1
Serba-serbi Ramadhan

Perhatikan Baik-baik! Ini Resiko Puasa saat Hamil

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Bagi sebagian orang ada yang menganggap saat dalam keadaan hamil menjalankan ibadah puasa berbahaya bagi ibu dan janinnya. Ini mengundang resiko pertumbuhan janin dalam kandungan. Namun tak ada salahnya jika Anda ingin puasa. Perlu diingat lihat kondisi Anda fit dan keadaan janin sehat. Jika menimbulkan kekhaatiran bagi keadaan janin, disarankan untuk tidak menjalankan puasa. Pada dasarnya puasa bagi ibu hamil hukumnya sunnah. Lalu bagaimana resiko puasa saat hamil? Apakah tanda bahaya berpuasa saat hamil? Simak pembahasan mengenai resiko puasa saat hamil.

Baca juga: Tips Puasa bagi Ibu Hamil yang Aman dan Tetap Sehat

Bolehkah Ibu Hamil Berpuasa?

Umroh.com merangkum, ibu hamil bukanlah orang dengan kondisi sakit, sehingga ibu hamil boleh berpuasa jika tidak merasa berat menjalankannya. Namun pada ibu hamil harus memperhatikan kondisi kehamilannya, karena untuk dapat tumbuh dan berkembang  dengan baik, janin membutuhkan zat gizi yang lengkap yang hanya bisa diperoleh melalui ibunya. Dengan demikian ibu hamil yang berpuasa hendaknya memperhatikan dan wajib mengutamakan kecukupan zat gizinya agar bayi yang dikandungnya dapat tumbuh sehat.

Untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, janin membutuhkan zat gizi, baik zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Zat gizi ini ada yang dapat diproduksi sendiri di dalam tubuh dan ada pula yang hanya bisa diperoleh dari makanan atau yang disebut zat gizi esensial. Zat gizi esensial ini antara lain: asam amino esensial, asam lemak esensial, vitamin, mineral dan air. Bahan ini tidak dapat “ditawar” harus terpenuhi baik pada ibu yang berpuasa ataupun ibu yang tidak puasa.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

Hal yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil saat Puasa

1. Usia kehamilan

Tidaklah sama kebutuhan zat gizi (baik jumlah dan jenis) pada awal dan akhir kehamilan. Pada trimester 1, ukuran embrio sangat kecil sehingga jumlah zat gizi tidak diperlukan banyak namun diperlukan kelengkapan zat gizi karena merupakan fase penting pembentukan organ (organogenesis).  Sedangkan pada trimester 2 dan 3, jumlah kebutuhan gizi meningkat drastis seiring bertambahnya berat dan kebutuhan janin.

2. Status gizi ibu

Tidaklah sama kebutuhan gizi pada ibu hamil dengan kondisi underweight (kurang gizi) dan overweight (gizi berlebih). Bahkan terkadang ada ibu hamil dengan kondisi overweight yang sebenarnya mengalami malnutrisi (misalnya zat gizi mikro).

3. Status pertumbuhan janin

Tidaklah sama kebutuhan gizi pada ibu hamil yang pertumbuhan janinnya normal dan yang pertumbuhan janinnya terhambat. Kondisi-kondisi ini penting untuk diketahui sebagai strategi jika ibu hamil akan berpuasa.

Zat gizi yang baik pada ibu hamil adalah zat gizi yang lengkap/memadai untuk memenuhi kebutuhan janin (bukan memenuhi kesukaan ibu). Zat gizi yang lengkap dan seimbang adalah jika memenuhi kriteria: jumlah, jenis dan jadwal pemberian (penilaian per hari).

webinar umroh.com

Pada ibadah puasa, maka perubahan yang terjadi adalah pada jadwal pemberian makanan. Sedangkan jumlah dan jenis zat gizi haruslah tetap sama atau mendekati sama dengan kondisi jika tidak puasa. Seorang ibu hamil bisa saja memanipulasi rasa laparnya dan mengatakan kuat (tidak berat) berpuasa, namun sesungguhnya dalam kondisi puasa tubuhnya beradaptasi terhadap kadar gula darah yang rendah, sehingga menggunakan sumber energi cadangan dalam tubuh: yaitu lemak dan protein. Masalah muncul jika ibu hamil tidak memiki cukup cadangan kalori, misalnya pada ibu dengan status malnutrisi atau status underweight. Pada kondisi tersebut maka akan mengurangi “jatah” zat gizi ke plasenta dan janin. Jika ini terjadi pada waktu lama maka dapat mengganggu pertumbuhan janin, bahkan dapat menimbulkan komplikasi persalinan.

Yuk jadi tamu istimewa Allah di Tanah Suci dengan temukan paketnya cuma di Umroh.com!

[xyz-ihs snippet="Iframe-Package"]

Tanda Bahaya Berpuasa Saat Hamil

Ibu sebaiknya mengenali beberapa tanda bahaya, yang menandakan adanya gangguan pada tubuh Ibu saat sedang berpuasa di masa kehamilan. Jika Ibu mengalami tanda-tanda berikut ini, sebaiknya Ibu segera menghubungi dokter, antara lain:

  1. Ada perubahan drastis pada pergerakan janin di dalam perut Ibu. Jika Ibu merasa si kecil tidak bergerak atau menendang-nendang sebaiknya Ibu langsung menghubungi dokter.
  2. Berat badan Ibu tidak naik maupun turun di masa kehamilan.
  3. Ibu mengalami dehidrasi.
  4. Ibu merasa sakit yang rasanya seperti kontraksi, ini bisa jadi tanda kelahiran premature
  5.  Merasa pusing, lemah, lelah meskipun sudah banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat.
  6. Merasakan sakit kepala maupun demam.
  7. Muntah-muntah.

Resiko Puasa Saat Hamil

Sebelum memutuskan puasa saat hamil, pastikan kehamilan dalam kondisi sehat. Jika ragu dengan kondisi kehamilan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi fisik, riwayat kesehatan, serta kemungkinan adanya gangguan kesehatan seperti anemia atau diabetes, juga gangguan pada kehamilan.

Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 di salah satu rumah sakit di Tehran, Iran, menyatakan bahwa ibu hamil yang sedang dalam masa trimester pertama dan berpuasa memiliki resiko 1,5 kali lebih besar nantinya melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg). Ini bisa jadi dikarenakan kurangnya asupan gizi ke janin, padahal pada trimester pertama dibutuhkan tambahan kalori kurang lebih 180 kalori per harinya untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi. Namun, resiko itu akan berkurang selama ibu dan janin mendapatkan nutrisi yang cukup.

Selain berat badan di bawah normal, ada beberapa risiko lain yang mungkin terjadi ketika ibu hamil berpuasa, di antaranya:

  1. Tubuh terasa lemas
  2. Sakit kepala
  3. Asam lambung naik
  4. Dehidrasi
  5. Pusing
  6. Pingsan

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Meski memiliki sejumlah resiko, bukan berarti ibu hamil tidak boleh berpuasa. Puasa saat hamil sah-sah saja dilakukan selama ibu dan janin berada dalam kondisi sehat atau memiliki berat badan yang cukup. Agar aman ketika berpuasa saat hamil, lebih baik konsultasikan kepada dokter terlebih dulu. Jika memutuskan untuk berpuasa saat hamil, cukupi kebutuhan nutrisi harian dengan mengonsumsi makanan bergizi pada saat berbuka dan sahur, agar kehamilan tetap sehat.