Travel

Melihat Indahnya Pulau Gili Noko di Bawean

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Siapa yang nyangka kalau Gresik punya tempat snorkeling yang tidak kalah keren dibanding Lombok? Pulau Gili Noko menawarkan suasana pantai yang hening, pasir yang putih, dan air yang jernih. Ditambah lagi warna-warni terumbu karang, suasana keadaan alamnya yang masih alami dan belum banyak terjamah wisatawan.

Lokasi Pulau Gili Noko

Pulau Gili Noko lokasinya dekat dengan Pulau Bawean. Jaraknya kurang lebih 80 mil dari pusat Gresik dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.  Biaya yang ditarik untuk fasilitas di Pulau ini juga bersahabat. Jika ingin snorkeling, pengunjung hanya perlu membayar Rp 75 ribu, dengan rincian Rp 50 ribu untuk fasilitas perahu serta Rp 25 ribu untuk sewa peralatan.

Suasana di Pulau Gili Noko

Suasana di pantai itu sangat tenang di pagi hari tanpa ada gelombang sedikit pun. Angin pun terasa berhembus cukup pelan, tapi masih cukup menyejukkan. Perahu kecil kami pun melaju tanpa hambatan menuju Pulau Gili Noko. Berdasarkan keterangan warga setempat, Gili Noko terdiri dari dua buah pulau yang berbeda. Yang pertama bernama Pulau Gili, yang merupakan pulau dengan jumlah penduduk sekarang sekitar 70 kepala keluarga. Dan yang kedua adalah Pulau Noko yang merupakan pulau kecil tak berpenghuni, serta hanya terdapat hamparan pasir dan deretan cemara udang saja.

Kedua pulau ini pun dari kejauhan sudah dapat terlihat bentuknya, meskipun pulai ini hampir bergandengan tetapi masih tetap dipisahkan oleh lautan. Air di pulai ini juga begitu tenang, ombak juga bergerak lembut. Pantulan sinar matahari terlihat bisa langsung masuk ke dasar lautan karena air yang begitu jernihnya. Dari atas perahu saja pengunjung sudah dapat melihat bagaimana indahnya karang karang yang ada di dasar.

Air yang ada disini dalamnya sekitar 3-5 meter saja. Begitu jernihnya air yang ada di sini akan membuat para pengunjung seakan tak sabar untuk segera melompat ke dalam air. Para pengunjung sudah dapat melihat indahnya karang yang ada spot Gili Noko ini dalam sekali selam saja. Karang-karang dengan ukuran yang bervariasi tersebar tak bercelah di dasar lautan ini.

Kumpulan ikan juga sering terlihat berkumpul di sekitar karang untuk mencari makan. Dapat dipastikan jika keadaan karang di sini masih terjaga dengan baik. Dahulu banyak nelayan yang memakai potas dan bom, namun setelah itu karang rusak dan ikan pun banyak yang hilang. Namun setelah itu banyak warga yang justru sadar untuk mau menjaga karang yang ada disana.

Para pengunjung pasti akan sangat puas setelah berada disana apalagi ditambah dengan kecantikan bawah air yang bisa mereka nikmati langsung. Para pengunjung juga dapat menikmati lautan lepas dengan hempasan ombak pun yang akan menambah keasyikan untuk melakukan snorkelling.

Terdapat juga karang di spot di tempat ini yang mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan yang lain. Meski begitu, yang cukup disayangkan adalah cukup terlihat juga ada beberapa karang tampak mati dan patah ditambah di beberapa cukup terlihat beberapa sampah plastik.

Untuk itulah para pengunjung yang datang kesana juga dihimbau agar mempunyai kepedulian terhadap lingkungan untuk tak membuang sampah sembarangan. Dari hal-hal kecil pasti akan memiliki efek yang luar biasa. Para pengunjung harus dapat berhenti membuang sampah sembarangan dan mau mengurangi penggunaan sampah plastik.

Pulau Bawean

Pantai Pulau Gili merupakan salah satu pantai di Pulau Bawean. Pulau Bawean sendiri merupakan pulau yang lokasinya sekitar 80 Mil atau 120 km di sebelah utara gresik, tepatnya di laut Jawa. Secara administrasi, Pulau Bawean masih menjadi bagian dalam wilayah Kabupaten Gresik. Namun yang mungkin tidak banyak orang tahu, rupanya pulau yang mempunyai sekitar 70.000 penduduk ini menyimpan banyak sekali pantai yang indah. Salah satunya adalah Pantai Pulau Gili sendiri.

Pulau Bawean mempunyai dua kecamatan, yaitu kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak. Pulau Bawean juga sering dikenal dengan julukan Pulau Putri karena legenda yang beredar tentang adanya seorang putri raja yang meninggal di pulau ini.

Meski belum banyak diketahui orang layaknya Bali atau Karimun Jawa, sebenarnya pulau ini menyimpan banyak pesona wisata bahari yang tak kalah dengan pulau-pulau tersebut. Terlebih lagi pantai-pantai yang ada di Pulau Bawean belum banyak terjamah wisatawan, termasuk Pantai yang ada di Pulau Gili. Maka sangat wajar sekali apabila kebersihan dan keeksotisan pantai Pulau Gili masih begitu terjaga.

Pantai Pulau Gili merupakan salah satu pantai yang terdapat di Pulau Bawean. Pulau Bawean dikelilingi oleh beberapa pulau kecil yang memiliki pantai yang mempersona juga luar biasa. Pulau-pulau yang mengelilinya ada yang berpenghuni dan ada pula yang tidak.

Pulau Gili adalah pulau yang paling luas diantara pulau yang mengelilingi pulau Bawean, sehingga tak mengherankan jika Pulau Gili merupakan pulau dengan penghuni yang paling banyak setelah Bawean. Paling tidak ada 700 kepala keluarga dengan berbagai etnis yang menghuni pulau yang jaraknya sekitar 2,3 km dari timur pulau Bawean.

Pantai Pulau Gili lokasinya sangat dekat dengan Pulau Noko. Di pantai ini terdapat pasir putih yang lembut dan indah. Kelebihan pantai yang ada di Pulau Gili juga disebabkan karena pengunjung bisa menikmati menikmati matahari terbit dan tenggelam dalam satu tempat saja.

Disamping itu, hasil tangkapan nelayan setempat juga menjadi salah satu tawaran yang sangat menarik dan tidak bisa dilewatkan begitu saja. Menikmati pemandangan laut di saat matahari tenggelam ditemani dengan ikan bakar hangat tentu akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan bukan?

Sebagai pantai yang masih “perawan”, Pantai Pulau Gili jelas menawarkan keindahan yang tiada duanya dengan obyek wisata pantai yang lainnya. Air laut di sekitarnya masih tampak biru bening, ditambah dengan persawahan yang luas yang mendominasi bagian dalam pulau Gili. Berdiri di atas dataran pasir yang berada di tengah laut sambil menikmati indahnya pemandangan laut Jawa seringkali seringkali menjadi aktivitas puncak tur saat mengunjungi Pulau Bawean.

Cara Menuju Pulau Gili

Untuk dapat sampai ke Pantai Pulau Gili, pengunjung memang harus melalui perjalanan laut ke Pulau Bawean terlebih dahulu. Setelah sampai ke Pulau Bawean, pengunjung harus melanjutkan perjalanan ke Pulau Gili yang berada di sisi timur pulau Bawean.

Kendaraan yang dapat dipakai pengunjung untuk menempuh perjalanan Pelabuhan Gresik-Bawean yaitu kapal Ferry. Terdapat 3 pilihan kapal Ferry menuju pulau Bawean yang dapat dipilih sesuai dengan jadwal, kecepatan, dan daya tampung yang berbeda-beda. Apabila sudah sampai ke pulau Bawean, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Pulau Gili.

Sepanjang perjalanan menuju ke tempat-tempat wisata di sekitar Pulau Bawean dan Pantai Pulau Gili, nyaris tidak ada penunjuk jalan ataupun tour guide resmi, sehingga apabila pengunjung ingin berkunjung ke pantai Pulau Gili, sebaiknya terlebih dahulu mencari guide lokal untuk menghindari kemungkinan tersesat.

Di pulau ini juga tidak terdapat angkutan umum dan pom bensin, sehingga jika memang diperlukan pengunjung bisa membawa kendaraan sendiri dan membeli bensin yang dijual secara eceran di warung-warung terdekat.

Penasaran gak untuk berkunjung ke sana?

Pulau Noko

Pulau Noko juga merupakan salah satu destinasi favorit yang terdapat di Pulau Bawean selain Pulai Gili. Meskipun banyak yang menyebut antara Pulau Gili dan Pulau Noko sebagai satu kesatuan, akan tetapi kedua pulau ini terpisah meski jaraknya juga sangat dekat. Di Pulau Noko, pemandangan laut bukan hanya berhias indahnya langit.

Birunya laut semakin menakjubkan dengan pemandangan gunung-gunung dari kejauhan. Selain itu, airnya juga tenang hingga bisa memantulkan sinar matahari. Pantai yang dangkal membuat pasir putih di bawahnya terlihat sangat jelas. Belum lagi, di bawah lautnya terdapat beragam biota laut, berbagai jenis ikan, dan terumbu karang yang indah. Sangat cocok bagi wisawatan yang doyan snorkling.

Akan semakin lengkap rasanya setelah pengunjung menikmati keindahan di Pulau Noko sambil berjemur atau sekedar bermain pasir dilanjutkan dengan snorkeling. Setelah itu, para pengunjung dapat melanjutkan lagi naik Jukung (perahu kecil) untuk mengeliling Pulau Noko sambil menikmati pemandangan laut dan gunung-gunung di Pulau Bawean serta pulau kecil lain dari atas perahu. Dari atas perahu, air lautnya terlihat ada dua warna, biru dan hijau.

Saking eksotisnya, sejumlah orang yang pernah berkunjung ke sana memiliki beragam pendapat. Mulai yang mengatakan bahwa pantai di Noko lebih indah dibanding Karimun Jawa, menyebut Noko seolah-olah surga yang terapung di Pulau Bawean, lebih bagus dari pantai-pantai di Lombok, dan sejumlah ungkapan lain. Dari dari sekian banyak lokasi wisata di Pulau Bawean, terbukti Gili Noko paling banyak peminatnya. Mulai dari wisatawan domestik sampai turis asing yang berniat jalan-jalan ke Bawean, Noko menjadi tujuan utama mereka, selain tempat-tempat wisatawan lainnya.

Di Bawean, terhitung ada 20 obyek wisata alam. Selain Pulau Noko, ada Pulau Cina, Pulau Selayar, Pantai Terusan, Pulau Noko Selayar, Pulau Gili, air terjun Laccar, air terjun Kuduk Kuduk, Tanjung Ge’en, Pantai Ria, Pulau Gili Barat, Pasir Putih Sukaoneng, Pantai Labuhan, Pantai Mayangkara, Danau Kastoba, dan Penangkaran Rusa.

Berdasarkan survey yang ada, jumlah wisatawan yang ke Bawean memang terus meningkat, terutama saat hari libur. Apalagi saat libur lebaran, ribuan orang dari dalam dan luar negeri banyak yang datang ke sini. Dan Pulau Noko juga merupakan destinasi favorit para turis.

Rute Perjalanan Menuju Bawean

Untuk menuju Bawean, dari Surabaya bisa ditempuh dengan pesawat perintis. Sayangnya, jadwal penerbangan hanya seminggu dua kali dan kapasitas pesawat juga cuma 15 orang. Sementara dari Gresik, bisa menggunakan kapal penyeberangan dengan tarif Rp 150 ribu untuk kapal cepat dengan waktu perjalanan sekitar 3,5 jam.

Meski memiliki keindahan yang luar biasa, Gili Noko belum bisa dinikmati secara maksimal. Penyebabnya, di pulau tanpa penghuni tersebut hingga sekarang hanya memiliki fasilitas sebuah gasebo kecil yang berada di bagian tengahnya. Toilet, mushola, rumah makan atau bahkan warung dan sejumlah fasilitas umum lain belum ada di sana. Demikian halnya bagi yang gemar snorkling atau berenang di laut. Sejauh ini mereka harus membawa peralatan sendiri lantaran belum ada persewaan di sana.

Saat siang hari, wisawatan juga kesulitan mencari tempat berteduh. Meski sudah ada ratusan pohon yang tumbuh di Noko, ketinggiannya belum seberapa sehingga belum maksimal untuk tempat berteduh. Satu-satunya sarana adalah sebuah Gasebo yang ada di tengah pulau tersebut. Ketika tempat berteduh ini penuh, pengunjung yang kepanasan terpaksa berteduh di bawah pohon-pohon kecil itu sambil duduk.

Hal ini tentu saja menjadi tugas besar pemerintah setempat untuk dapat secepatnya membangun toilet dan sejumlah fasilitas umum lainnya di Noko. Semoga saja ke depannya fasilitas yang terdapat di Pulau Noko dapat semakin lengkap sehingga akan menambah kenyamanan pengunjung yang datang kesana juga.