Umroh.com – Peristiwa penting di bulan Muharram tercatat sejarah cukup banyak. Semula bulan dalam Islam itu istimewa, termasuk bulan Muharram. Terlbih Muharram sendiri adalah bulan pertama atau pembuka dalam kelender hijriyah.
Seperti satu Muharram sendiri diperingati sebagai Tahun Baru Islam. Ini ditandai dengan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada 622 Masehi.
Sejarah bulan Muharram
Sejarah menyebutkan, bangsa Arab pun sudah menghormati Muharram sebelum Nabi Muhammad SAW lahir. Istri Rasulullah Aisyah mengatakan, hari Asyura atau 10 Muharram merupakan hari orangorang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga turut menjalankannya.
Setelah Baginda Nabi hijrah ke Madinah, beliau terus mengerjakan amalan tersebut. Bahkan, Rasulullah memerintahkan para sahabat supaya berpuasa Asyura pula. Setelah puasa Ramadhan diwajibkan, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura, puasalah. Dan siapa yang tidak suka, boleh meninggalkannya.”
Berdasarkan Riwayat
Sahabat Rasul Ibnu Abbas meriwayatkan, ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi di sana menjalankan puasa Asyura. Rasul lalu menanyakan alasan mereka.
Puasa Asyura memiliki beberapa keutamaan. Dalam sebuah Hadis Riwayat (HR) Muslim, Rasulullah bersabda, “Nabi SAW ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun lalu.”
Nabi juga bersabda, “Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram.”
Selain berpuasa, umat Islam pun diperintahkan memperbanyak sedekah, membantu anak yatim, sekaligus mengasihi orang miskin. Hal itu sesuai sabda Rasulullah, “Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rizki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya.”
Peristiwa Penting di Bulan Muharram
Banyak peristiwa penting di bulan Muharram, terutama pada 10 Muharram. Maka, tak heran bila 10 Muharram sering disebut sebagai hari bersejarah. Berdasarkan beberapa riwayat, ada beberapa peristiwa penting yang tercatat.
1. Bertobatnya Nabi Adam AS kepada Allah dari dosa-dosanya
Tobat Nabi Adam AS pun diterima oleh Allah SWT karena Allah Maha Pengampun dan cintanya yang besar kepada hamba-Nya.
2. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh AS di Bukit Zuhdi dengan selamat
Hal itu setelah terjadi banjir yang membinasakan umat Manusia. Allah menyelamatkan Nabi Nuh dari banjir bandang dan keluar dari kapalnya di atas gunung Judi setelah bumi ditenggelamkan selama 5 bulan. Para pakar sejarah meyakini bahwa banjir bandang tersebut melanda seluruh negeri yang ada di permukaan bumi. Dengan adanya banjir itu, semua orang kafir tenggelam sehingga Allah tidak menyisakan satu orang kafir pun di muka bumi.
Adapun panjang kapal Nabi Nuh menurut informasi dari Ibnu Jarir al-Thabari adalah 1200 hasta (540 meter) dan lebarnya 600 hasta (270 meter). Kapal itu dibuat 3 lantai. Lantai pertama untuk hewan ternak dan binatang buas. Lantai dua untuk manusia, dan lantai tiga untuk macam-macam burung.
Sementara menurut Ibnu Abbas, Nabi Nuh berada di kapal itu bersama 80 orang dengan keluarganya masing-masing. Mereka berada di kapal selama 150 hari. Allah mengarahkan kapal itu ke Makkah lalu kapal tersebut berputar-putar mengelilingi Baitullah selama 40 hari. Allah kemudian mengarahkan kapal itu berlabuh di bukit Judi.
Nabi Nuh dan para pengikutnya mulai naik ke kapal pada hari kesepuluh di bulan Rajab dan berlayar mengarungi air bah selama 150 hari hingga akhirnya kapal itu berlabuh di bukit Judi selama satu bulan. Mereka keluar dari kapal pada tanggal 10 Muharram.
3. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari siksa Namrud
Sebagaimana diketahui, Bapak dari Para Nabi ini bebas dari kobaran api yang hendak membakar tubuhnya hingga membuat pengikutnya percara bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang utusan Allah SWT.
4. Nabi Yusuf AS dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah
Sebagaimana kita ketahui, istri Raja Mesir menggoda Nabi Yusuf hingga Nabi Yusuf terkena fitnah yang menyudutkannya.
5. Nabi Yunus AS berhasil keluar dari perut ikan hiu
Kisah Nabi Yunus ini difirmankan oleh Allah SWT dalam Quran surat Al Anbiya ayat 87. Allah mengabulkan doa Nabi Yunus yang saat itu berada di dalam perut paus karena perasaan marah.
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
Artinya: Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
6. Disembuhkanya Nabi Ayyub AS oleh Allah dari penyakitnya yang menjijikkan
Nabi Ayub juga dikenal sebagai orang yang baik, bertakwa, dan menyayangi orang miskin. Ia selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepadanya. Namun, suatu hari datang ujian untuk Nabi Ayub. Ia ditimpa penyakit judzam (kusta atau lepra) serta musibah yang membuat harta serta anaknya hilang.
Akibatnya, semua orang menjauh dari dirinya. Namun, istri Nabi Ayub masih sabar dan menemaninya. Sampai istrinya pun merasa lelah dan mempekerjakan orang lain untuk mengurus Nabi Ayub.
Dengan kesabaran yang dilakukannya selama 18 tahun, Nabi Ayub pun mendapat mukjizat dari Allah SWT. Ia diberi kesehatan setelah mandi dan minum dari air yang dianugerahi oleh Allah SWT.
7. Selamatnya Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun di Laut Merah
Allah selamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari tentara Fir’aun dan Allah menenggelamkan Fir’aun bersama tentara-tentaranya di laut merah. Menurut keterangan dari Ibnu Katsir yang mengutip pendapat beberapa mufassir menjelaskan bahwa Fir’aun berada di tengah-tengah pasukan berkudanya yang berjumlah 100.000 kuda jantan berwarna hitam.
Adapun jumlah keseluruhan pasukan yang menyertainya 1.600.000 orang. Sementara jumlah Bani Israil yang dikejar tentara Fir’aun berjumlah 600.000 orang.
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, pada hari itu (10 Muharram), Nabi Musa yang diikuti Bani Israil menjalan puasa. Sebagaimana diceritakan Abu Hurairah bahwasanya Nabi SAW pernah berjalan melewati orang-orang Yahudi yang sedang berpuasa pada hari Asyura, lalu Nabi bertanya, “Puasa apa kalian?”
Mereka menjawab, “Hari ini Tuhan menyelamatkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam, sementara Fir’aun dan tentara-tentaranya ditenggelamkan. Pada hari ini juga, Tuhan melabuhkan kapal Nuh bi bukit Judi. Oleh sebab itu, pada hari ini Nuh dan Musa berpuasa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan mereka.
Nabi pun bersabda, “Aku lebih berhak atas Musa dan lebih berhak untuk berpuasa pada hari ini. Selanjutnya Nabi bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa di antara kalian berniat puasa pagi hari ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Siapa diantara kalian terlanjur memakan makanan yang dihidangkan keluarganya, maka ia juga menyempurnakan sisa waktu hari ini untuk berpuasa.” (HR. Ahmad)
Itulah berbagai peristiwa penting di bulan Muharram. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari semua kisah ini.

