1
Kecantikan News

Le’Jemalik, Salon Khusus Muslimah Pertama di New York

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Sebuah salon muslimah pertama di New York didirikan oleh Huda Quhshi (37). Salon tersebut ditujukan untuk wanita-wanita muslim yang tidak ingin auratnya terlihat lelaki yang bukan muslim, atau untuk wanita-wanita lain yang ingin menjaga privasi mereka.

Le’Jemalik Salon, Salon Khusus Wanita

Salon kecantikan milik wanita dengan tiga orang anak itu terletak di Fifth Avenue di Bay Ridge, Brooklyn. Salon itu diberi nama Le’Jemalik Salon. Dalam bahasa Arab, “Le’Jemalik” artinya adalah untuk kecantikanmu.

Interior di dalam salon Le’Jemalik ini dibuat nyaman dan cantik. Begitu datang, pelanggan dipersilakan duduk di kursi yang empuk berwarna gading dengan hiasan permata. Pintu salon dibuat seperti memasuki lorong tertutup, sehingga tidak memungkinkan orang di luar bisa melihat bagian dalamnya.

Huda Merupakan Perias Profesional di Kalangan Wanita Muslim

Pemilik salon tersebut, Huda, merupakan wanita yang populer di kalangan muslimah New York. Dulunya, Huda merupakan perias pribadi yang banyak membantu para wanita mempercantik dirinya. Saat ia membuka salon itulah, banyak orang yang membicarakan dirinya dan salon yang baru dibukanya.

Berasal dari Keresahan Wanita Muslim di New York

Huda memutuskan membuka salon khusus muslimah itu agar semua wanita merasa nyaman. Mereka tidak perlu mengkhawatirkan kehadiran laki-laki yang bukan muhrim di salon miliknya. Keputusan untuk membuka salon juga disebabkan karena Huda sendiri merasa kesulitan untuk menemukan salon yang bisa mengakomodasi kebutuhannya sebagai wanita berhijab.

webinar umroh.com

Wanita berusia 37 tahun itu bercerita, bahwa pernah sekali waktu, ia menyesal karena telah memutuskan pergi ke salon biasa. Kala itu, ia melihat laki-laki berjalan ke arahnya, yang membuatnya refleks menutupkan hijab ke rambutnya yang basah. Ia kemudian berlari ke ruang belakang salon. Pengalaman tersebut membuatnya sadar, bahwa pergi ke salon biasa bukanlah pilihan bagi wanita muslim Amerika yang ingin mempercantik dirinya.

Ramai Kunjungan Menjelang Idul Fitri

Salon Le’Jemalik ini banyak dikunjungi oleh wanita muslim. Kunjungan bertambah ramai menjelang hari Idul Fitri. Banyak pelanggan yang datang untuk mempercantik diri menjelang hari raya.

Awalnya, Huda pernah terpikir untuk menutup salonnya di bulan Ramadhan. Ia merasa di hari pertama Ramadhan, salonnya sangat sepi. Akan tetapi, wanita keturunan Yaman itu tiba-tiba mendapat banyak reservasi menjelang Idul Fitri. Bahkan Huda harus menolak karena sudah tidak memungkinkan melayani pelanggan yang demikian banyak.

Nyaman Tanpa Pandangan Laki-Laki

Banyak wanita muslim yang memilih salon milik Huda karena lebih mampu menjaga privasi pelanggan wanita. Kebanyakan muslimah New York mengaku tidak bisa pergi ke salon biasa karena banyak pria yang berada di sana. Karena itulah banyak yang memutuskan untuk melakukan perawatan di rumah atau memanggil perias untuk datang ke rumah mereka.

Selain wanita muslim, pelanggan salon ini juga merupakan wanita-wanita yang tidak ingin dilihat oleh lelaki lain ketika sedang melakukan perawatan. Di salon ini, mereka bisa memanjakan diri dengan tetap menjadi diri sendiri, tanpa risau dengan pandangan lelaki lain.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.