1
Serba-serbi Ramadhan

Perbedaan Nuzulul Quran dengan Lailatul Qadar

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Bagi umat muslim alangkah baiknya untuk belajar mengenai istilah-istilah serta mencari tahu lebih dalam lagi perbedaannya, agar tidak menyalah artikan. Seperti perbedaan dari nuzulul quran dan malam lailatul qadar. Banyak yang mengira bahwa kedua hal tersebut adalah sama, padahal keduanya adalah dua hal yang berbeda dan tentunya memiliki arti yang berbeda. Kesamaannya adalah keduanya sama-sama hadir di bulan Ramadhan. Lantas, apa sebetulnya perbedaannya malam nuzulul quran dan lailatul qadar ?, oleh karena itu, marilah kita simak mengenai perbedaan nuzulul Quran dengan malam lailatul Qadar.

Baca juga : Ini Perbedaan Ucapan Subhanallah Dengan Masyaallah

Bedanya Antara Nuzulul Quran dengan Lailatul Qadar

Nuzulul Quran adan lailatul qadar adalah dua hal peristiwa yang bersejarah di bulan Ramadhan. Namun, kedua peristiwa itu tentunya memiliki perbedaan pada masing-masingnya. Meski demikian, tidak sedikit umat islam yang mengartikan bahwa malam nuzulul Quran sama dengan lailatul qadar.

Nuzulul Quran adalah waktu di mana Al-Quran pertama kali di turunkan ke bumi oleh Allah SWT. Malam nuzulul Quran ini biasanya diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan, umumnya masyarakat Indonesia memperingatinya dan diperingati pada malam hari. Hampir di seluruh di Indonesia mengadakan seremoni layaknya memperingati hari Maulid Nabi, Isra Mi;raj dan hari-hari besar lainnya yang ada di dalam islam. Banyak cara masyarakat untuk mengisi acara nuzulul Quran seperti tumpengan, pengajiah, tahlil, khatam Al-Quran dan masih banyak yang lainnya.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!

niat puasa sya'ban

Sementara Allah menegaskan bahwa Al-Quran diturunkan pada malam lailatul qadar seperti firman Allah di dalam Al-Quran surat Al-Qadr ayat 1 “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.” Yang memiliki arti bahwa malam paling spesial di bulan suci, adalah malam lailatul qadar, malam yang diharapkan seluruh umat islam, ia lebih baik dari pada seribu bulan. Pendapat lain juga mengatakan bahwa lailatul qadar terjadi disepuluh akhir bulan Ramadhan. Lalu kenapa bisa berbeda ? Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu malam kemuliaan itu ? malam kemuliaan lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk izin semua. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr : 1-5)

Hubungan antara Nuzulul Quran dengan Lailatul Qadar

Beberapa para tafsir menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan dua kali proses. Pertama, diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah). Kedua, diturunkan secara bertahap (najman najman). Sebelum diterima Nabi di bumi, Allah terlebih dahulu menurunkannya secara menyeluruh di langit dunia, dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah. Terdapat perbedaan Nuzulul Quran dengan Lailatul Qadar

Apalagi yg engkau cari jika hidup bukan untuk ridha Allah? Segera penuhi panggilan-nya bersama Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Selanjutnya, malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi di bumi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama dua puluh tahun, pendapat lain dua puluh satu tahun. Pakar tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menegaskan : “Tidak ada perbedaan bahwa Al-Quran diturunkan dari Luah al-Mahfuzh pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan seperti penjelasan kami. Maka Al- Alquran terlebih dahulu diletakkan di Baitu Izzah di langit dunia.

webinar umroh.com

Kemudian Jibril menurukannya secara berangsur tentang perintah,  larangan dan sebab-sebab lainnya. Demikian itu terjadi selama 20 tahun”. “ Sahabat Ibnu Abbas berkatas, Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh secara menyeluruh kepada para malaikat pencatat wahyu di langit dunia, kemudia Jibril turun membawanya secara berangsur, satu dan dua ayat, di waktu yang berbeda-beda selama 21 tahun.”

Umroh.com merangkum, proses turunnya Al-Qur’an secara total ini terjadi di bulan malam Lailatul Qadar, tepatnya malam 24 Ramadhan. Pendapat ini sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin al-Aqsa’. Imamul Mufassirin (pemimpin para pakar tafsir), Syekh Abu Ja’far Muhammad bin Jarir al-Thabari menyampaikan riwayat tersebut dalam kitab tafsirnya sebagai berikut :

“Sebagaimana bercerita kepadaku Abu Kuraib, beliau berkata, bercerita kepadaku Abu Bakar bin Ayyasy dari al-A’masy dari Hassan bin Abi Al-Asyras dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas beliau berkata, Al- Quran diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 dari bulan Ramadhan, kemudian diletakkan di Baitul Izzah.”

“Bercerita kepadaku Ahmad bin Mashur, ia berkata, bercerita kepadaku Abdullah bin Raja, ia berkata, bercerita kepadaku Imran Al-Qatthan dari Qatadah dari Ibnu Abil Malih dari Watsilah dari Nabi, beliau bersabda, lembaran-lembaran Nabi Ibrahim turun pada awal bulan Ramadhan, Injil diturunkan pada 13 Ramadhan, Al- Qur’an diturunkan pada 24 Ramadhan.”

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Dalam proses turunnya Al-Quran secara bertahap, wahyu pertama yang diterima Nabi adalah surat Al-‘Alaq dari ayat satu sampai lima. Saat Nabi mencapai usia 40 tahun, Allah mengutusnya untuk alam semesta, mengeluarkan mereka dari sesatnya kebodohan menuju terangnya pengetahuan. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah, Nabi menerima wahyu untuk pertama kalinya.