Umroh Umroh & Haji

Pengertian, Hukum, Syarat, Rukun hingga Keutamaan Umroh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Berikut secara lengkap pengertian, hukum, syarat, rukun, hingga keutaman umroh yang dirangkum umroh.com.

Pengertian Umroh

Umroh adalah salah satu ibadah kaum muslimin yang tidak ubahnya seperti berwisata sembari ibadah. Dilihat secara bahasa, berarti ziarah atau berkunjung.

Sedangkan makna menurut syariat ialah ziarah ke Baitullah dengan thawaf (mengelilingi ka’bah 7 kali), sa’i (berlari-lari kecil) diantara dua bukit: Shafa dan Marwah, hingga diakhiri dengan mencukur gundul ataupun memendekkan rambut kepala.

Sebelum melaksanakan umroh, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh jamaah yang akan berangkat.

Baca Lagi: Berangkat Ibadah Umroh dengan Paket Umroh Terbaik

Hukum Umroh

Berkaitan dengan hukum umroh, para ulama memiliki dua pendapat berbeda. Ada yang berpendapat sunnah seperti Imam abu Hanifah, Imam Malik, riwayat dari Ibnu Mas’ud, dan pendapat yang dipilih Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Namun, yang paling kuat hukum ibadah umrah ialah wajib, karena berdasarkan dalil-dalil dalam Al-Quran dan hadist.

Salah satu ayat yang menguatkan hukum wajibnya umrah ialah, pada surah Al-Baqoroh ayat 196

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah” (Q.S. Al-Baqarah: 196).

Dalam ayat ini umroh disandingkan dengan ibadah haji, hal itu yang jadi rujukan sahabat Umar, Ibnu Abbas, Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhum, juga para imam seperti Imam Syafi’i, dan Imam Malik dalam menetapkan hukum umroh.

Selain itu, diriwayatkan Rasulullah salallahu‘alayhi wa sallam melakukan umroh hingga empat kali semasa hidupnya.

Baca Lagi: Tata Cara Umroh dan Bacaannya

Syarat Umroh

Imam Ibnu Katsir menerangkan, “Diriwayatkan secara shahih bahwa Nabi melakukan umrah sebanyak empat kali, dan semuanya beliau kerjakan pada bulan Dzulqo’dah, yaitu Umrah Hudaibiyyah pada tahun ke 6 H, Umratul Qadha’ pada tahun ke 7 H, Umrah Ji’ranah pada tahun ke 8 H, dan umroh terakhir saat Haji Wada’ di tahun ke 10 H.”

Sebelum melakukan ibadah umroh, baiknya kita melihat apakah sudah memenuhi syarat wajibnya. Sebaliknya, jika kita termasuk ke dalam semua syarat umroh ini maka kita sudah bersyarat untuk menunaikannya.

1. Beragama Islam atau merupakan orang muslim.

Beragama Islam merupakan syarat umroh sebagaimana ibadah lainnya. Bersyahadat dan memeluk Agama Islam merupakan tiket wajib untuk diterimanya amalan ibadah-ibadah, termasuk umroh.

2. Baligh dan berakal.

Syarat umroh balik dan berakal. Baligh merupakan batas manusia sudah masuk ke perhitungan amalan baik atau buruk. Semua yang dilakukan manusia yang baligh akan dicatat menjadi pahalanya atau dosanya.

Untuk batasan baligh terdapat tanda-tanda seperti mimpi basah, munculnya bulu kemaluan, haid untuk wanita, dan lainnya.

3. Merdeka dari perbudakan, atau bukan hamba sahaya.

Di zaman ini sudah sangat jarang yang masih menerapkan perbudakan semacam ini.

4. Memiliki kemampuan

Kemampuan dalam hal ini yang dimaksud adalah finansial, kesehatan, maupun ilmu pengetahuan.

5. Adanya mahrom bagi perempuan.

Ditemani mahram merupakan salah satu syarat perempuan boleh bepergian jauh di dalam Islam. Ibadah umroh  merupakan salah satu ibadah yang wajib bersafar, oleh karenanya perlu bersama mahrom. Ini menjadi syarat umroh bagi perempuan.

Baca Juga: Kumpulan Doa-doa Umroh

umroh

Rukun Umroh

Dari serangkaian ibadah umroh, Anda haru memperhatikan yang mana rukun umrah yang mana sunnah umroh. Karena tahapan rukun ini yang menentukan diterima atau tidaknya ibadah ini.

1. Berihram atau berniat untuk memulai umroh.

Ihram dilakukan di miqat, yaitu tempat khusus yang ditetapkan Rasulullah Salallahu’alayhi wa sallam untuk melafadzkan talbiah umroh. Adapun lafadz yang diucapkan ialah sebagai berikut:

“labbaik ‘umroh”

Artinya: aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umroh.

2. Thawaf yaitu mengelilingi Kabah sebanyak 7 putaran.

Thawaf dimulai dari Hajar Aswad, berakhir di Hajar Aswad pula.  Dalam prosesnya jamaah disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.

3. Melakukan sa’i yang dimulai dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa.

Sa’i dilakukan sebanyak 7 putaran, dari Shafa ke Marwa dihitung satu putaran, balik dari marwa ke shafa dihitung satu putaran.  Sehingga jika menempuh Shafa-Marwa kembali ke Shafa dihitung jadi 2 kali. Di Bukit Shafa, jamaah bisa menaiki bukit, lalu menghadap Kabah dan berzikir khusus yang telah ditetapkan Rasulullah.

4. Tahalul

Setelah sa’i, tata cara umroh selanjutnya ialah para jamaah diperintahkan bertahallul. Tahalul merupakan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Tahalul menjadi ritual penutup ibadah umroh. Olehkarenanya, jamaah diperbolehkan kembali mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Baca Lagi: Ini Daftar Lengkap Persiapan Umroh

Wajib Umroh

Berikut wajib umroh yang perlu Anda ketahui.

  1. Berihram di Miqat
  2. Tidak melanggar larangan sewaktu ihram
  3. Menjalankan rukun umroh

Keutamaan Umroh

1. Menghapuskan dosa

Keutamaan Umroh pertama disampaikan Rasulullah Salallahu’alayhi wa sallam dalam satu hadist, bahwa Allah akan mengampuni dosa hambanya dari umroh ke umroh.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

 “Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

2. Menghilangkan kefakiran

Keutamaan umroh juga merupakan ibadah yang disebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghilangkan kefakiran dan menghapuskan dosa-dosa. Bahkan dilukiskan dalam salah satu hadsit sahih, peghapusan dosanya seperti pembakaran yang menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

3. Disetarakan dengan berjihad bagi wanita

Keutamaan umroh ketiga ini khusus perempuan. Perjuangan jamaah perempuan saat umroh disetarakan oleh Rasulullah slallahu’alayhi wa sallam dengan berjihad. Hal ini diungkapkan olehnya kepada Aisyah.

Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.”

(HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini dishahihkan Syaikh Al Albani)

Baca Juga: Ini 8 Keistimewaan Umroh

I'm the type of person who easy to adjust, cause like to engage in conversation and observe people's characters.