1
Muslim Lifestyle

Perhatikan 6 Hal Ini Agar Hutang Membawa Berkah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Dijelaskan oleh para ulama, fiqih akad hutang (qard) disebut juga aqad al irfaq. Artinya akad yang didasari atas rasa belas kasih. Dalam Islam, hutang dilakukan atas dasar belas kasih, bukan untung rugi. Pada akhirnya, hutang membawa berkah bagi semuanya.

Hutang piutang sebaiknya tidak menjadi hal yang memberatkan, terutama bagi orang yang berhutang. Apalagi jika hutang kemudian mendatangkan keuntungan pada pihak yang memberi hutang. Ini termasuk riba.

Baca juga: Hukum Menagih Hutang Telah Diatur Al Quran

Hutang Membawa Berkah

Transaksi hutang piutang bisa mendatangkan keberkahan jika dilakukan sesuai syariat. Berikut adalah enam hal agar hutang membawa berkah.

1. Hutang Hendaknya Ditulis dan Dipersaksikan

Jika kita mematuhi apa yang Allah perintahkan, maka keberkahan akan kita dapatkan. Demikian juga dalam hal hutang piutang. Agar hutang piutang berkah, maka kita harus melaksanakan perintah Allah untuk menuliskan hutang tersebut.

Allah menerangkan secara rinci di dalam surat Al Baqarah ayat 282. Hikmah dari dituliskannya hutang, serta dihadirkannya saksi adalah menguatnya kepercayaan satu sama lain. Hal ini juga mencegah timbulnya perselisihan di masa mendatang akibat kesalahpahaman atau kesalahan dalam mengingat jumlah hutang.

Menuliskan hutang dan menghadirkan saksi juga untuk mencegah niat buruk salah satu pihak yang ingin mengambil keuntungan dengan tidak halal. Misalnya orang yang berhutang kemudian mengurangi jumlah harta yang dihutang, atau orang yang berhutang menambah jumlah yang dipinjamkan.

2. Didasari karena Kebutuhan yang Baik

Umroh.com merangkum, agar menjadi berkah, sebaiknya hutang dilakukan karena kebutuhan pokok yang mendesak. Misalnya karena tidak bisa memenuhi kebutuhan makan, pengobatan, atau kebutuhan sekolah.

webinar umroh.com

Hindari berhutang untuk memuaskan nafsu. Misalnya berhutang karena ingin membeli barang mewah yang sedang tren. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, dan Ia melihat semua hal yang kita pikirkan dan kita lakukan. Tentunya Allah tidak suka dengan perilaku berlebihan, dan bermewahan.

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

3. Tidak Mengambil Keuntungan dari Hutang yang Diberikan

Orang yang memberi hutang hendaknya tidak berniat mengambil keuntungan pribadi dari hutang yang diberikan. Misalnya dengan mensyaratkan pengembalian dalam jumlah lebih banyak dari yang diberikan.

Kelebihan yang diterimanya itu akan menjadi harta haram, karena termasuk riba. Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang kalian memberi hutang (pada seseorang) kemudian dia memberi hadiah kepadanya, atau membantunya naik ke atas kendaraan maka janganlah ia menaikinya dan jangan menerimanya, kecuali jika hal itu telah terjadi antara keduanya sebelum itu.” (HR.Ibnu Majah).

Lain halnya jika orang yang berhutang memberikan kelebihan secara sukarela, sebagai tanda terima kasih. Karena kelebihan itu tidak disyaratkan, maka kelebihan tersebut termasuk hadiah. Sebagaimana Rasulullah membayar hutang kepada Jabir ra. dalam jumlah yang lebih banyak. Diriwayatkan Imam Al Bukhari, Jabir bin Abdillah menuturkan, “Aku menemui Nabi  saat Beliau berada di masjid. Lalu Beliau membayar hutangnya kepadaku dan memberi lebih kepadaku.”

4. Orang yang Berhutang Harus Berniat Mengembalikannya

Hutang adalah pinjaman yang harus dikembalikan. Jadi, tidak benar jika orang yang berhutang memiliki niat untuk tidak mengembalikan harta yang dipinjamnya.

Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui isi hati. Ia tahu niat seperti apa yang ada di dalam diri kita. Jika niat kita baik, Allah akan memberi berkah dan memudahkan rizki untuk mengembalikan hutang.

Sebaliknya, orang yang memiliki niat buruk saat berhutang juga akan mendapatkan teguran atau balasan yang setimpal. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Siapa yang mengambil harta manusia (berhutang) disertai maksud akan membayarnya maka Allah akan membayarkannya untuknya, sebaliknya siapa yang mengambilnya dengan maksud merusaknya (merugikannya) maka Allah akan merusak orang itu” (HR.Bukhari).

Mau jadi tamu istimewa Allah di Tanah Suci? Tak perlu repot, temukan paket umroh terbaik cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

5. Melakukan Pelunasan dengan Cara yang Baik

Pertolongan yang telah diberikan lewat hutang hendaknya juga dibalas dengan kebaikan. Agar hutang menjadi berkah, seseorang juga dianjurkan untuk melunasinya dengan baik, dengan cara memberikan kelebihan.

Kita bisa meneladani Rasulullah, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah. Dahulu, Rasulullah pernah berhutang seekor unta kepada seorang lelaki. Lelaki itu kemudian mendatangi Rasulullah untuk menagih unta yang dipinjamkannya.

Rasulullah kemudian meminta kepada para Sahabat untuk mencarikan unta, dengan kriteria yang sama dengan unta yang pernah dipinjam beliau. Tetapi unta yang serupa tidak juga ditemukan. Unta yang ditemukan umurnya lebih daripada yang dihutang Rasulullah.

Rasulullah kemudian bersabda, “Belilah, dan berikan kepadanya, karena sebaik-baik kalian adalah yang paling baik ketika membayar hutangnya.”

6. Memberi Kelonggaran

Agar hutang menjadi berkah bagi pemberi pinjaman, hendaknya ia memiliki niat yang tulus dan ikhlas. Karenanya, jika dengan izin Allah orang yang berhutang belum memiliki rizki yang cukup untuk melunasi hutangnya, hendaknya pemberi pinjaman memberi kelonggaran.

Memberikan kelonggaran kepada orang yang benar-benar belum mampu merupakan salah satu amal sholeh. Dengan amal sholeh yang ikhlas tersebut, tentunya Allah akan memberi balasan yang lebih baik.

Orang yang memberi kelonggaran kepada orang yang berhutang juga akan mendapat pahala selama ia memberi penangguhan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memberi penangguhan kepada orang yang kesulitan membayar hutang, maka baginya setiap hari ada pahala sedekah senilai hutang yang ia berikan, sebelum hutang itu lunas. Jika hutang itu belum lunas, lalu dia memberi penangguhan lagi maka baginya setiap hari ada pahala sedekah senilai itu.” (HR.Ahmad).

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Allah juga akan memberikan naungan dan perlindungan di hari kiamat, seperti yang disabdakan Rasulullah, “Barangsiapa yang ingin diberi naungan oleh Allah dalam naungannya, maka hendaklah ia memberi penangguhan kepada orang yang kesulitan membayar hutang atau ia bebaskan darinya.” (HR.Muslim).Demikianlah hal yang harus diperhatikan agar hutang membawa berkah. Semoga kita bisa memenuhi hal tersebut saat melakukan hutang piutang.

Demikianlah hal yang harus diperhatikan agar hutang membawa berkah. Semoga kita bisa memenuhi hal tersebut saat melakukan hutang piutang.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.