1
Serba-serbi Ramadhan

Mengganti Puasa ramadhan di Hari Senin dan Kamis, Bolehkah?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Sebagai umat islam, menjalankan ibadah Puasa Ramadhan memang wajib dilaksanakan bagi mereka yang telah memenuhi syarat. Namun, seseorang boleh meninggalkan puasa Ramadhan karena keadaan tertentu yang membuat orang tersebut tidak memungkinkan untuk berpuasa. Hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang menjawab pertanyaan sahabiyah tentang hal itu. Mengganti puasa ramadhan di hari senin dan kamis akan dibahas pada artikel kali ini yang masih menjadi pertanyaan.

Baca juga : 10 Masjid Terbesar di Indonesia yang Perlu Diketahui

Ketentuan Mengqadha Puasa

Beliau berkata “ Kami diperintahkan ( oleh Rasulullah ) mengganti puasa dan tidak diperintah mengganti sholat”.

Dari hadits tersebut menyatakan bahwa, meskipun diperbolehkannya seorang muslim membatalkan puasa, bukan berarti mereka bisa melewatinya begitu saja dengan santai. Ada ketentuan – ketentuan khusus dalam islam yang mengharuskan seorang muslim untuk mengganti puasanya dilain hari. Dan harus dibayar sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan. Hal ini biasa disebut dengan mengqadha puasa.

Sebagian banyak diantara umat islam yang ingin mengganti puasa ramadhan mungkin lebih senang menjalankannya pada hari senin atau kamis. Hal ini dikarenakan senin dan kamis merupakan hari spesial dan merupakan hari dimana dianjurkannya untuk berpuasa sunnah. Namun yang banyak menjadi pertanyaan, bolehkah kita mengganti puasa ramadhan di hari senin dan kamis ? simak penjelasannya untuk Anda.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mengqadha puasa adalah wajib hukumnya bagi seseorang yang tidak bisa melaksanakan ibadah puasa ramadhan karena suatu hal. Puasa qadha wajib dilaksanakan sebanyak hari puasa yang telah ditinggalkan saat Ramadhan. Ketentuan membayar utang puasa Ramadhan pun dapat dilihat jelas dalam firman Allah SWT pada Q.S. Al-Baqarah ayat 184 yang Artinya:

“ (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. ”

Mengqadha Puasa Di Hari Senin Kamis

Saat bulan ramadhan dan idul fitri telah berlalu. Tiba saatnya membayar utang puasa ramadhan bagi yang mempunyai hutang. Utang puasa adalah utang kita kepada Allah SWT yang jika tak dibayar selama di dunia maka di akhirat akan ditagih oleh Allah SWT. Pada dasarnya mengqadha puasa boleh dilakukan pada hari apapun. Karena sifat qadha puasa itu adalah mengganti hari – hari  yang ditinggalkan dengan puasa di hari – hari lain dengan jumlah yang sama.

webinar umroh.com

Bila banyak alasan dan pembenaran menunda ke Baitullah, maka ketaatan takkan maksimal. Dan kehadiran Umroh.com akan menyempurnakan ibadah Anda!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Lalu apakah boleh kita mengqadha puasa pada hari senin dan kamis ? tentu tidak ada salahnya bila hari-hari qadhanya dijatuhkan  pada hari Senin dan Kamis. Asalkan niatnya tetap untuk mengqadha dan bukan sekadar berniat puasa sunnah. Lalu apa bedanya? Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa hari Senin dan hari Kamis adalah hari yang spesial, Pada kedua hari itu ternyata ada peristiwa penting, yaitu amal-amal manusia dinaikkan ke langit. Dan Rasulullah SAW suka bila pada momen seperti beliau sedang berpuasa.

“Sesungguhnya amal manusia itu dilaporkan setiap hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud).

Dan di dalam hadits lain Nabi SAW menyebutkan :

“Aku suka saat amalku diperlihatkan, Aku sedang dalam keadaan berpuasa. (HR. An-Nasai). 

Hadits itu tidak menyebutkan apa nama puasanya, apakah puasa wajib atau puasa sunnah. Yang penting pada tiap Senin dan Kamis itu, posisi kita sedang puasa. Maka ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa pahala yang akan kita terima menjadi lebih besar apabila kita puasa qadha dijatuhkan tepat pada hari Senin dan Kamis. 

Meski tidak semua ulama berpendapat demikian, namun nyatanya logika dan nalarnya masuk cukup masuk akal. Bahkan Syeikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin pun termasuk mereka yang setuju dengan adanya pendapat ini. Sehingga tidak bisa kita salahkan secara sepihak.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

Intinya yang paling utama, kita segerakan bayar utang puasa (Qadha) kemudian berpuasa sunnah di hari-hari yang ditentukan syariat dengan berdiri sendiri. Namun jika waktu mepet, dia berpuasa di hari-hari utama itu dengan niat Qadha; sambil berharap mendapatkan pahala puasa sunnah, itu diperkenankan, karena karunia Allah SWT itu luas.