1
Serba-serbi Ramadhan

Pengertian Buka Puasa Ini Wajib Kamu Ingat Lho!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Buka puasa menjadi hal yang paling dinantikan setelah kita berpuasa seharian. Bahkan banyak komunitas yang sengaja berkumpul untuk menyantap menu buka puasa bersama-sama. Tempat kuliner pun menjadi ramai jelang adzan maghrib berkumandang. Lalu apakah sebenarnya makna dari buka puasa? Pengertian buka puasa dapat kita temukan pada artikel umroh.com kali ini.

Pengertian Buka Puasa

Setelah berpuasa wajib sejak waktu subuh hingga sore hari, kita pasti membatalkan puasa ketika mendengar adzan maghrib. Kita batalkan puasa dengan makan/minum secukupnya. Namun sering kali kita tergoda dengan beraneka ragam makanan dan minuman yang tersaji. Hampir di setiap rumah dan masjid menunjukkan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan biologis para pelaku puasa. Padahal puasa seharusnya membentuk mental pengendalian hawa nafsu.

Baca juga: Asyik! Ini 7 Rekomendasi Menu Buka Puasa Berkuah

Dalam Bahasa Arab, ‘buka puasa’ disebut dengan futhur atau ifthar. Kata ‘futhur’ juga dipakai untuk sebutan makan pagi (sarapan) di hari-hari lain. Secara istilah, pengertian buka puasa (ifthar) lebih dari sekadar membatalkan puasa dengan makan/minum saat waktu maghrib tiba. Rasulullah bersabda,

لِلصَّآئِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ اْلفُطُوْرِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَآءِ رَبِّهِ.

Artinya: “Ada dua kebahagiaan bagi orang yang puasa. Kebahagiaan pada saat berbuka dan kebahagiaan pada saat berjumpa dengan Allah.”

Hadis ini menunjukkan bahwa kebahagiaan berbuka selaras dengan kebahagiaan berjumpa dengan Allah. Maka kebahagiaan rohani ini seharusnya tidak dinisbatkan pada pemenuhan kebutuhan raga saja.

Kita berjuang selama sehari berpuasa untuk menundukkan pikiran. Sumber munculnya nafsu. Pikiran tidak perlu dimatikan, namun cukup ditenangkan/dikendalikan. Sehingga pikiran kita mudah terhubung dengan Allah.

webinar umroh.com

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Allah berfirman, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” (QS.Al Fajr: 27-30)

Maghrib Menjadi Waktu Buka Puasa

Allah berfirman,

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya: “Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam” (QS.Al Baqarah: 187)

Pemilihan waktu maghrib sebagai waktu buka puasa berkaitan erat dengan pergantian siang menjadi malam. Kata ‘buka’ merujuk pada penyingkapan sesuatu yang tertutup. Saat siang hari kita banyak menjalani aktivitas duniawi. Sedangkan malam hari merupakan waktu untuk menutup segala hal tersebut. Kemudian berganti fokus dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Keheningan malam dapat memberikan ketenangan dan menuntun kita berintrospeksi. Memulai proses pembentukan jati diri dengan mengenal Allah lebih jauh. Rasulullah bersabda,

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

Artinya: “Barangsiapa mengenal dirinya, maka dia mengenal Tuhannya.”

Buka Puasa Harus Disegerakan

Sahl bin Sa’ad mengisahkan bahwa Rasulullah bersabda,

لاَيَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Artinya: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka” (HR.Bukhari 4/173 dan Muslim 1093)

Hadis di atas menganjurkan kita agar segera berbuka puasa begitu masuk waktu maghrib. Ini berbeda dengan puasa umat yahudi dan nasrani yang mengakhirkan buka puasa. Mereka menunggu hingga terbit bintang. Maka tampak jelas bahwa sunnah ini juga menyelisihi orang kafir.

Sahl bin Sa’ad mengisahkan bahwa Rasulullah bersabda,

لاَيَزَالُ أُمَّتِي عَلَى سُنَّتِيْ مَالَمْ تَنْتَظِرْ بِفِطْرِ هَا النُّجُوْمَ

Artinya: “Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa)” (HR.Ibnu Hibban 891)

Sementara Abu Hurairah menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda,

لاَيَزَالُ الدِّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ، لِأَنَّ الْيَهُوْدَ وَ النَّصَارَى يُؤَخِرُوْنَ

Artinya: “Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya” (HR.Abu Daud 2/305)

Tak hanya melancarkan rezeki Anda, umroh juga menjadikan Anda tamu istimewa Allah. Yuk temukan paketnya cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Buka Puasa Sebelum Sholat Maghrib

Umroh.com merangkum, kebiasaan Rasulullah ketika memasuki waktu maghrib ialah menikmati buka puasa dahulu. Kemudian melaksanakan sholat maghrib. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad (3/164) dan Abu Daud (2356).
Selain itu, menyegerakan berbuka puasa merupakan akhlak para nabi. Abu Darda menyatakan sebuah hadis, “Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi: menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam sholat” (HR.Thabrani).

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Momen berbuka puasa termasuk salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah bersabda,

ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَ تُهُمْ : الصَّا ئِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Artinya: “Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil, dan doanya orang yang didholimi” (HR.Tirmidzi 2528)

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Sunnah Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa

Selama bulan Ramadhan, sebaiknya kita manfaatkan setiap peluang ibadah sunnah yang ada. Salah satu sunnah dengan pahala luar biasa adalah memberi makan orang yang berbuka puasa. Rasulullah bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِِشْل أَجْره غَيْر أَنَّهُ لاَ يُنْقص مِن أجر الصَّا ئِم شَيْئًا

Artinya: “Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun” (HR.Ahmad dan Tirmidzi)

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.