan bersenda gurau dengan sesama saudara yang sedang beri’tikaf.
  • Sedikit makan, minum dan tidur dengan tujuan untuk melembutkan hati dan melatih kekhusyuan hati serta tidak membuang waktu sia-sia.
    Kedepalan: Selalu menjaga kebersihan dan kesucian diri dan tempat itikaf dengan selalu menjaga wudhu. Saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Secara ringkasnya adalah menerapkan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

Menjalani ibadah umroh adalah impian orang-orang yang beriman dan wujudkan itu bersama Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Hal-hal yang Perlu Dihindari Ketika Itikaf

Tidak hanya sekadar menjalankan adab itikaf yang sudah dijelaskan diatas, dalam melakukannya pun terdapat hal yang harus Anda hindari, Diantaranya :

1. Tidak membuang – buang waktu

Banyak membuang waktu dengan hal-hal yang sia-sia bahkan tidak ada hubungannya dengan ibadah itikaf, seperti banyak bersenda gurau, bercerita dan sebagainya.

2. Tidak Berlebihan dalam hal makan dan minum

Berlebihan dalam makan dan minum ketika itikaf. Karena itikaf adalah sarana untuk melatih hati dan diri untuk khusyu’ beribadah, maka makan dan minum yang berlebihan akan membuat berat beribadah dan bahkan menjadi malas ibadah, dan masjid hanya menjadi tempat pindah makan belaka.

3. Tidak memarahi orang dan juga tidur yang berlebihan

Tidur berlebihan, bahkan memarahi orang yang membangunkannya untuk sholat dan tilawah Al Quran. Ini perlu menjadi perhatian, karena waktu yang sepuluh hari sangatlah sedikit jika hanya digunakan untuk tempat pindah tidur, padahal dengan mengikuti itikaf adalah melatih diri untuk menggunakan waktu di masjid dengan ibadah.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

4. Tidak mengganggu ketenangan itikaf

Sebagian kaum muslimin mengajak anak-anak mereka untuk juga beritikaf, namun perlu memperhatikan agar anak-anak tidak mengganggu ketenangan dan kekhusyu’an peserta itikaf lainnya. Dengan melakukan hal – hal yang sudah disebutkan sangat mungkin keutamaan itikaf ramadhan itu bisa Anda dapatkan.