play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Umroh & Haji

Mata Air Zam zam, Sumber Air yang Penuh Berkah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sumber air Zam zam merupakan mukjizat Nabi Ismail A.S. Peristiwa tersebut terjadi ketika Ismail A.S yang masih bayi ditinggal oleh ibunya, Siti Hajar. Saat itu, Siti Hajar tengah kebingungan mencari air karena anaknya, Ismail, menangis. Siti Hajar kemudian meninggalkan Ismail kecil untuk berlari mencari air.

Siti Hajar Melihat Malaikat Menggali Tanah di Dekat Ismail

Siti Hajar, berlari dari bukit Safa ke Bukit Marwah itu, kemudian berhenti karena mendengar sesuatu. Saat itu, Siti Hajar tengah berada di Bukit Marwah. Ia melihat satu malaikat menggali tanah dengan tumitnya atau sayapnya di tempat Ismail kecil berada. Dari sisi Ismail itulah kemudian memancar air. Siti Hajar kemudian mengisikan air tersebut ke dalam tempat airnya dengan menggunakan telapak tangan yang dibentuknya menyerupai mangkuk.

Baca Juga: Bila Anda ingin Melihat Bukit Marwah, Bisa Mencari Paket Umrohnya Terlebih Dahulu

Zamzam Artinya Melimpah

Mata air itu disebut Zam zam karena saat itu, Siti Hajar berkata “Zam zam” yang artinya melimpah. Hingga saat ini, mata air zam zam adalah sumber air yang berkah bagi warga Mekkah. Mata air ini tidak pernah surut walaupun banyak jamaah umroh dan haji yang menggunakannya. Mata air tersebut juga tidak pernah terlalu melimpah sehingga membanjiri dan merugikan warga Mekkah.

Keberkahan dari Sifat Tawakal Siti Hajar

Para ulama menyebut keberkahan Mata air zam zam berasal dari sifat tawakal Siti Hajar. Sebelumnya, Siti Hajar dan Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim melakukan hal tersebut karena patuh kepada perintah Allah. Tentu saja Nabi Ibrahim saat itu tidak tega dan dengan terpaksa meninggalkan istri dan anaknya di padang pasir yang tandus.

Perasaan hati yang berat membuat Nabi Ibrahim tidak mampu berpamitan kepada istri dan anaknya. Ia hanya diam, saat Siti Hajar bertanya alasannya. Siti Hajar kemudian bertanya, “apakah ini adalah perintah Allah?”. Nabi Ibrahim mengiyakannya. Setelah mendengar jawaban Nabi Ibrahim, Siti Hajar kemudian berkata, “Maka Allah tidak akan meninggalkan kita”.

Baca Juga: Fakta Menarik dari Ka’bah

Doa Nabi Ibrahim untuk Anak dan Istri yang Ditinggalkannya

Setelah melangkah jauh hingga istrinya tidak lagi melihatnya, Nabi Ibrahim kemudian menghadapkan wajahnya ke arah Ka’bah. Beliau kemudian bermunajat kepada Allah, yang doanya tersebut kemudian diabadikan dalam surat Ibrahim ayat 37, “Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.

Istimewanya Sumber Air Zamzam

Seorang ilmuwan, yang bernama Tariq Hussain, yang berasal dari penelitian instalasi pemurnian air laut di sebuah laboratorium di Eropa, mengatakan bahwa kemurnian air zam zam disebabkan karena proses penyaringan alami yang unik. Sebelum sampai ke permukaan, air zam zam melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis, sehingga muncul air yang bening dan murni di permukaan tanah.

Kemurnian air ini  juga tampak dari kandungannya. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa air zam zam sangat murni dan bebas dari kontaminasi kuman. Kondisi ini disebabkan karena lingkungan di sana terjaga alami.

Selain itu, sumber mata air zam zam juga mengalir alami, walaupun tanpa bantuan mesin. Temuan ini diperoleh saat para peneliti melakukan pencarian sumber mata airnya. Pencarian tersebut menghasilkan temuan bahwa air keluar dari dasar sumur. Segala keistimewaan air  ini menjadi bukti bahwa Allah menjaga keberkahan sumbernya dengan ijinNya.

Baca Juga: Sambil Minum Air Zam zam, Anda juga Bisa Sambil Membaca Al quran Melalui Aplikasi Ini

Facebook Comments