Umroh Umroh & Haji

Manasik Umroh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Bagi Anda yang belum pernah melaksanakan ibadah umroh maka sudah selayaknya mengikuti manasik umroh. Namun bila Anda sudah beberapa kali melaksanakan ibadah haji atau umroh, maka sebaiknya jangan sampai melewatkan kesempatan ini. Selain ibadah Anda di tanah suci bisa memperoleh berkah dari Allah SWT, bisa pula mengetahui keadaan terkini di kota suci Makkah dan Madinah.

Pentingnya Melaksanakan Manasik Umroh

1. Jamaah dapat memahami tata cara ibadah

Pada saat manasik para jamaah akan dibekali pengetahuan mengenai hukum, rukun dan sunnah agar kelak ibadah di tanah suci berjalan lancar. Para jamaah juga akan diajak praktik secara langsung ritual yang harus mereka lakukan saat berada di tanah suci.

Baca Juga: Anda Bisa Melaksanakan Umroh dengan Memilih Paket Umroh Terlebih Dahulu

2. Mendapatkan pengetahuan tentang kondisi yang sebenarnya di tanah Suci

Kondisi di tanah suci tentu akan berbeda dengan di Indonesia baik dari segi cuaca hingga lingkungan sekitar. Sesi Tanya jawab saat acara manasik umroh akan sangat bermanfaat jika muthawwif Anda telah berpengalaman.

3. Menjadi media untuk bersilaturahim dengan calon jamaah lainnya

Ketika melakasanakan manasik, para jamaah akan berkumpul menjadi satu sehingga hal ini bisa menjadi sarana untuk saling mengenal antar jamaah yang akan berangkat ke tanah suci.

4. Memahami percakapan ringan dalam bahasa Arab

Para jamaah juga akan dibekali pengetahun percakapan ringan yang sering digunakan oleh jamaah. Khususnya pengetahuan dasar mengenai bahasa Arab yang sering dipergunakan dalam percakapan jamaah haji dan umroh.  Diharapkan dapat memudahkan para jamaah untuk berkomunikasi nantinya.

Tata Cara Manasik Umroh

Berikut ini tata cara pelaksanaan manasik umroh dimulai dengan membaca niat dan memakai pakaian ihram dari miqat-miqat yang telah ditentukan. Miqat adalah garis start seorang jamaah yang hendak melakukan ibadah umroh.

Dengan kata lain miqat adalah tempat berihram (niat umroh) dan masuknya seseorang ke dalam pelaksanaan umroh yang akan dilakukan.

1. Dari bandara menuju miqat Masjid Dzulhulaifah atau lebih dikenal Abyar ‘Ali.

Di miqat yang terletak di Madinah ini, para jamaah melakukan persiapan sebelum ihram, mulai dengan mandi, mengenakan pakaian ihram, berwudhu dan mengerjakan sholat sunnah ihram 2 rakaat.

2. Setelah itu niat mengerjakan ibadah umroh dengan membaca bacaan niat umroh.

Niat Umroh yaitu Labbaikallahumma ‘umratan. Yang artinya ‘Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk menjalankan umroh’.

3. Setelah mengenakan pakaian ihram, seorang jamaah umroh dilarang untuk melakukan hal-hal yang sudah ditentukan syariat.

Bagi pria, dilarang:

  • memakai pakaian biasa
  • memakai alas kaki yang menutupi mata kaki
  • menutup kepala dengan peci, topi, dan sebagainya

Bagi wanita, dilarang:

  • memakai kaos tangan
  • menutup muka

Bagi pria dan wanita, dilarang:

  • memakai wangi-wangian
  • memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu
  • memburu atau mematikan binatang apa pun
  • menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi
  • bermesraan atau berhubungan intim
  • mencaci, bertengkar atau mengeluarkan kata-kata kotor
  • memotong tanaman di sekitar Mekah

4. Menuju Masjidil Haram di Mekah

Dalam perjalanan, memperbanyak bacaan kalimat talbiyah yang selalu diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika umroh dan haji.

LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIK. LABBAIK LAA SYARIKA LAKA LABBAIK. INNAL HAMDA WAN NI’MATA LAKA WAL MULK LAA SYARIKA LAK

Artinya:

” Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu”

Akhir waktu membaca talbiyah untuk umroh adalah saat akan memulai thawaf.

5. Melakukan thawaf.

Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu terlebih dahulu. Jamaah boleh masuk Masjidil Haram lewat pintu mana saja, tapi dianjurkan mengikuti contoh Rasulullah SAW yang masuk melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.

6. Saat masuk Masjidil Haram, disarankan untuk mengucap doa.

Doanya: BISMILLAH WASH SHOLATU WAS SALAMU ‘ALA RASULULLAH. ALLAHUMMAFTAHLI ABWABA RAHMATIKA

Artinya: Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

7. Setelah itu turun dan terus menuju tempat thawaf (mataf).

Jamaah mulai thawaf dari garis lurus (area dekat Hajar Aswad) antara pintu Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram.

Di sini jamaah diberi pilihan antara lain:

  • Taqbil yaitu mencium Hajar Aswad
  • Istilam dan Taqbil yaitu mengusap, meraba, dan mencium Hajar Aswad
  • Istilam yaitu mengusap Hajar Aswad dengan tangan atau sesuatu benda yang kita pegang, kemudian benda tersebut dicium, atau
  • Melambaikan tangan atau benda yang kita pegang 3 kali, tidak dicium tapi mengucapkanBismillah, Allahu Akbar (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar)

8. Salah satu pilihan ritual ini dilakukan setiap kali melewati Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada putaran satu sampai tujuh.

Jika tidak mampu mencium Hajar Aswad dan Rukun Yamani karena alasan keamanan akibat banyaknya jamaah yang umroh, maka bisa memilih istilam dengan tangan atau benda, atau hanya melambaikan tangan atau benda yang kita pegang.

9. Pada putaran 1-3 jamaah pria dianjurkan untuk lari-lari kecil. Sedangkan pada putaran 4-7 dengan jalan biasa.

Sementara untuk tata cara umroh wanita tidak ada lari-lari kecil saat melakukan thawaf.

10. Sepanjang thawaf, membaca doa saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Doa saat thawaf yang selalu dibaca oleh Rasulullah SAW adalah doa sapu jagad.

RABBANA ATINA FIDDUNYA HASANATAN WA FIL AKHIRATI HASANATA WA QINA ‘ADZABANAR

Artinya:

” Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

11. Sholat 2 rakaat di depan Maqom Ibrahim

Maqom Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kabah. Rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kaafiruun. Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas.

12. Beristirahat sejenak dan minum air zam-zam.

Sebelum minum air zam-zam, membaca doa:

ALLAHUMMA INNI ASALUKA ‘ILMAN NAFI’AN WA RISQON WAASI’AN WA SYIFAA’AN MIN KULLI DAA’IN WA SAQOMIN BI ROMHATIKA YA ARHAMAR ROHIMIIN

Artinya:

” Ya Allah, aku mohon padaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit.”

13. Melakukan sai antara Safa dan Marwah 7 kali bolak balik.

Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Jadi, Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai berakhir di Marwah. Sai dikerjakan dengan berjalan, tapi pada batas di antara 2 lampu hijau, berlari-lari kecil.

14. Melakukan tahallul

Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul tak mengapa. Sedangkan untuk tata cara umroh wanita hanya dicukur ala kadarnya.

Dengan melakukan tahallul, maka sudah sempurna tata cara ibadah umroh lengkap sesuai sunnah.

Tulis Komentar Anda
Download GRATIS Jadwal Sholat, Al Quran Digital & Voucher Umroh
Klik Disini