Parenting

Pastikan Anak Memiliki Mental yang Kuat dengan Cara Ini

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memastikan perkembangan si kecil. Baik perkembangan fisik, maupun perkembangan emosi dan mentalnya. Kini, semakin banyak orang tua yang mulai sadar tentang pentingnya perkembangan mental anak, di samping memastikan mereka tumbuh dengan sehat. Namun, masih banyak orangtua yang membutuhkan edukasi lebih lanjut untuk menyadari bahwa perkembangan mental sama pentingnya dengan perkembangan fisik.

Anak-anak yang memiliki perkembangan emosi dan mental yang baik akan mampu menghadapi segala tantangan dalam hidupnya, hingga akhirnya ia mencapai apa yang diinginkannya. Sebaliknya, mereka yang gampang emosi dan mentalnya terganggu akan mudah merasa putus asa, sehingga ia merasa kurang mampu menghadapi tantangan dalam hidup.

Agar anak tumbuh dengan mental yang baik dan emosi yang stabil, orang tua bisa melakukan hal di bawah ini.

Berdoa

Selalu sertakan anak dalam setiap doa kita. Mohon kepada Allah untuk kebaikannya, kesehatan fisiknya, serta kesehatan emosi dan mentalnya. Mintalah agar Allah memberi fisik dan mental yang kuat, sehingga anak tidak mudah merasa cemas atau depresi dengan segala hal yang dialaminya. Menitipkan anak di tangan Allah adalah hal yang terbaik, karena memang Ia-lah yang mengatur segala aspek kehidupan kita.

Menjalin Hubungan yang Baik dengan Anak

Hubungan yang baik dengan orang tua adalah faktor penting mewujudkan anak yang sehat secara fisik dan mental. Kesehatan fisik bisa diusahakan orangtua dengan memberinya makanan yang bergizi dan mengobatinya ketika sakit.

Kesehatan mental bisa diusahakan orang tua dengan cara menghargai perasaannya, pemikirannya, pilihannya, dan menunjukkan sikap yang baik kepada anak. Hindari menghakimi anak atas apa yang mereka lakukan.

Cara orang tua memperlakukan anak akan berpengaruh terhadap bagaimana ia memandang dunianya. Jika orang tua memperlakukan anak dengan baik dan menghargai perasaannya, ia akan tumbuh menjadi seseorang yang menghargai perasaan orang lain, dan tidak mengabaikan perasaannya sendiri. Ini membuatnya menjadi seseorang yang memiliki pengendalian emosi yang baik, dan mental yang lebih sehat.

Memberikan Motivasi

Agar anak memiliki mental yang sehat, orang tua juga bisa mengajari anak untuk pantang menyerah, namun tetap menghargai usaha-usaha yang telah mereka lakukan. Misalnya dengan memberikannya pujian atau motivasi. Pujian atau penghargaan yang diberikan oleh orang tua akan membuat anak memiliki konsep diri yang baik, yang akan membantunya mengembangkan mental yang baik.

Hindari Menghakimi Anak dengan Keras

Ketika berusaha mendisiplinkan anak, orangtua juga hendaknya berusaha untuk tidak menghakimi dan memberi label-label negatif kepada anak. Mendidik anak untuk memiliki perilaku yang positif tidak seharusnya dilakukan dengan cara yang negatif.

Jika memang orang tua harus meluruskan perilaku anak, tegur mereka ketika sedang berdua, dan nasehati mereka dengan lembut. Untuk mendisiplinkan anak, hindari membentak atau memberikan label-label negatif, misalnya pemalas, bodoh, suka melawan, dan label negatif lainnya.

Membimbing Anak untuk Dekat kepada Allah

Salah satu faktor yang mendukung kesehatan mental dan kestabilan emosi seseorang adalah kedekatannya terhadap Allah. Seseorang yang dekat dengan Tuhannya akan lebih mudah berlapang dada dengan segala ujian yang diterimanya. Dengan demikian, ia tidak mudah sedih berlebihan. Mereka yang mengenal kebesaran Allah juga tidak akan mudah putus asa.

Selain itu, orang-orang yang dekat dengan Allah juga mengetahui pentingnya mengendalikan emosi agar tidak melakukan hal-hal yang membuat orang lain tersakiti. Bimbing anak untuk selalu melakukan ibadah wajib maupun sunnah, serta mendekatkannya terhadap Al Quran. Ritual ibadah terbukti secara ilmiah memicu hormon yang bisa membuat kita lebih tenang.