Haji Umroh & Haji

Perbedaan Haji Qiran, Ifrad, dan Tamattu

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sebagai jamaah haji Anda dapat memilih secara bebas ibadah haji yang ingin di jalankan.  Ada beberapa jenis-jenis haji yang wajib kita ketahui. Selain itu juga Anda harus memahami perbedaan haji qiran, ifrad dan tamattu.

Adapun ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam kelima yang wajib dijalankan bagi setiap umat muslim yang mampu. Menurut istilah, haji yakni menuju ke baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula.

Bagi Anda yang masih bingung, berikut perbedaan haji iqran, ifrad dan tamattu.

1. Haji Qiran

Yang dimaksud dengan haji qiran yaitu ibadah haji dan umrah yang di lakukan secara sekaligus atau bersama-sama dalam satu niat, dengan niat yang berbunyi : “labbaika hajjan wa ‘umratan”.

Maksudnya yaitu setelah Anda selesai melaksanakan ibadah haji, Anda tidak perlu lagi mengerjakan ibadah umrah karena sudah di jalankan dalam satu niat sekaligus, namun jika Anda memilih untuk menajalankan ibadah haji qiran maka Anda akan dikenakan dam karena menggabungkan ibadah haji dan umrah dalam satu waktu.

Dam tersebut dapat berupa menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.

Pelaksanaan Haji Qiran

a. Miqat ditanah air

Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :

  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.
b. Miqat di Saudi

Jama’ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati “Hari Arafah” 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
  • Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Hajjan.
  • Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca “Talbiah”

Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :

  • Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).
  • Boleh langsung Sa’i Setelah Tawaf Qudum, atau boleh juga sesudah tawaf Ifadah.
  • Jika melakukan Sa’i tidak boleh langsung bertahallul, sampai selesai seluruh kegiatan Ibadah Haji.

Sesudah tawaf Qudum dan Sa’i jama’ah menunggu waktu pelaksanaan haji yang dimulai tanggal 8 Zulhijah. Dalam waktu menunggu pelaksanaan haji itu, jama’ah Haji Qiran harus tetap mengenakan pakaian Ihram, dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.

2. Haji Ifrad

Haji ifrad yaitu menjalankan ibadah haji terlebih dahulu sebelum menjalankan ibadah umrah. Sejak dari mikatnya Anda sudah berniat untuk ibadah haji dengan segala rangkaiannya sampai dengan selesai, dengan niat secara ikhlas yang berbunyi : “labbaika hajjan”. Setelah melakukan ibadah haji barulah mengerjakan ihram untuk umrah. Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena itu yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda

Pelaksanaan Haji Ifrad

a. Miqat ditanah air

Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :

  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram.
b. Miqat di Saudi

Jama’ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati “Hari Arafah” 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.
  • Berniat Haji : Labbaika Allahumma’ Hajjan.
  • Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca “Talbiah”

Tiba di Mekah jama’ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema’ah melakukan kegiatan sebagai berikut :

  • Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).
  • Setelah Tawaf boleh langsung Sa’i tetapi tidak boleh tahallul karena Jema’ah haji ifrad boleh tahallul nanti setelah Tawaf dan Sa’i haji dilaksanakan.

Pelaksanaan Umrah Ifrad

Setelah melaksanakan “Ibadah Haji“jema’ah harus bersiap lagi untuk melaksanakan “Ibadah Umrah“. Persiapan ihram dilakukan dipenginapan di Mekkah, dan Miqatnya di Tan’im atau Ji’ranah. Rincian Ibadah Umrah untuk Haji Ifrad adalah sebagai berikut :

  • Melakukan persiapan ihram.
  • Mandi sunnat ihram.
  • Memotong Kuku.
  • Memotong rambut secukupnya.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian ihram, berangkat ke batas Miqat di Tan’im atau Ji’ranah. Disini jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut ;
  • Shalat sunat ihram 2 rakaat.
  • Melafazkan niat umrah : (Labbaika Allahuma Umratan).

Berangkat ke Mekah dan dalam perjalanan membaca Talbiyah sebanyak-banyaknya. Di Mekah jama’ah melakukan hal-hal sebagai berikut.

  • Tawaf Umrah
  • Melaksanakan Sa’i
  • Tahallul

Dengan selesainya pelaksanaan ibadah Umrah ini, selesai pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan Haji Ifrad.

3. Haji Tamattu

Yang terakhir yaitu haji tamattu yaitu mengerjakan ibadah haji  di dahului oleh umrah. Adapun pelaksanaanya  yaitu sesampainya di miqat mikani Anda berniat ihram untuk umrah dengan mengucapkan niat : “labbaika ‘umratan”, kemudian berangkat ke makkah sambil membaca talbiyah, sesampainya di makkah lalu melakukan tawaf serta sa’i untuk umrahnya, setelah itu bertahallul dengan mencukur atau menggunting rambut, setelah ini semua selesailah umrahnya dan Anda bebas dari status ihram dan bisa memakai pakaian Anda kembali. Kemudian barulah tanggal 8 zulhijjah Anda mulai berihram lagi mengerjakan haji dengan segala rangakaiannya sampai dengan selesai.

Jika Anda menjalankan ibadah haji tamattu ini Anda akan di kenakan dam. Dam ini dapat Anda lakukan dengan persyaratan : pertama bukan penduduk sekitar masjidil haram, kedua mendahulukan umrah sebelum haji, ketiga tidak kembali ke miqat haji dan tidak pula ke tempat yang berjarak sama dengan melakukan ihram haji, keempat ibadah umrahnya dilakukan pada bulan haji, dan yang terakhir haji dan umrahnya untuk satu orang.

Jika seseorang telah menjalankan persyaratan tersebut maka orang tersebut telah melakukan haji tamattu dan wajib membayar dam dengan menyembelih seekor kambing. Jika tidak menemukan seekor kambing Anda harus berpuasa selama tiga hari sebelum hari raya kurban tiba, baik puasa berturut-turut maupun berjeda dan di lanjutkan berpuasa tujuh hari sepulang ke kampung halaman.

Itulah perbedaan haji qiran, ifrad, dan tamattu yang perlu diketahui sebelum keberangkatan haji. Sehingga Anda pun dapat menentukan ibadah mana yang akan dijalankan di tanah suci. Semoga ibadah Anda lancar dan menjadi haji mabrur,

Tulis Komentar Anda
Download GRATIS Jadwal Sholat, Al Quran Digital & Voucher Umroh
Klik Disini