1
Serba-serbi Ramadhan

Niat Sholat Idul Fitri dan Sunnah Hari Raya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Sholat idul fitri atau sholat ‘ied termasuk salah satu bagian dari syiar Islam dan merupakan anugrah Allah yang khusus kepada umat Islam. Secara bahasa Ied artinya kembali, dikatakan ied karena kembalinya hari itu dengan perputaran tahun, atau karena kembalinya rasa gembira dan bahagia tiap datangnya hari tersebut.

Sholat idul fitri hampir sama cara pelaksanaannya seperti sholat wajib atau sholat sunnah hanya saja terdapat sedikit perbedaan. Sholat idul fitri dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan tidak ada adzan maupun iqamat untuk mengawalinya. Sebelum melaksanakan sholat idul fitri, ada baiknya kita mengucapkan niat sholat idul fitri.

Niat Sholat Idul Fitri

Bacaan yang pertama dalam sholat idul fitri yaitu niat. Hukum melafalkan niat merupakan sunnah, yang wajib adalah secara sadar dan sengaja dalam batin berniat akan menunaikan sholat sunnah idul fitri. Sebelum imam dan makmum berniat, dimulai tanpa azan dan iqamah karena tidak disunnahkan. Cukup hanya dengan seruan “ash-shalaatul jami’ah”.

Berikut ini bacaannya,

تَعَــــالَى لِلهِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) اْلفِطْرِ لعِيْدِ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ أُصَلِّي

Usholli rak’ataini sunnatan li’idil fitri (ma’mumam/imaman) lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat sholat sunnah idul fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala”

Sunnah-Sunnah Hari Raya

Ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan saat hari raya, diantaranya.

webinar umroh.com
  • Disunnahkan melaksanakan shalat ied di tempat terbuka dan luas yang berada di luar daerah perkampungan. Kaum muslim berkumpul di tempat tersebut untuk menampakkan syi’ar ini. Akan tetapi diperbolehkan melaksanakan shalat ied di masjid ketika terdapat udzur.
  • Disunnahkan untuk menyegerakan sholat Idul Adha dan mengakhirkan sholat Idul Fitri, seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan mengenai waktu sholat.
  • Disunnahkah untuk makan beberapa butir kurma sebelum sholat Idul Fitri, dan tidak makan sebelum sholat Idul Adha hingga sholat. Hal ini berdasarkan pada perbuatan Nabi. Kebiasaan Nabi adalah tidak keluar ke sholat idul fitri sampai makan berbuka dengan beberapa butir kurma, beliau memakannya dalam jumlah ganjil (ini berdasarkan riwayat Bukhari). Beliau tidak makan pada hari raya kurban hingga melaksanakan sholat (ini berdasarkan riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).
  • Disunnahkan untuk bertakbir ketika keluar menuju shalat ied setelah sholat subuh dengan berjalan, agar memungkinkan untuk mendapatkan tempat yang dekat dengan imam dan mendapatkan pahala keutamaan menunggu sholat.
  • Disunnahkan untuk berpenampilan yang terbaik pada hari raya, membersihkan diri (mandi), mengenakan pakaian yang terbaik dan memakai wewangian. Berpenampilan yang terbaik di sini bukan berarti memperbolehkan untuk berdandan bagi wanita muslimah, tetapi berpenampilan yang terbaik yang terbingkai oleh syari’at. Untuk para muslimah, tidak bertabaruj dan tidak menggunakan wewangian.
  • Disunnahkan untuk berkhutbah dengan khutbah yang mencakup seluruh urusan agama. Memotivasi untuk menunaikan zakat, dan menjelaskan apa yang harus dikeluarkan untuk zakat. Hendaknya memberikan bagian khusus untuk wanita, karena mereka membutuhkan nasehat khusus. Khutbah tersebut dilaksanakan setelah sholat dua rakaat.
  • Disunnahkan untuk banyak berdzikir dengan memperbanyak takbir dan tahlil berdasarkan firman Allah ta’āla, (yang artinya) “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu…” (QS. al-Baqarah: 185).
  • Bertakbir dengan suara keras bagi laki-laki di rumah-rumah, masjid dan pasar-pasar, sedangkan wanita dengan melirihkan suaranya.
  • Melewati jalan yang berbeda, berangkat menuju sholat ied melalui suatu jalan dan kembali dengan melalui jalan yang lain. Berdasarkan hadits Jabir, “Ketika hari raya ied, nabi melalui jalan yang berbeda”(Bukhari). Hikmah dari hal tersebut adalah agar dua jalan itu bersama-sama menjadi saksi atas ketaatan yang kita lakukan dengan beribadah kepada Allah. Selain itu agar menampakkan syi’ar Islam di kedua jalan tersebut, dan hikmah-hikmah lainnya.
  • Tidak mengapa jika di antara kaum muslim saling mengucapkan selamat di hari raya ied, dengan mengatakan, “taqabbalallāhu minna wa minkum ṣālihul a’māl.” Demikianlah yang dilakukan oleh para sahabat nabi, sambil menampakkan wajah yang berseri-seri dan kebahagiaan kepada orang-orang yang ditemuinya.