1
Muslim Lifestyle

Pengertian Istigfar dalam Islam dan Hukum Membacanya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Setiap manusia di dunia ini pasti pernah melakukan dosa, baik itu dosa besar maupun dosa kecil, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semua orang tanpa terkecuali butuh ampunan Allah. Hanya orang-orang yang diampuniNya saja yang akan mendapatkan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hal ini beristigfar adalah kunci dari permohonan ampun atas setiap kekhilafan yang telah diperbuat. Memang betul nyatanya bahwa Istighfar terasa seperti ucapan yang ringan, pendek dan mudah diucapkan. Namun, tahukah Anda bahwa pengertian istigfar dalam islam mengandung kedalaman arti yang demikian besar ? simak penjelasannya untuk Anda.

Baca juga : Keutamaan 10 Ayat Pertama dan Terakhir Surat Al Kahfi

Pengertian Istigfar

Istighfar secara harfiah berarti meminta ampunan. Seseorang yang beristighar, tentunya mengharapkan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan menutupi kesalahannya, agar tak terlihat oleh siapapun, tak berbekas, seakanakan ia tidak pernah berbuat dosa.

Saat Anda beristighfar tentunya tidak hanya berkisar pada ucapan di lisan saja. lebih dari itu, istigfar adalah suatu penyesalan atas kesalahan di masa lalu, dan tekad kuat dilandasi tawakkal kepada Allah untuk menjadi lebih baik di masa mendatang dengan kesungguhan untuk merealisasikan taqwa dengan sebenarnya. Karena itulah istigfar senantiasa memberikan keajaiban dalam kehidupan bagi siapapun yang mengamalkannya.

Istighfar kasarnya ibarat alat pembersih dosa. Dengan membiasakan diri untuk beristighfar, maka setiap dosa yang kita perbuat baik itu sedikit maupun besar, dosa itu dapat segera terhapuskan sebelum terlanjur menumpuk dalam hati yang akhirnya kita merasa enggan dan sudah tak memikirkan akan hal itu karena terlalu terlena akan dunia. Sehingga menjadi noda yang sulit hilang yang akan senantiasa terbawa kemana pun kita pergi seumur hidup.

Hukum Menjamak Sholat Jumat Dengan Ashar

Mau dapat Tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Dosa Adalah Musuh Besar Istighfar

Setiap manusia selain Rasul Allah pasti banyak melakukan dosa. Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk banyak memohon ampunan (istighfar) kepada Allah.

“ Wahai hambaku, sesungguhnya kalian berbuat dosa siang dan malam, sedangkan Aku adalah Sang Pengampun dosa. Maka mintalah ampunan (beristighfarlah kepadaKu) niscaya Aku ampuni kalian”  (Hadits Qudsi riwayat Muslim).

Istighfar memadamkan dosa, sedangkan dosa adalah penghambat kesuksesan yang utama. Jika dosa adalah penghambat kesuksesan, sebaliknya istighfar adalah penyebab keberhasilan/ keberuntungan di dunia dan di akhirat. Perlu di ingat, seseorang yang beristighfar dengan tulus dia harus meninggalkan kebid’ahan. Karena bid’ah adalah penghalang taubat, sedangkan istighfar dan taubat adalah 2 sisi yang tidak terpisahkan. Maka dari itu bersungguh – sungguhlah dalam berbuat kebenaran.

webinar umroh.com

Istigfar Menjernihkan Hati

Setiap dosa menyebabkan kotornya hati. Pembersih kekotoran itu adalah istighfar. Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“ Sesungguhnya seorang mukmin jika berdosa akan ditandai titik hitam pada hatinya. Jika ia bertaubat, mencabut kemaksiatannya dan beristighfar, maka hatinya akan mengkilap. Namun, jika ia menambah dosanya, maka titik hitam itu akan bertambah hingga menguasai hatinya. Kalau sudah demikian, itulah ‘ar-raan’ (bintik hitam yang menguasai/menutup hati) yang Allah sebutkan dalam al-Qur’an: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka perbuat telah menutup hati mereka (Q.S alMuthaffifin:14)(H.R Ahmad).

Hati adalah segalanya dalam diri seseorang. Jika baik hatinya, maka anggota tubuh yang lain akan baik. Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, bahwa (segumpal daging) itu adalah hati. Karena itu, menjernihkan hati adalah suatu manfaat yang sangat besar. Manfaat tersebut bisa dicapai dengan istighfar. Sebaliknya, hati yang kotor dengan dosa, akan sulit menerima nasehat dari Al – Quran dan Sunnah Rasul SAW. Sesuatu yang haq akan dinilai batil, dan yang batil akan ternilai haq. kejernihan dan keselamatan hati adalah penentu kesuksesan saat bertemu dengan Allah nanti pada hari kiamat.

Jadilah tamu Allah SWT dengan berkunjung ke tanah suci menggunakan paket menarik dari Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"] 

Hukum Membaca Istigfar

Umroh.com Merangkum dalam hal ini, hukum mengucapkan istighfar, bisa wajib, sunnah, makruh, bahkan haram. Hal ini sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang telah disyariatkan dalam islam.

Istigfar wajib diucapkan saat seseorang menyadari bahwa dia telah melakukan perbuatan dosa. Tentunya ucapan ini harus Seseorang yang beristigfar maka hendaknya tidak hanya sekedar mengucapkannya. ia juga harus menghayati maknanya diikuti dengan komitmen untuk bertobat dan tidak mengulangi kesalahan yang sama agar bisa berpengaruh langsung kepada sikap dan perilaku kesehariannya.

Istigfar sunnah diucapkan dengan alasan meneladani akhlak Rasulullah saw. “Rasul saja beristighfar minimal 70 kali sehari, di riwayat lain disebutkan 100 kali per hari. Padahal beliau maksum atau sudah dijamin Allah bersih dari dosa. Bagaimana kita yang setiap hari melakukan Dosa? Tentunya harus lebih banyak beristighfar,” ungkap Tholhah.

Pengertian istigfar dalam islam juga bersifat makruh ketika di ucapkan tanpa ada sanad dan Rasulullah tidak menganjurkannya. Seperti beristighfar saat berjalan di belakang jenazah ketika mengantarkannya ke liang lahat. Justru yang dianjurkan adalah beristighfar bagi mayit ketika shalat jenazah dan setelah pemakamannya.

Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Senantiasa Bersholawat

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Dan terakhir istighfar juga bisa menjadi haram jika dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana dalam QS At-Taubah ayat 113 yang melarang seorang mukmin beristighfar atau memohonkan ampunan untuk saudaranya yang kafir, walaupun orang tersebut merupakan kerabat dekat.