play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Unik dan Beda! Begini Perayaan Maulid Nabi di Iran

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan perayaan tradisi umat muslim di seluruh belahan dunia. Hikmah dan makna maulid nabi besar Muhammad SAW menjadi penting untuk dikaji, ditelaah dan diselami agar perayaan dan tradisi untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad tidak sebatas pada seremonial belaka, namun bisa dimakna sebagai filosofi kehidupan. Kira-kira bagaimana sih perayaan maulid nabi di Iran? Berikut penjelasannya.

Peringatan ini kali pertama dilakukan Raja Irbil yang saat ini berada di wilayah Irak, yakni Muzhaffaruddin al kaukabri pada sekitar abad ke-7 hijriah. Perayaan itu dilakukan pada bulan Rabi’ul Awal dan dirayakan secara besar-besaran. Tradisi ini kemudian berkembang pesat dan luas di seluruh dunia hingga Indonesia. Bisa dibayangkan, pada zaman rasul, sahabat dan sesudahnya ternyata peringatan maulid nabi tidak ada. Setelah selang waktu sekitar 600 hingga 700 tahun kemudian, tradisi itu muncul.

Baca juga: Arti, Makna dan Hikmah Tradisi Maulid Nabi

Umroh.com merangkum, dengan adanya seremonial peringatan maulid nabi, umat Islam diharapkan bisa mengingat kembali betapa gigih perjuangan rasul dalam merintis dan mengembangkan ajaran Islam di tengah tradisi dan budaya Arab yang waktu itu dalam keadaan jahiliyah. Satu hal yang harus dilakukan umat Muslim ketika merayakan maulid nabi adalah meneladani sikap dan perbuatan, terutama akhlak mulia nan agung dari baginda nabi besar Muhammad  SAW.

Perayaan Maulid Nabi di Iran

Iran merupakan suatu negara yang mayoritasnya muslim bermazhab Syiah, bahkan dasar Negara Iran yang memproklamirkan diri sebagai republik Islam adalah Islam mazhab Syiah Itsna Asyariah namun hak-hak politik dan kebebasan menjalankan agama dan keyakinan kelompok minoritas tetap mendapatkan tempat dan perhatian penuh pemerintah, termasuk komunitas Ahlus Sunnah di Iran.

Tidak bisa dipungkiri, bermazhab Sunni dan Syiah memiliki sejumlah perbedaan pandangan dalam memahami dan menafsirkan nash-nash agama. Namun perbedaan antar keduanya, tidak menyebabkan salah satu dari keduanya keluar dari barisan Islam ataupun dijadikan alasan untuk saling bertikai dan menghabisi satu sama lain, sebab masih tetap berdiri pada pondasi agama yang sama: Tuhan, Nabi, kitab dan kiblat yang sama.

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

Selain itu, mereka juga merayakan hari kelahiran baginda nabi Muhammad SAW. Iran secara resmi peringatan maulid Nabi Muhammad Saw ditetapkan dua kali, yaitu setiap tanggal 12 Rabiul Awal  yang diyakini umat Islam Sunni dan 17 Rabiul Awal yang diyakini umat Islam Syiah. Hari-hari di antara kedua hari tersebut disebut di Iran sebagai “Hafteh Wahdat” yang artinya Pekan Persatuan Umat Islam. Di pekan persatuan diselenggarakan majelis-majelis peringatan Maulid Nabi yang diikuti oleh pengikut kedua mazhab besar Islam itu dengan menghadirkan pembicara dari ulama Sunni dan Syiah.

Ulama Sunni dan Syiah Iran menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masyhad. Hadirnya ratusan tokoh Islam dari kedua komunitas tersebut, dan saling berganti mimbar untuk menyampaikan keagungan dan kemuliaan Nabi Muhammad SAW yang sama-sama mereka hormati dan yakini kebesarannya. Acara itu dibumbui dengan acara seminar yang membuat warga tertarik berkumpul bersama-sama dalam rangka merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Harga pas di kantong, yuk pilih paket umroh Anda cuma di umroh.com!

Tim umroh.com memaparkan, selain acara seminar-seminar berkaitan dengan Nabi Muhammad Saw, tiap tahunnya Pekan Persatuan diisi pula dengan lomba-lomba bertemakan maulid dan persatuan umat Islam, baik itu lomba penulisan karya tulis ilmiah, ceramah, pembuatan film pendek dan lain sebagainya. Di Tehran, sebagai ibu kota negara, setiap tahunnya diselenggarakan konferensi internasional persatuan Islam yang mengundang ulama-ulama dan cendekiawan muslim dari berbagai negara.

Namun disayangkan, upaya ulama-ulama Islam yang menyadari akan pentingya persatuan Islam ini berusaha digagalkan oleh segelintir pihak tertentu yang tidak menyukai hal tersebut terjadi. Tidak sedikit skenario dan konspirasi yang dibuat sedemikian matang untuk menjegal misi persatuan yang tengah digencarkan.

Madzhab ISIS mengahramkan adanya perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan ISIS telah menebar pengumuman ke semua masjid di kota ini supaya warga tidak merayakan peringatan Maulid Nabi Besar SAW. ISIS menganggap perayaan Maulid Nabi saw sebagai bagian dari bid’ah yang menyusup ke dalam Islam.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda sekarang juga cuma di umroh.com!

Selain itu, di kalangan Salafi/Wahhabi memang terdapat larangan keras bagi peringatan Maulid Nabi saw. Mufti Besar Arab Saudi Syeikh Abdulaziz bin Abdullah al-Sheikh, misalnya, menegaskan tradisi yang ada di mayoritas umat Islam Sunni dan Syiah ini sebagai bid’ah yang tidak pernah dipraktikkan oleh Rasulullah saw, para sahabat dan orang-orang salih terdahulu.

Facebook Comments