1
Serba-serbi Ramadhan

Niat Puasa Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah Menurut Hadits

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Sahabat muslimin yang diberkahi Allah. Datangnya bulan Muharram bagi umat muslim adalah momentum istimewa. Sebab di bulan itu, umat islam di seluruh dunia akan merayakan pergantian tahun baru hijriah. Sebuah hari yang memiliki sejarah panjang dan penuh keberkahan. Pada pembahasan kali ini akan membahas mengenai niat puasa akhir tahun dan awal tahun.

Baca juga : Penting! Ini Doa Ziarah Kubur dan Bacaan Dzikir

Tujuan Puasa Akhir dan Awal tahun Hijriah

Perayaan yang dimaksud dalam islam di sini bukan berarti perayaan yang bersifat hura-hura dan berpesta pora. Seperti perayaan pergantian tahun baru masehi. Perayaan Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah merupakan momentum introspeksi diri akan segala dosa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Dan waktu yang tepat untuk tobat dari segala dosa.

Dalam merayakan Akhir Tahun dan Awal Tahun Hijriah, umat islam dianjurkan melakukan Amalan Sunnah di Akhir dan Awal Tahun Hijriah. Hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta meningkatkan ketakwaan kita kepada-Nya. Salah satu amalan yang paling dianjurkan saat akhir tahun dan awal tahun hijriah adalah Puasa Sunnah Akhir dan Awal Tahun Hijriah. Karena niscaya dosanya selama 50 tahun akan diampuni oleh Allah.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

Hari-hari ini adalah waktu yang tepat untuk ber-muhasabah, menghitung jumlah dosa yang telah dilakukan tahun lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Sekaligus juga bersyukur kepada Allah swt yang masih memberikan umur panjang hingga detik ini. Jangan sampai amal ibadah kita besok lebih buruk dari hari ini dan hari kemarin.

Hukum Kesunnahan Puasa Akhir & Awal Tahun

Kesunahan puasa Akhir tahun mendapatkan legalitasnya berdasarkan hadits shahih :

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رضى الله عنهما: عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: أَنَّهُ سَأَلَهُ أَوْسَأَلَ رَجُلًا وَعِمْرَانَ يَسْمَعُ فَقَالَ: يَاأَبَا فُلَان، أَمَا صُمْتَ سَرَرَ هَذَا الشَّهْرِ؟—قَالَ: أَظُنُّهُ. قَالَ: يَعْنِي رَمَضَانَ.—قَالَ الرَّجُلُ: لَا يَارَسُولَ اللهِ. قَالَ: فَإِذَا أَفْطَرْتَ فَصُمْ يَوْمَيْنِ. لَمْ يَقُلِ الصَّلْتُ أَظُنُّهَ يَعْنِي رَمَضَانَ. رواه البخاري.

Artinya, “Diriwayatkan dari Imran bin Al-Husain RA, dari Nabi SAW bahwa ada orang bertanya kepada beliau, atau beliau bertanya kepada seseorang, sementara Imran mendengarnya. Lalu Rasulullah berkata, ‘Wahai Abu fulan, apakah kamu puasa akhir bulan (Sya’ban) ini?’—Abu An-Nu’man berkata, ‘Saya duga maksudnya adalah bulan itu.’ As-Shalt bin Muhammad berkata,

webinar umroh.com

‘Maksud dugaan An-Nu’man adalah bulan Ramadhan.’—Orang yang ditanya oleh Nabi SAW menjawab, ‘Tidak wahai Rasulullah.’ Nabi SAW menyambungnya, ‘Apabila kamu tidak puasa, maka puasa lah dua hari (sebagai gantinya).’ As-Shalt tidak mengatakan redaksi, ‘Saya menduganya itu adalah bulan Ramadhan,’” (HR Bukhari).

Umroh.com merangkum, hadits ini secara sekilas memang hanya menunjukkan kesunnahan untuk membiasakan puasa akhir bulan. Tetapi menurut Az-Zain bin Al-Munir, melihat Imam al-Bukhari memasukkan hadits ini dalam Bab Puasa di Akhir Bulan ini menunjukkan bahwa menurutnya kesunnahan membiasakan puasa akhir bulan itu tidak hanya berlaku di bulan Sya’ban, tetapi juga di bulan-bulan lainnya.

Anjuran puasa akhir bulan ini juga tidak bertentangan dengan larangan mendahului puasa Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sebelumnya pada akhir bulan Sya’ban. Sebab larangan tersebut mengecualikan orang yang sudah terbiasa memuasainya, (Ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqalani, Fathul Bari Syarh Shahihil Bukhari, [Beirut: Darul Ma’rifah: 1379 H], juz IV, halaman 230).

Umroh hemat bersama Umroh.com. Kunjungi sekarang juga!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Kesunnahan Puasa Awal Tahun

Sementara kesunahan puasa awal tahun sangat jelas haditsnya, yaitu hadits tentang anjuran berpuasa dalam hari-hari bulan Muharram, sebagai diriwayatkan :

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. رواه الطبراني في المعجم الصغير. وفي الكبير: ثَلَاثُونَ حَسَنَةً.

Artinya, “Orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram, maka dengan puasa  per harinya ia mendapatkan (pahala puasa) 30 hari,’ (HR At-Thabarani dalam Al-Mu’jamus Saghir). Dalam Al-Mu’jamul Kabir terdapat redaksi, ‘30 kebaikan,’

Dalam rangka muhasabah dan bersyukur ini banyak orang yang mengungkapkannya dengan berbagai macam ibadah. Diantaranya adalah dengan berpuasa di hari akhir (penutup) tahun, dan di hari awal (pembuka) tahun. Oleh karena itulah ulama salaf di Jawa menamakan puasa dua hari ini dengan nama PUASA TUTUP KENDANG.

Memang, mengenai puasa dua hari ‘tutup kendang’ ini banyak sekali perdebatan entah karena dalil yang lemah maupun karena anggapan bid’ah. Akan tetapi selama puasa ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt dalam bermuhasabah , maka hal itu termasuk amal saleh. Bukankah lebih baik berpuasa dan ber- muhasabah dari pada membiarkan waktu berlalu tanpa makna?

Apalagi jika puasa itu ternyata ada dalil hadits Rasulullah saw yg berbunyi:

“Barang siapa yang berpuasa sehari pada akhir tahun dari bulan Dzulhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa, dan Allah Ta’ala menjadikan kaffarah/terlebur dosanya selama 50 tahun.”

Demikianlah pahala yang dijanjikan oleh Allah swt kepada mereka yang berpuasa tutup kendang. Akhir bulan dan awal bulan, adalah termasuk hari-hari gelap (karena kondisi hilal masih kecil), dan bagi ulama Syafiiyah melakukan puasa di AYYAM AL-SUUD (hari2 gelap) adalah sunah, seperti AYYAM AL-BIDL (hari-hari purnama).

Bacaan Niat Puasa Akhir dan Awal tahun Hijriah

Berikut ini Niat Puasa Sunnah Akhir dan Awal Tahun Hijriah

Niat Puasa Akhir Tahun Hijriah

Nawaitu shouma ghodin min akhiiris sanati sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat berpuasa sunnah akhir tahun esok hari karena Allah ta’ala.

Niat Puasa Awal Tahun Hijriah

“Nawaitu shouma ghodin min awwali sanati sunnatan lillahi ta’ala”

Artinya: Saya niat berpuasa sunnah awal tahun esok hari karena Allah ta’ala.

Untuk masalah tata cara pelaksanaannya, Puasa Sunnah Akhir dan Awal Tahun Hijriah sama dgn puasa pada bulan ramadhan.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

niat puasa akhir tahun dan awal tahun

Diriwayatkan bahwa puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan berupa pahala yang sama seperti orang yang melakukan puasa sepanjang tahun. “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (H.R. Bukhari no. 1979) Hal ini juga didukung dengan riwayat lain yang menyebutkan bahwa :

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

“Berpuasa tiga hari setiap bulan sama dengan berpuasa sepanjang tahun dan hari-hari putih itu adalah tanggal 13, 14 dan 15.” (H.R. an-Nasai) Dalam riwayat Abu Hurairah, disebutkan, “Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati yakni berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan salat duha, mengerjakan salat witir sebelum tidur.” (H.R. Bukhari).