play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Sejarah Islam

Mengapa Nabi Menggembala Kambing? Ini Alasannya!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terkahir yang diutus oleh Allah SWT. Nabi Muhammad memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki orang-orang selainnya. Ia dijuluki basyr laisa kal al basyr (manusia yang tidak seperti manusia lainnya). Beberapa keistimewaan yang dimilikinya ialah mujizat seperti Al-Qur’an, sifat-sifat kenabian yaitu Shidiq, tabligh, amanah, dan fathonah, dan yang tidak kalah pentingnya ialah akhlak terpuji. Lalu apa alasan Nabi Muhammad menggembala kambing? Begini penjelasannya.

Umroh.com merangkum, akhlak tepuji tidak serta merta nabi Muhammad dapatkan ketika diangkat menjadi nabi dan rasul, akan tetapi, nabi Muhammad sudah memiliki akhlak  terpuji dari waktu ia masih kanak-kanak. Salah satu pekerjan yang membuat nabi Muhammad mempunyai akhlak terpuji ialah mengembala kambing.

Baca juga: Beginilah Tatacara Berakikah Menurut Rasulullah

Perintah Nabi untuk Memelihara Kambing

Dari Ummu Hani radhiyallahu ‘anha, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اتَّخِذِى غَنَمًا فَإِنَّ فِيهَا بَرَكَةً

”Peliharalah kambing karena kambing itu penuh berkah.” (HR. Ibnu Majah)

Dari ‘Urwah Al Bariqi radhiyallahu ‘anha, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْإِبِلُ عِزٌّ لِأَهْلِهَا وَالْغَنَمُ بَرَكَةٌ وَالْخَيْرُ مَعْقُودٌ فِي نَوَاصِي الْخَيْلِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Unta adalah suatu kebanggaan bagi pemiliknya, kambing (di dalamnya) ada barakah, dan kebaikan itu terikat pada jambul kuda hingga hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشَّاةُ مِنْ دَوَابِّ الْجَنَّةِ

Kambing itu hewan yang ada di surga.” (HR. Ibnu Majah)

Alasan Nabi Menggembala Kambing

Berdasarkan pemaparan tim Umroh.com, sejak kecil Nabi Muhammad sudah menjadi anak yang mandiri. Sepeninggalan ayah dan ibunya ia tinggal bersama kakeknya Abdul Muthalib. Namun pada usiaya delapan tahun, ia tinggal bersama pamannya Abu Thalib. Nabi Muhammad meyampaikan keinginannya untuk menggembala kambing kepada pamannya. Sang paman pun kaget mendengar hal itu. Abu Thalib berusaha mencegahnya namun gagal. Begitu pula sang bibi, Fatimah binti Asad istri dari Abu Thalib. Keduanya tidak tega kalau keponakannya yang masih kecil harus kerja menggembala kambing. Akan tetapi tekad Nabi Muhammad begitu bulat sehingga tidak bisa dihentikan.

Akhinya Abu Thalib menuruti keinginannya. Abu Thalib mencarikan ‘bos’ untuk nabi. Pamannya menghubungi kenalannya orang Quraisy yang kaya dan memiliki banyak kambing, untuk digembala Nabi.  Sang bibi juga membantu mengantar Nabi Muhammad hingga ke mulut pintu ketika keponakannya itu hendak berangkat menggembala. Tidak hanya itu, bibinya selalu menyiapkan bekal makanan untuk Nabi. Sesekali, Fatimah suka mengkhawatirkan sesuatu hal buruk kepada Nabi. Maka dari itu Fatimah selalu memastikan kalau Nabi baik-baik saja. Nabi Muhammad pun hanya empat tahun menggembala kambing. Ketika usainya 12 tahun, Nabi tidak mennjadi penggembala kambing karena alasan tertentu.

Nabi Muhammad memiliki alasan kenapa ia menggembala kambing diusia belia. Pertama, membantu meringankan beban keuangan pamannya, Abu Thalib. Setelah ibunya, Aminah, wafat, Muhammad hidup di rumah kakeknya, Abdul Muthalib. Kemudian ketika Abdul Muthalib juga wafat, Muhammad akhirnya hidup bersama Abu Thalib. Pada saat awal-awal tinggal bersama Abu Thalib, Muhammad biasa-biasa saja. Ia bermain dan makan bersama dengan anak-anak Abu Thalib. 

Namun lama kelamaan, Muhammad mulai sadar bahwa kondisi ekonomi pamannya memprihatinkan. Ditambah pamannya juga memiliki anak yang banyak. Hal itu lah yang menggerakkan Muhammad untuk berbuat sesuatu. Bekerja apapun itu, yang penting bisa menghasilkan uang untuk sekedar membantu ekonomi keluarga pamannya. Mungkin ini yang menjadi alasan utama Muhammad menggembala kambing. 

Kedua, menggembala kambing tidak butuh modal. Boleh dikata kalau Muhammad sudah berpikir secara mendalam untuk mengambil profesi sebagai penggembala kambing. Profesi itu adalah tepat dan pas bagi dirinya yang usianya masih belia dan tidak memiliki modal. Muhammad sadar bahwa pada saat itu semua pekerjaan sudah dikerjakan budak, kecuali berdagang. Namun untuk berdagang harus memiliki modal, sementara Muhammad tidak memiliki itu. Sementara ia ingin sekali membantu meringankan beban pamannya.

Akhirnya ia menemukan satu pekerjaan yang pas untuk dirinya dan tidak memerlukan modal, yaitu menggembala kambing. Tidak lain, itu semata-mata dilakukan untuk membantu meringankan beban ekonomi pamannya, Abu Thalib. 

Ketiga, Muhammad suka berada di padang terbuka yang luas. Muhammad sangat senang dengan padang terbuka yang luas. Di sana, ia bisa merenungkan alam dengan segala keindahan dan kebesarannya. Di padang terbuka pula Muhammad bebas merenungkan segala sesuatu secara mendalam tanpa ada yang mengganggunya. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menggembala kambing di padang terbuka yang luas di wilayah Makkah.

Jadilah tamu istimewa Allah dengan temukan paketnya di Umroh.com!

Hikmah Nabi Muhammad Menggembala Kambing

Akhlak terpuji Nabi Muhammad SAW patut kita contoh. Ada hikmah dibalik Nabi menggembala kambing ini. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hikmah di balik penggembalaan kambing sebelum masa kenabian tiba adalah agar mereka terbiasa mengatur kambing yang nanti dengan sendirinya akan terbiasa menangani problematika umat manusia. (Fath Al-Bari, 4:441). Kalau sukses menggembala kambing, maka nantinya akan mudah mengatur manusia kelak saat menjadi seorang nabi.

Dengan menggembala kambing akan dilatih untuk sabar dalam menyantuni dan mengayomi. Karena ketika kambing dalam jumlah banyak lantas terpisah, maka harus ada kemampuan untuk mengatur kambing-kambing tersebut karena ada yang sifatnya taat dan ada yang membangkang. Maka ada pengalaman mengatur orang yang punya tabiat yang berbeda. Demikian pula disebut oleh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari, 4:441.

Menunjukkan sifat tawadhu’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena beliau mau mengungkap masa lalu beliau yang hanyalah orang biasa. Biasanya jika seseorang dahulu miskin dan susah, kalau memiliki sifat sombong saat ini, ia tidak akan mau mengungkit masa lalunya.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi penggembala kambing untuk mengajarkan bahwa seorang dai itu baiknya tidak bergantung pada orang lain. Seorang dai harus punya pekerjaan untuk mendukung nafkah diri dan keluarganya. Karena jika seseorang bergantung kepada orang lain, dakwahnya bisa jadi ada basa-basi. Karena bayaran, seorang dai akhirnya tidak boleh menyampaikan kebenaran karena harus menyesuaikan pada pesanan jamaah.

Facebook Comments