umroh.com

Niat Itikaf Lengkap Beserta Latin, Dan Terjemahannya

Annisa Nurlianita3 menit baca

niat itikaf

Umroh.com – Bulan ramadhan ialah bulan suci nan mulia. Bulan penuh rahmat serta ampunan dari Allah SWT, tak heran jika umat islam pun berlomba – lomba untuk melaksanakan ibadah baik itu wajib maupun sunnah dibulan ini dengan mengharap ridho dari Allah SWT. Saat bulan ramadhan, ada salah satu ibadah sunnah yang bisa umat islam lakukan. ibadah itu biaanya banyak dilakukan menjelang akhir ramadhan, ibadah itu ialah itikaf.

Niat Itikaf

Sebagaimana yang diketahui, Itikaf sebagai salah satu amalan sunah di bulan suci ramadhan. Itikaf ialah berdiam diri di masjid. Biasanya dilakukan menjelang sepuluh hari terakhir bulan ramadhan dalam rangka untuk mencari keridhoan Allah SWT dan bermuhasabah atas perbuatan – perbuatannya. Sebagaimana hadis ‘Aisyah, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya, kemudian isteri-isteri beliau pun beri’tikaf setelah kepergian beliau.” (Al-Bukhari Muslim).

Dalam hal ini, sebelum menjalankan amalan itikaf alangkah lebih baik jika kita mengawalinya dengan niat itikaf. Sebagaimana yang kita ketahui niat adalah amalan dalam hati untuk melakukan suatu tindakan yang ditujukan hanya kepada Allah SWT. berikut niat itikaf yang bisa dibaca sebelum melaksanakan itikaf.

Berikut ini adalah lafal itikaf yang dapat dibaca untuk memantapkan niat :

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.

Artinya, “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”

Lafal niat ini dikutip dari Kitab Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj. Lafal itikaf lain yang dapat digunakan adalah lafal berikut ini. Lafal niat itikaf ini dikutip dari Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi:

Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

Baca juga : 15 Jajanan Buka Puasa Paling Laris Ini Bisa Jadi Ide Bisnis

Syarat orang yang melaksanakan Itikaf:

  • Islam
  • Berakal Sehat
  • Bebas dari Hadas Besar

Jadi orang-orang yang melaksanakan I’tikaf tetapi tidak memenuhi syarat-syarat di atas, maka I’tikaf yang dilakukannya tidak sah.

Hal yang membatalkan itikaf

  • Berhubungan suami-istri
  • Mengeluarkan sperma
  • Mabuk yang disengaja
  • Murtad
  • Haid, selama waktu i’tikaf cukup dalam masa suci biasanya
  • Nifas
  • Keluar tanpa alasan
  • Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda
  • Keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keingingan sendiri

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

Hukum Melaksanakan Itikaf

Umroh.com merangkum, sahabat Anas RA mengatakan bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda: “Siapa yang beri’tikaf sehari karena mengharapkan keridhoan Allah Swt, maka Allah akan menjadikan tiga parit yang menghalanginya dari neraka. Setiap parit lebarnya melebihi dua ufuk langit,” (HR Thabrani dalam Ausath, Al-Baihaqi dan Hakim beliau mengatakan isnadnya shahih). Walaupun I’tikaf bisa dilakukan kapan saja. Nabi Muhammad SAW melakukan i’tikaf di 10 malam terakhir Ramadan dengan bertadarus membaca Al Quran dan merenung sambil berdoa

Hukum asal i’tikaf adalah sunnah (mustahab) berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Sungguh saya beri’tikaf di di sepuluh hari awal Ramadhan untuk mencari malam kemuliaan (lailat al-qadr), kemudian saya beri’tikaf di sepuluh hari pertengahan Ramadhan, kemudian Jibril mendatangiku dan memberitakan bahwa malam kemuliaan terdapat di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Barangsiapa yang ingin beri’tikaf, hendaklah dia beri’tikaf (untuk mencari malam tersebut). Maka para sahabat pun beri’tikaf bersama beliau.”

niat itikaf

Dalam hadits di atas, nabi memberikan pilihan kepada para sahabat untuk melaksanakan i’tikaf. Hal ini merupakan indikasi bahwa i’tikaf pada asalnya tidak wajib.

Status sunnah ini dapat menjadi wajib apabila seorang bernadzar untuk beri’tikaf berdasarkan hadits ‘Aisyah, beliau mengatakan bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa bernadzar untuk melakukan ketaatan kepada Allah, dia wajib menunaikannya.”

‘Umar radhiallahu‘anhu pernah bertanya kepada nabi shallallahu‘alaihi wasallam, “Wahai rasulullah! Sesungguhnya saya pernah bernadzar untuk beri’tikaf selama satu malam di Masjid al-Haram.” Nabi pun menjawab, “Tunaikanlah nadzarmu itu!”

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Al Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan, “I’tikaf tidaklah wajib berdasarkan ijma’ kecuali bagi seorang yang bernadzar untuk melakukan I’tikaf.”

Serba-serbi Ramadhan

10 Amalan yang Bisa Dilakukan di Bulan Safar Oleh Umat Muslim

Umroh.com – Amalan di bulan Safar sudah sepatutnya kita lakukan untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Sayangnya banyak yang menilai bahwa bulan Safar adalah bulan kesialan yang diyakini penuh bencana, musibah, kenahasan, dan sebagainya. Padahal, bulan Safar tetaplah seperti bulan-bulan lainnya…

Fajria Anindya Utami

Serba-serbi Ramadhan

Perayaan Festival Idul Fitri Di London yang Sangat Meriah

Umroh.com – Idul fitri merupakan momen yang dinantikan umat muslim di seluruh penjuru dunia. Tak hanya sebagai penanda bulan Ramadhan telah usai, hari kemenangan ini juga lekat tradisi yang khas dari setiap penjuru dunia. Kalau di Indonesia tradisinya mudik ke kampung halaman, berbeda lainnya di…

Annisa Aprinia

Serba-serbi Ramadhan

Niat Sholat Jumat di Rumah, Bolehkah? Berikut Uraiannya!

Umroh.com – Hari Jumat adalah hari ke enam yang termasuk dalam waktu satu minggu. Hari Jumat menjadi hari yang khas bagi umat muslim, karena hari rayanya dalam satu minggu tersebut. Bagi laki-laki umat muslim pasti sudah mengetahui tentang sholat jumat. Namun, bagaimana jika niat sholat jumat di…

Annisa Nurlianita