1
Fashion

Penting, Inilah Hadist Tentang Bulan Sya’ban

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com– Bulan sya’ban merupakan bulan kedelapan penanggalan hijriyah. Nama sya’ban sendiri memiliki arti pemisah, disebut demikian karena orang-orang Arab berpencar dan berpisah pada bulan ini untuk mencari air. Berpuasa dibulan sya’ban menandai tentang kesiapan kita dakam menyambut bulan suci ramadhan, semakin intensif seseorang melaksanakan ibadah di bulan ini maka akan semakin matang pula kesiapannya untuk memasuki bulan suci ramadhan. Bulan sya’ban sendiri menjadi jalan mendaki untuk meraih puncak kemuliaan yang tersedia di bulan ramadhan. Berikut beberapa hadist tentang bulan sya’ban yang wajib Anda ketahui.

Menyambut Bulan Sya’ban

Dalam menyambut bulan sya’ban hal pertama yang perlu kita siapkan yaitu kesiapan. Namun kata ini pula yang sering diabaikan saat kita memasuki bulan sya’ban. Kesiapan yang dimaksud disini yaitu kesiapan rohani untuk menerima suasana penting dalam bulan paling suci, yakni bulan ramadhan. Sehingga kesiapan lebih kepada spiritual ketimbang material. Mungkin kita sering melihat perubahan suasana disekeliling kita saat bulan sya’ban tiba, pusat perbelanjaan ramai didatangi, tiket pesawat kereta habis terjual. Semua ini bisa kita sebut sebagai persiapan, namun lebih kepada persiapan material bukan spiritual. Jadi tak jarang bahwa beberapa diantara kita melupakan bulan syaban atau bahkan diabaikan begitu saja. Jadi sangat disayangkan jika Anda melewatkan bulan ini tanpa berpuasa.

Hadist Tentang Bulan Sya’ban

Pada bulan sya’ban amalan kita selama hidup didunia akan dilaporkan, untuk itu Rasulullah SAW sangat senang berpuasa di bulan sya’ban, kenapa? Karena itulah bulan yang manusia lalai dari-Nya, ia bulan yang berada diantara bulan rajab dan ramadhan, yaitu bulan yang berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Allah SWT, untuk itu Rasulullah sangat senang jika amalnya diangkat ketika beliau sedang berpuasa.

Dalam riwayat hadist imam tirmidzi nomor 599 menceritakan kepada Muhammad bin isma’il, beliau berkata bahwa Nabi SAW ditanya tentang puasa yang paling utama setelah bulan ramadhan, beliau menjawab, “bulan sya’ban untuk memuliakan ramadhan”, beliau ditanya lagi, lalu shodaqoh apa yang paling utama? Beliau menjawab “shodaqoh di bulan ramadhan”. Hadist tersebut merupakan hadist dhaif atau lemah, namun bolehkah puasa di bulan  syaban? Tentu saja boleh, karena di hadist lain yang shohih, Rasulullah SAW melakukan puasa di bulan tersebut. Namun ada batas waktunya, yaitu sampai dengan tengah bulan syaban atau tanggal 15. Apakah haram puasa setelah tanggal 15? Misalnya tanggal 16. Jawabannya sesuai hadist berikut bahwa telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim, telah menceritakan kepada kami hisyam telah menceritakan kepada kami yahya bin abu katsir dari abu salamah dari abu hurairah radliallahu’anhu dari Nabi SAW berdsabda “Janganlah seseorang dari kalian mendahului bulan ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari kecuali apabila seseorang sudah biasa melaksanakan puasa sunnah maka pada hari itu dia dipersilahkan untuk melaksanakannya”. (Bukhari 1781). Dari hal tersebut sudah jelas bahwa bagi mereka yang terbiasa puasa sunnah, misalnya puasa daud maka diperbolehkan untuk melanjutkan puasa setelah pertengahan bulan syaban, jadi semua tergantung masing-masing, kalau biasa puasa maka lanjutkan, atau yang memili hutang puasa juga diperbolehkan.

Lantas bagaimana berpuasa saat malam nisfu sya’ban, apakah ada hadistnya? Berikut ini jawabannya diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1378, telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah memberikan kepada kami Ibu Abu Sabrah dari Ibrahim bin Muhammad dari Mu’awiyah bin Abdullah bin Ja’far dari bapaknya dari Ali bin Abu Thalib ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Apabila malam nifsu syaban, maka sholatlah di malam harinya dan berpuasalah disiang harinya. Sesungguhnya Allah SWT turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam,kemudian beliau berfirman : “Adakah orang yang meminta ampunan kepada-Ku, maka aku akan mengampuninya, adakah yang meminta rizki, maka aku akan memberinya rizki adakah yang mendapat cobaan maka aku akan menyembuhkannya, adakah yang begini, dan adakah yang begini… hingga terbit fajar”. Jadi sudah jelas bahwa berpuasa saat nifsu sya’ban diperbolehkan.

Sudah jelas bukan hadist tentang bulan sya’ban? Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua.