1
Sejarah Islam

Ini Kisah Nuaiman Bin Amru Bin Rafa’ah yang Bikin Ngakak

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Rasulullah selalu memiliki sahabat yang baik hati menjaga bahkan bisa membuatnya tertawa. Salah satu sahabat yang senang melawak dan jahil adalah Nuaiman bin Amru bin Rafa’ah. Ia memiliki watak yang jahil sehingga yang di dekatnya mudah tertawa bahagia. Meskipun wataknya lucu, Nuaiman juga seorang mujahid sejati Islam. Beliau pernah mengikuti perang badar bersama Rasulullah dan para sahabat lainnya.

Baca juga: Kisah Malaikat Mikail Menahan Matahari dengan Sayapnya

Profil Nuaiman Bin Amru Bin Rafa’ah

Umroh.com merangkum, Nuaiman bin Amru adalah salah seorang sahabat Nabi yang merupakan penduduk Madinah dari kalangan kaum Anshar. Pada peperangan Badar, ia turut berjihad bersama Rasulullah SAW. Dikalang para sahabat, ia terkenal sebaagai sahabat yang suka bergurau.

Malangnya, Nuaiman pernah menjadi pemabuk yang ketagihan arak semasa zaman Rasulullah SAW. Beliau telah ditangkap dan Nabi telah mengarahkannya dipukul. Beliau telah ditangkap dua kali dan kemudian dipukul lagi. Oleh karena dia masih tidak putus asa tabiat itu, Nabi mengaarahkan supaya dipukul dengan kasut. Apabila beliau masih saja tidak berhenti minum, Rasulullah akhirnya berkata, “ Jika dia kembali (meminum arak) maka bunuhlah dia.”

Walaupun bertegas, Rasulullah SAW masih menaruh harapan untuk Nuaiman memperbaiki diri. Akhirnya Nuaiman bertaubat juga mengakui kesalahannya. Ia memohon ampun kepada Allah SWT. Inilah yang beliau lakukan dan beliau mendapat perhatian Nabi dan para sahabat yang menikmatui senda gurau dan ketawa beliau.

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

Nuaiman yang Jenaka suka Bersunda Gurau 

Nuaiman banyak melakukan hal-hal konyol dan jahil hingga membuat Rasulullah dan para sahabat lainnya terpikal-pikal, tidak kuat menahan tawa. Target keusilannya bukan hanya para shaabat, tapi bahkan juga Rasulullah SAW. 

Suatu kisah, ketika Nuaiman melihat penjual madu yang kepanasaan da kelihatan letih setelah berkeliling menjajahkan maduinya di Madinah. Setelah seharian berkeliling, tak satupun daganannya terjual. Nuaiman menjumpai penjual madu itu. Ia mengajaknya dan menyuruh mengantarkan madunya itu menuju rumah Rasulullah SAW.

“Nanti kamu minta juga uang haraganya,” kata Nuaiman kepada penjual madu.

webinar umroh.com

Penjual madu gemira karena barang dagangannya laku. Ia akhirnya menuruti apa yang diucapkan Nuaiman. Ia dating mengahadap Rasulullah dengan membawa seguci madu, hadiah dari Nuaaiman. Ketika itu Rasulullah senang karena mendapatakan hadiah madu dari sahabatnya. 

Namun keriangan Rasulullah itu langsung berubah menjadi sebuah keterkejutan ketika penjual madu juga menyodorkan tagihan. “ Ini madunya Rasulullah. Harganya sekian,” Kata pejual madu.

Rasulullah lanngsunng sadar memag seperti itulah kelakua Nuaiman. Memberi hadiah, tapi beliau malah yang harus membayarnya. Mau tidak mau, beliau akhirnya memberikan sejumlah uang kepada penjual madu itu. Jadilah Rasulullah mendapatkan hadiah madu, sekaligus tagihan harganya.

Tak cuma menjadi tamu Allah, umroh juga bisa melancarkan rezeki Anda. Yuk temukan paketnya di umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Beberapa saat setelah kejadian itu, Rasulullah memanggil Nuaiman. Ia bertanya kepada sahabatnya itu mengaapa melakukan hal itu.

“Saya ingin berbuat baik kepada Anda ya Rasulullah. Tetapi saya tidak punya apa-apa,” jawab Nuaiman. Rasulullah lalu tersenyum setelah mendengar jawaban sahabatnya itu. Nabi tidak pernah tersinggung atau merasa diremehkan dengan ulah Nuaiman. 

Pernah suatu saat Nuaiman berangkat bersama Abu Bakar ke Basrah untuk berniaga. Bersama mereka ikut pula Suwaibith, yang bertugas membawa perbekalan. Nuaiman meminta kepada Suwaibith agar diberi makanan, tapi ditolaknya karena bos mereka sedang tidak di tempat.

“Tunggulah sampai Abu Bakar datang,” katanya. Nuaiman jengkel, lalu mengeluarkan ‘ancaman’, “Tunggu pembalasanku!”

Nuaiman lantas menemui beberapa orang, menawarkan budaknya dengan harga sangat murah, sambil membocorkan kelemahannya, yaitu budaknya sering mengaku dirinya seorang merdeka. Yang ditawari setuju, lalu bersama Nuaiman mereka menuju ke tempat Suwaibith duduk. Nuaiman menunjuk kepadanya. Tentu saja Suwaibith berontak sambil mengatakan dirinya bukan budak. Tapi si pembeli berkeras mengikatnya dan berkata, “Kami sudah paham sifatmu.” Untung Abu Bakar segera datang dan urusan jadi gamblang.

Ketika peristiwa tersebut diceritakan kepada Nabi, beliau tertawa, bahkan sepanjang tahun setiap beliau ingat atau diingatkan. Nuaiman adalah pembawa kegembiraan. Mungkin karena itu, Nabi pernah berkata, “Nuaiman akan masuk surga sambil tertawa, karena ia sering membuatku tertawa.”

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Cerita tentang Nuaiman menyegarkan ingatan kita bahwa Nabi adalah pribadi yang ceria. Suka tertawa, bercanda, dan tidak melulu bersikap resmi. Ia biasa bersenda gurau dengan para sahabat dan istri-istrinya. Sayangnya, riwayat-riwayat tentang sisi manusiawi ini jarang diedarkan. Nabi dihadirkan sebagai sosok yang lurus, kaku, dan hanya suka memberikan perintah atau gemar melarang-larang saja.

Sebagai umat Nabi, kita berhasrat meneladaninya secara penuh. Kita meninggalkan sesuatu yang dibenci Nabi dan berusaha menyukai apa saja yang dia senangi. Tapi kita sering melupakan sikap lapang dada dan humorisnya. Jadilah kita sedikit-sedikit merasa dihina, dilecehkan, lalu murka.